.widget img{ max-width:100%; height:auto;}
Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
Sebab mengeringnya sungai Eufrat di irak dan tanda-tanda kiamat kecil

Sebab mengeringnya sungai Eufrat di irak dan tanda-tanda kiamat kecil

Bismillah, artikel ini membahas tentang kondisi terkini sungai Eufrat yang mana bisa teman-teman saksikan pada video di bawah.

Joe hattab adalah seorang YouTuber muslim berdarah arab yang telah memiliki lebih dari 10 subscriber dan kontennya tentang traveling berbagai negara, berbagi edukasi dan keunikan pada negara yang di kunjungi.
Mohon maaf video ada musiknya, jika ada giliran musik, dikecilkan saja.
Sebagaimana teman-teman saksikan pada video dan pada gambar diatas, tampak kondisi terkini sungai Eufrat dan sungai tigris (دجلة) yang telah mulai mengering, volume air mulai berkurang, Sungai ini dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mengairi perkebunan, ternak, mandi, ikan dll.

Menurunnya volume kedua sungai memberi dampak buruk seperti berkurangnya jumlah ikan, kebutuhan air untuk hewan ternak, masyarakat dan dampak buruk lainnya
sungai Eufrat adalah sungai terpanjang di asia barat dan dalam sejarah irak (dahulunya mesopotamia) sejak dulu merupakan bagian terpenting. 

Pertemuan sungai Eufrat dan sungai tigris di kota Bashra irak selatan dikenal dengan istilah syattul arab (شط العرب) dan bermuara ke teluk persia. sungai Eufrat sumbernya dari pegunungan di kawasan timur turki, adapun sungai tigris berasal dari gunung anatoli di turki.


Penyebab rendahnya volume sungai Eufrat dan tigris dikarenakan perubahan cuaca sehingga curah hujan yang kurang dan diperparah dengan dibangunnya beberapa titik di wilayah turki sekitar 60 bendungan pada sungai Eufrat dan tigris.
Bendungan Attaturk
Bendungan terbesar ke 3 di dunia, Pembangunan cofferdam dimulai pada tahun 1985 dan selesai pada tahun 1987. Diberi nama Bendungan Atatürk, disesuaikan dengan nama pendiri republik turki mustafa kamal attaturk dan disebut dalam beberapa artikel konstruksi internasional sebagai lokasi konstruksi terbesar di dunia dengan catatan waktu penyelesaian tercepat yaitu sekitar 50 bulan. Bendungan ini menahan volume air mengalir di sungai Eufrat menuju irak.
Bendungan ilIisu
Bendungan ini dibangun di desa illisu yang juga berdekatan dengan Kota tua Hasankeyf yang berusia lebih dari 10 ribu tahun di Turki, pembangunan bendungan ini sempat menimbulkan kontroversi karena akan terpaksa merelokasi situs sejarah tersebut ke lokasi baru. Bendungan ini juga berperan berkurangnya volume air ke sungai tigris.

Aliran sungai tigris juga terhubung dengan sungai yang bersumber dari pegunungan di iran dan juga bertemu di syaddul arab, namun juga dibangun sebanyak 10 bendungan oleh pemerintah iran sehingga turut andil mempengaruhi rendahnya volume air sungai tigris.

Rendahnya volume air kedua sungai berdampak kepada terjadinya kekeringan dan berpotensi menjadi padang pasir.
Mengambil pelajaran dari Hadist nabi
Keringnya sungai Eufrat mengingatkan kita tentang hadist nabi tentang tanda-tanda kiamat kecil, salah satunya yang telah terjadi yaitu mulai keringnya sungai Eufrat.

diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو
“Kiamat tidak akan terjadi sampai sungai Efrat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat.’” (HR. Muslim no. 2894)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْفُرَاتُ أَنْ يَحْسِرَ عَنْ كَنْزٍ مِنْ ذَهَبٍ فَمَنْ حَضَرَهُ فَلَا يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا
dari Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak lama lagi Eufrat tersingkap perbendaharaan-perbendaharaan emasnya, maka barang siapa mendatanginya, jangan ia mengambilnya sedikitpun." HR. Bukhari 6586

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْفُرَاتُ أَنْ يَحْسِرَ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ فَمَنْ حَضَرَهُ فَلَا يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا
dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Hampir saja Furat mengumpulkan harta simpanan dari emas, barang siapa menghadirinya, jangan mengambil apa pun." HR. Muslim 5452.

Dari kejadian ini, menunjukkan kebenaran sabda nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam telah disampaikan 14 abad silam dan itu terjadi di zaman kita sehingga menambah keyakinan kita akan kebenaran ajaran Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Semoga kita diselamatkan Allah taala dari fitnah harta, dilindungi dari azab kubur dan azab neraka, semoga kita diberi nikmat husnul khatimah dan dimasukkan ke dalam syurgaNya tanpa singgah dulu ke neraka, amin ya rabbal a'lamin.

Catatan saya
Tidak benar yg dimaksud pada hadist adalah minyak tapi yang benar adalah gunung emas tampak keluar dari dalam tanah pada masa yang akan datang dan hanya Allah taala yang tahu kapan itu terjadi. Untuk penjelasan tentang hadist akan saya rangkum pada artikel berikutnya, in sya allah

Video Diterjemahkan secara bebas dan referensi diambil dari Wikipedia, ensiklopedi kutubut tis'ah dan lainnya

Disusun oleh Atri Yuanda Ibnu Mahyudin Elbariamany
selengkapnya »
Hukum memutar murottal alquran dalam mobil tapi speakernya ada yang letaknya sejajar dengan kaki

Hukum memutar murottal alquran dalam mobil tapi speakernya ada yang letaknya sejajar dengan kaki


Syeikh ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: 

di dalam sebagian mobil, speaker dipasang sejajar dengan kaki dan terkadang kaki dan sepatu diletakkan pada speaker tersebut.

Pertanyaan: ketika murottal diputar maka apakah ini termasuk penghinaan terhadap kitabullah?

Dan apakah perbuatan ini bisa dikiaskan dengan fatwa anda tentang orang yang membentangkan kakinya di depan mushaf Alquran, mohon nasehatnya dan semoga Allah menjaga anda.

Jawaban:
Jika letak speaker tersebut sebagai mana anda sebutkan berada sejajar dengan kaki atau sepatu maka selayaknya dia tidak memutarkan murattal alquran. Karena alquran alkarim didengar dari bawah kaki manusia maka itu tidak diragukan bahwasanya ini termasuk menghinakan alquran.

Dan jika seseorang hendak menyimak lantunan alquran maka hendaklah dia mengangkat posisi speaker lebih tinggi daripada kakinya. liqaul bab almaftuh. 13/57


Tambahan saya

- jika selama ini tidak tahu hukumnya dan baru sadar bahwa ternyata pernah memutar murattal alquran dalam mobil, yang mana suara murattal keluar juga dari speaker bawah sejajar kaki, maka hendaklah dia beristighfar mohon ampun dan semoga Allah alqafur mengampuni kekhilafan kita dan hendaklah jika speaker yang terhubung banyak, ada yang di atas maka yg dibawah di nonaktifkan atau dipindah posisi speaker dibawah lebih tinggi dari tempat duduk.

- hendaklah menasehati orang yang memutarkan musik di dalam mobil agar dimatikan. Jika tak mampu maka minimal ingkari dalam hati dan ini selemah lemah iman

- semoga Allah arrazzaq karuniakan kita mobil agar lebih nyaman bepergian dengan keluarga agar bisa di perjalanan mendengar murottal atau kajian islam, dihindarkan dari asap rokok dan kemungkaran lainnya.

- harapan saya, semoga kedepannya ada mobil bus atau travel yang menerapkan aturan sesuai syariat islam sehingga menimalisir kerusakan dan maksiat. 

Allahu alam

Translate by atri Yuanda Elbariamany
Sumber https://www.facebook.com/groups/703462527033269/permalink/935101393869380/

حكم سماع القرآن في السيارة إذا كانت السمّاعات محاذية للأقدام

📌 سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : " في بعض السيارات تكون سماعات المسجل محاذية للأقدام ، وقد توضع الأقدام والحذاء على السماعة.

👈 والسؤال هو: عندما يشغل القرآن فهل يكون في هذا امتهان لكتاب الله تعالى؟ وهل يقاس هذا الفعل على فتواكم على من يمد أقدامه أمام كتاب الله تعالى، نرجو التوجيه والله يحفظكم ؟

✒️ فأجاب :

إذا كانت السماعات كما ذكر تحت الأقدام ، أو عند حذاء الأقدام ، فإنه لا يفتحه على القرآن الكريم ؛ لأن كون القرآن الكريم يسمع من تحت قدم الإنسان لا شك أن فيه إهانة للقرآن ، وإذا كان الإنسان لا بد أن يستمع إلى القرآن فليرفع السماعة عن محاذاة الأقدام "

📙 انتهى من "لقاء الباب المفتوح" (57/ 13).
selengkapnya »
dzikir pelapang kesulitan "laa haula wa laa quwwata illa billah dan istiqfar"

dzikir pelapang kesulitan "laa haula wa laa quwwata illa billah dan istiqfar"

Seseorang menelpon saya, saya angkat panggilan tersebut. Demi Allah, saya tak kenali nomor penelpon.

Penelpon: wahai syaikh, saya diliputi kesedihan, Sedang sakit, sering gelisah, kena sihir, punya hutang, dan dipecat.

Maka saya rutinkan dzikir istiqfar, alfatihah dan Lisan saya tidak lelah mengucapkan

لا حول ولا قوة إلا بالله
"Laa haula wa laa quwwata illa billah"

Demi Allah, (disertai ikhtiar) saya telah sembuh, hutang lunas dan sekarang sudah punya jabatan (Pekerjaan)

Demi Allah wahai syeikh, tidaklah saya tambahi Ucapan

لا حول ولا قوة إلا بالله
"tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah"

Saya telah mendengar penjelasan dan mentadaburi kandungan makna kalimat

لا حول ولا قوة إلا بالله

Sebagian kita mengucapkan kalimat

لا حول ولا قوة إلا بالله
Akan tetapi dia tidak mengerti maknanya

Daya dari tangan siapa ?
Kekuatan dari tangan siapa?
Kepada siapa kita kembali (mengadu) ?

Di tangan siapa kunci-kunci melapangkan (kesulitan) ?

Siapakah yang jika diketok pintunya maka terbuka ?

Siapakah yang maha mendengar, maha melihat, Maha berkuasa, maha kaya ?

Dialah Allah

Ketuklah terus pintunya sampai terbuka untukmu

Tidaklah tertinggal pada dirimu kesusahan/kesedihan melainkan dilapangkan/dibuka jalan

Syeikh saad A'tiq hafizahullah


Translate by atri yuanda Elbariamany
selengkapnya »
Bolehkah pria dengan wanita bukan mahram berduaan dalam ruangan tertutup | syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah

Bolehkah pria dengan wanita bukan mahram berduaan dalam ruangan tertutup | syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah

Penanya: datang seorang perempuan bersama anaknya yang sakit (masih kecil) ke poliklinik, lalu masuk Ke dalam ruangan tanpa ditemani mahram.

Lalu pintu poliklinik di tutup (si ibu dan dokter pria saja) Apakah ini termasuk khalwah yang diharamkan ?

Syeikh menjawab : iya

Jika ini khalwat yg diharamkan, apa nasehat Anda wahai syaikh ?

Ini khalwah yang di haramkan, tak diragukan lagi Jika masuk laki-laki dan perempuan bukan mahram, Tidak ada mahramnya lalu pintu di tutup.

Ini adalah khalwah, maka tidak perlu ragu Maka tidak boleh seseorang bekerja seperti ini.

Jika memang diharuskan maka pintu haruslah Dibuka agar tidak menjadi khalwat (udzur).

Karena membuka pintu, memungkinkan siapapun Bisa melihat (menghindari terjadinya pelanggaran Syariat dan menjaga kehormatan wanita)
selengkapnya »
kenapa bayi baru bisa jalan, kakinya kok bengkok, normalkah ? (berbagi pengalaman)

kenapa bayi baru bisa jalan, kakinya kok bengkok, normalkah ? (berbagi pengalaman)

Bismillah, saya punya 2 anak cewek yang masih balita, Alhamdulillah. Ketika Anak kedua baru bisa jalan sekitar 1 tahun 3 bulan usianya dan masih pakai popok, seorang ibu memberi tahu kepada istri saya bahwa jalannya tidak lurus seperti o, lalu menasehati untuk  di bedong lagi. Katanya, karna pas bayi kurang di bedong dan ada juga yang bilang karena pakai popok terlalu lama.

Istri pun panik dan turuti saran ibu tersebut untuk di bedong lagi tapi hanya bisa dilakukan beberapa kali dan sebentar, karna si adek brontak dan kejang-kejang nangisnya. Lalu dibiarkan saja setelah itu. 

Tak lama setelah itu, si adik angsur-angsur kami kurangi pakai popok hingga berhenti total di usiaanya mendekati 2 tahun (sekalian hemat biaya), Alhamdulillah jalannya sudah normal, tak tahu pasti usia berapanya, yang jelas Saat ini usianya sudah 2 tahun 8 bulan.

Pada artikel ini Saya berbagi pengalaman kepada pembaca terutama yang belum menikah jika telah menikah kemudian Allah arrazzaq karuniakan bayi, bisa ambil pelajaran dari pengalaman saya.

kaki bayi kenapa bengkok? Karena selama dalam kandungan, si calon bayi meringkuk (melingkar) dalam rahim ibu selama 9 bulan lamanya.

Dokter muda farhan zubedi pada video reel di akun ignya yang saya tangkap penjelasannya Bahwasanya Ketika si balita sudah bisa berjalan dan melihat kaki anak seperti o alias tidak lurus jalannya maka ini dikenal dengan istilah Genu varum (bentuk kaki o) dan ini umumnya terjadi pada semua bayi usia 18 hingga 24 bulan. 
Seiring bertambahnya usia maka kakinya akan kembali normal. Hendaklah para orangtua Penuhi kebutuhan vitamin D si bayi dan jaga berat badannya untuk pertumbuhan tulang yang sehat.

jika usianya sudah 3 tahun keatas, belum juga lurus kakinya Maka silahkan konsultasi ke dokter.

Menurut dokter rosalina: benar-benar hilang bentuk o (jalan kembali lurus) pada usia 4-6 tahun. Jika kaki bayi tetap bengkok maka kemungkinannya karena faktor trauma, tumor, atau infeksi.

Kesimpulan: 
kaki bayi yang baru bisa jalan terlihat bentuk o Adalah normal, jadi tidak mutlak karena kurang di bedong atau kelamaan pakai popok. In sya allah anak yang sehat kembali lurus jalannya secara alami tanpa harus di terapi dahulu dan di bedong lagi.

Semoga Bermanfaat

Ditulis oleh Atri Yuanda ibnu Mahyudin Elbariamany
selengkapnya »
Apakah mencium istri membatalkan wudhu dan puasa ?

Apakah mencium istri membatalkan wudhu dan puasa ?

rasulullah shallallahu alahi wa sallam adalah contoh tauladan terbaik umat islam, rasulullah orang yang terbaik dalam rumah tangganya, menyayangi istri-istri dan anak-anaknya. 

oleh karenanya setiap kepala keluarga muslim menjadikan rasulullah shallallahu alahi wa salam prioritas utama dalam mengayomi istri dan anaknya.

artikel ini membahas tentang hukum mencium istri (pasangan halal) ketika berpuasa dan berwudhu, apakah membatalkan puasa dan wudhu ?

Mencium istri ketika telah berwudhu

nabi pernah mencium sebagian istrinya sedangkan dia telah berwudhu, dalilnya

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ
dari Aisyah bahwa Rasulullah ﷺ pernah mencium sebagian istrinya, kemudian salat tanpa berwudu lagi. HR. An-Nasa'i 170 (shahih)

jawaban syeikh bin baz rahimahullah: tidak apa-apa mencium istri jika tidak keluar cairan nikmat dari kemaluannya maka wudhunya tetaplah sah (tidak batal)

sebagian ulama mengatakan bahwa mencium istri membatalkan wudhu dan sebagian lainnya mengatakan, sekedar bersentuhan saja sudah membatalkan wudhu.

adapun yang paling benar (menurut syeikh binbaz rahimahullah) dari perkataan para ulama adalah tidak membatalkan wudhu jika menyentuh wanita atau menciumnya dengan syarat tidak keluarnya mani dari kemaluan.


syeikh musthofa al-adhawy hafizahullah: apakah suami mencium istri membatalkan wudhu ?

abdullah ibnu abbas Radhiyallahu anhu berkata mencium istri tidaklah membatalkan wudhu, adapun surat annisa ayat 43: menyentuh wanita maksudnya adalah jima (hubungan badan)

pendapat yang masyhur pada mazhab imam ahmad bahwasanya wajib berwudhu jika mencium dengan syahwat dan tidak wajib mengulang wudhu jika mencium karna kasih sayang. tidak ada perbedaan antara mahram dan bukan mahrom, anak kecil usianya 7 tahun keatas dan wanita tua berdasarkan keumuman dalil.

berbeda dalam mazhab syafiiyah yang mana mereka berkata: tidak membatalkan wudhu mencium (pipi/jidat/kepala) mahram hubungan nasab atau saudara/i sesusuan atau ikatan pernikahan, karena mereka bukan tempat menyalurkan syahwat.

adapun malikiyah:  mencium bibir istri dengan syahwat membatalkan wudhu secara mutlak adapun tidak disertai syahwat maka tidak membatalkan wudhu

mencium istri ketika berpuasa

 عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ بَعْضَ نِسَائِهِ وَهُوَ صَائِمٌ
dari Aisyah berkata, "Rasulullah ﷺ pernah mencium sebagian istrinya sementara beliau sedang berpuasa." HR. Ahmad 24732 (shahih)

 عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ إِحْدَى نِسَائِهِ وَهُوَ صَائِمٌ ثُمَّ تَضْحَكُ
dari Aisyah radhiallahu'anhu, ia berkata, "Rasulullah ﷺ mencium salah seorang istrinya saat beliau sedang berpuasa." Aisyah kemudian tertawa. HR. Muslim 185ˋ1

عن عائشة رضي الله عنها قالت : ( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ ، وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ ، وَلَكِنَّهُ أَمْلَكُكُمْ لِإِرْبِهِ ) رواه البخاري (1927) ، ومسلم (1106) .
dari aisyah radhiallahu anha dia berkata: dahulu rasulullah shallallahu alahi wa salam mencium (istrinya) sedangkan beliau sedang berpuasa, dan mencumbui sedangkan dia sedang berpuasa, akan tetapi beliau adalah seorang paling kuat menahan nafsunya di antara kalian. HR. Bukhari-muslim

قال النووي : " مَعْنَى الْمُبَاشَرَة هُنَا : اللَّمْسُ بِالْيَدِ ، وَهُوَ مِنْ اِلْتِقَاءِ الْبَشَرَتَيْنِ" انتهى .
berkata imam annawawi: makna almubasyarah (mencumbui) disini adalah: menyentuh dengan tangan yaitu bertemunya antara kulit nabi dengan kulit istrinya


Berkata syeikh ibnu utsaimin rahimahullah: mencium ketika berpuasa terbagi 2 keadaan
1. diharamkan jika tidak aman dari rusaknya puasa
2. boleh dengan syahwat tapi hendaklah memastikan dirinya tidak membatalkan puasanya.

syeikh bin baz rahimahullah: jika mencium istri dapat berpotensi menimbulkan syahwat sehingga keluar cairan nikmat (sp*rma) maka hindari mencium, karena dapat membatalkan puasa. adapun mencium istri jika tidak menimpulkan syahwat dan hanya sekedarnya saja maka tidak apa-apa dan tidak membatalkan puasa.

Abu 'Isa berkata, hadits 'Aisyah merupakan hadits hasan shahih. Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini, sebagian dari para sahabat Nabi ﷺ dan yang lainnya membolehkan orang yang sudah lanjut (tua) untuk mencium ketika berpuasa, tapi tidak ada keringanan untuk seorang pemuda, dikhawatirkan puasanya akan rusak, lebih-lebih bersetubuh. 

Sebagian ulama mengatakan, mencium itu mengurangi pahala namun tidak membatalkan puasanya, mereka juga berpendapat, jika seseorang bisa menahan diri, maka boleh baginya untuk mencium. Namun jika tidak bisa, maka hendaknya dia tidak melakukannya, pendapat ini adalah pendapatnya Sufyan Ats Tsauri dan Syafi'i.

قال ابن قدامة رحمه الله : " إذا قبل الصائم فأمنى [أي : أنزل المني] فإنه يفطر بغير خلاف نعلمه ". انتهى من
المغني (4/361) .
ولا كفارة عليه ، لأن الكفارة لا تجب إلا إذا أفسد صومه بالجماع
berkata ibnu qudamah rahimahullah: jika seseorang berpuasa mencium istrinya lalu keluar mani maka sesungguhnya dia telah batal puasanya (wajib qadha) tanpa ada khilaf yang kami ketahui. (al-muqni 4/361)

tidak ada kaffarah karena kaffarah diwajibkan jika rusaknya puasa karena hubungan badan


kesimpulan
- mencium istri terdapat khilaf para ulama namun saya memilih pendapat tidak membatalkan wudhu, selama tidak menyebabkan keluarnya cairan nikmat dari kemaluan dan tidak terjadi hubungan badan.

- keluarnya madzi membatalkan wudhu tapi tidak membatalkan puasa, adapun mani yang keluar karna dorongan syahwat maka membatalkan wudhu dan juga membatalkan puasa orang sedang berpuasa.

- sebaiknya menghindar mencium istri setelah berwudhu dan sedang berpuasa, jika berpotensi munculnya syahwat yang sulit dikontrol.

referensi bacaan ensiklopedi hadist kutubut tis'ah | binbaz.org.sa | islamweb.net | syeikh musthofa al-adhawy | fiqh.islamonline | binbaz.org.sa | islamweb.net | islamqa.info

Jumat 13 ramadhan 1443H | 15 april 2022 di ponpes Miftahul jannah dumai riau

Ditulis dan disusun oleh Atri Yuanda ibnu Mahyudin Elbariamany
selengkapnya »
Hukum cium tangan dan menundukkan badan kepada makhluk

Hukum cium tangan dan menundukkan badan kepada makhluk

harap dibiasakan baca sampai habis, jika kurang paham, harap baca ulang atau kirim pesan wa.
________________
Mencium tangan menurut mayoritas ulama adalah makruh, terutama jika sudah menjadi adat kebiasaan. adapun jika dilakukan kadang-kadang pada beberapa pertemuan dengan orang sholeh, pemimpin sholeh, orangtua atau yg serupa dengannya maka tidak apa-apa.

namun perlu di garis bawahi bahwa tidak boleh menjadi kebiasaan karna perbuatan tersebut dibenci dan bahkan sebagian ulama mengharamkan adat kebiasan cium tangan setiap kali bertemu, adapun jika jarang dilakukan maka tidak apa-apa.

Adapun sujud diatas tangan yaitu menundukkan kepala lalu diletakkan jidat pada punggung tangan, ini perbuatan yang di haramkan dan para ulama menamainya dengan sujud kecil, perbuatan ini tidak boleh. Akan tetapi mencium tangan dengan bibirnya yang dlakukan bukan karena adat kebiasan, jarang dan sedikit maka tidak apa-apa.


Karena terdapat riwayat dari nabi shalallahu alahi wa sallam bahwasanya beliau mencium tangan dan kaki beberapa sahabat, perkara jadi mudah jika hanya sedikit. Namun jika dijadikan kebiasan yg terus menerus maka di makruhkan atau di haramkan

Sedangkan membungkukkan badan seperti orang rukuk maka tidak dibolehkan, karena rukuk adalah ibadah. 

Adapun jika membungkukkan badan seperti orang yang mengucapkan salam dia bertubuh tinggi, sedangkan yang disapa berbadan pendek maka boleh baginya membungkukkan badan agar bisa berjabat tangan dengan si fulan (berbadan pendek), atau orang lumpuh atau orang yang sedang duduk maka tidak apa. 

Namun jika niatnya dalam rangka pengagungan maka tidak boleh, karena dikhawatirkan jatuh pada perbuatan syirik.

وقد روي عن النبي ﷺ أنه سئل قيل: يا رسول الله! ألقى الرجل فهل أنحني له؟ قال: لا، قال: فهل ألتزمه وأقبله؟ قال: لا، قال: فهل آخذ بيده وأصافحه؟ قال: نعم،
Dan sungguh telah di riwayatkan dari nabi shalallahu alahi wa sallam bahwasanya beliau ditanya, wahai Rasulullah! Saya bertemu seseorang maka apakah saya harus bungkukkan badan saya kepadanya? Maka nabi bersabda; tidak, berkata fulan: maka apakah saya memeluknya dan menciumnya ? Nabi menjawab: tidak, fulan berkata: maka apakah saya mengambil tangannya untuk berjabat tangan? Nabi bersabda: iya.


Walau dari sisi sanad lemah namun selayaknya diamalkan karena banyak dalil lain yang serupa maknya sehingga menguatkan dalil diatas dan dalil-dalil yang menunjukkan pada membungkukkan badan dan rukuk kepada manusia adalah tidak dibolehkan.

Kesimpulan: tidak boleh membungkukkan badan selamanya kepada siapapun itu, baik kepada pemimpin atau selainnya. Akan tetapi merendahkan badan/membungkukkan badan bukan untuk memuliakan seseorang namun dalam rangka menyalami seseorang yang pendek badannya atau lumpuh/cacat atau duduk maka menundukkan badan dalam rangka menyalaminya maka tidak apa-apa. Allahu alam

Referensi bacaan syeikh binbaz.org
selengkapnya »
5 juta liter air zamzam untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang berpuasa di masjidil haram

5 juta liter air zamzam untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang berpuasa di masjidil haram

Kesediaan air zam-zam diletakkan pada seluruh area halaman dan setiap lantai di masjidil haram, yang mana disediakan wadah air isi ulang dengan segala bentuk dan ukuran, diletakkan di setiap sudut dan tiang masjid. Botol air ukuran kecil dan besar, termos dan para petugas yang berkeliling membawa air zamzam untuk dibagikan kepada para jamaah umroh dan yang hadir untuk shalat.

Direktur pembagian air zamzam, Abdurrahman azzahrany menjelaskan: Bahwasanya 5 juta liter air zamzam telah di jamin ketersediaannya untuk memberi minum jamaah yang berpuasa di masjidil haram, Dan azzahrany telah Mengkonfirmasi ketersediaan 2,5 juta botol air zamzam dan termos ukuran 40 liter diletakan di dekat shaf shalat dan pelataran mesjidil haram.

Setiap pekannya Zamzam Studies and Research Center melakukan pengecekan sumur Zamzam untuk mengambil sampel air Zamzam melalui program untuk memantau kuantitas dan kualitas air tanah di kedalaman wadi (saluran air tanah rendah/lembah) Ibrahim, program pekanan selain dari program bulanan pengecekan Wadi.
Luas wadi mencakup area seluas 42 Km persegi dan panjang 17 Km dari barat as-shara'i ke selatan almisfalah, dan pengambilan sampel air tanah dari Wadi Ibrahim, yang mana pusat memantau dasar sumur yang dalam dan potongan batu di cekungan Lembah Ibrahim, untuk mengidentifikasi pangkal dasar sumur dan konstruksinya yang dapat mempengaruhi Aliran air tanah dari Wadi Ibrahim yang menutrisi air sumur. al-madina
selengkapnya »
Amalan yang disunnahkan ketika berpuasa di bulan ramadhan

Amalan yang disunnahkan ketika berpuasa di bulan ramadhan

Puasa ramadhan rukun islam ke 4, Allah taala wajibkan bagi kaum muslimin di seluruh dunia yang sudah baligh, berakal, sehat dan tidak ada udzur syar'i untuk melaksanakannya

عَنْ عُمَرَ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ شَعَرِ الرَّأْسِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ سَفَرٍ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ فَجَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَهُ إِلَى رُكْبَتِهِ وَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَحَجُّ الْبَيْتِ فَقَالَ صَدَقْتَ فَعَجِبْنَا مِنْهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. رواه ابن ماجح.
dari Umar ia berkata, "Kami duduk-duduk di samping Rasulullah ﷺ, lalu datanglah seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak nampak padanya bekas perjalanan jauh, dan tidak seorangpun dari kami mengenalnya. Dia lalu duduk di sisi Rasulullah ﷺ seraya menempelkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan kedua tangannya pada kedua pahanya. Orang itu lantas bertanya, "Wahai Muhammad, apakah Islam itu?" beliau menjawab, " bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadan dan melaksanakan haji ke baitullah." Ia berkata lagi, "Kamu benar." Maka kami pun merasa keheranan, ia yang bertanya dan ia pula yang membenarkannya. HR. Ibnu Majah 62

Hendaklah bulan ramadhan ini dijadikan ajang memperbaiki kesempurnaan tauhid karna ini pondasi aqidah seorang muslim dan menjaga shalat 5 waktu, karna shalat fardhu adalah amalan zhohir seorang hamba yang paling Allah taala cintai, Karna keduanya turut andil terhadap diterima atau tidaknya puasa seseorang.

{ وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ }
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas (memurnikan tauhid dan lillahi taala) menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).[Surat Al-Bayyinah: 5]

 الْوَلِيدُ بْنُ الْعَيْزَارِ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ حَدَّثَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَشَارَ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
 Abu 'Amru Asy Syaibani berkata, "Pemilik rumah ini menceritakan kepada kami -seraya menunjuk rumah 'Abdullah - ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Nabi ﷺ, "Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?" Beliau menjawab, "Shalat pada waktunya." 'Abdullah bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Kemudian berbakti kepada kedua orangtua." 'Abdullah bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Jihad fi sabilillah." HR. Bukhari 496

Hendaklah seorang muslim yang berpuasa memperbaiki niatnya berpuasa karna Allah taala, memohon keistiqamahan di atas ketaatan dan beramal sesuai sunnah nabi.


Hendaklah setiap muslim menjaga perintah yang diwajibkan dan meninggalkan yang di larang Allah taala. mengiringi setiap amalan wajib dengan amalan sunnah, bukan fokus kepada amalan sunnah lalu meninggalkan yang wajib.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah berfirman, 'Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia. HR. Bukhari 6021

 عن أبي هريرة. قال صلى الله عليه وسلم: "إنّ أوّلَ مَا يُحَاسَبُ النّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أعْمَالِهِمْ الصّلاَةُ، قال يقولُ رَبّنَا عَزّوَجَلّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أعْلَمُ: انْظُرُا في صَلاَةِ عَبْدِي أتَمّهَا أمْ نَقَصَهَا؟ فإنْ كَانَتْ تَامّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامّةً، وَإنْ كَانَ انتَقَصَ مِنْها شَيْئاً. قال: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِيَ مِنْ تَطَوّعٍ؟ فإنْ كَانَ لَهُ تَطَوّعٌ قال: أتِمّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوّعِهِ، ثُمّ تُؤْخَذُ الأعْمَالُ عَلَى ذَاكَ". رواه
Abu Hurairah berkata, "Wahai anak muda, maukah kamu kuceritakan suatu hadits?" kata Anas; kataku, "Ya, semoga Allah merahmati Anda." Yunus berkata, "Aku kira dia menyebutkan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Sesungguhnya yang pertama kali akan di hisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya, Allah Jalla wa 'Azza berfirman kepada malaikat -Dan Dia lebih mengetahui (amalan seseorang) -; "Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang? Sekiranya sempurna, maka catatlah baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan, Allah berfirman, "Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, "Cukupkanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya." Selanjutnya semua amal manusia di hisab dengan cara demikian." HR. Abu Daud 733


Berikut amalan yang disunnahkan bagi orang yang berpuasa

1. Ucapkan saya sedang berpuasa

Jika ada seseorang tidak suka dengan anda atau memusuhi anda, lalu mencela anda atau mengolok-olok anda maka hendaklah anda membalas keburukan orang tersebut dengan kebaikan dan mengatakan kepadanya:

إني صائم
Saya sedang berpuasa

2. Sahur

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur ." HR. Muslim 1836

سَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Sahurlah maka sesungguhnya pada sahur terdapat keberkahan. HR. Bukhari

3. Mengakhirkan makan sahur, sekitar 30-60 menit menjelang azan subuh.

وَكُلُوا۟ وَٱشۡرَبُوا۟ حَتَّىٰ یَتَبَیَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَیۡطُ ٱلۡأَبۡیَضُ مِنَ ٱلۡخَیۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّیَامَ إِلَى ٱلَّیۡلِۚ
Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. QS. Al-Baqarah: 187

هذا غاية للأكل والشرب والجماع، وفيه أنه إذا أكل ونحوه شاكا في طلوع الفجر فلا بأس عليه. وفيه: دليل على استحباب السحور للأمر، وأنه يستحب تأخيره أخذا من معنى رخصة الله وتسهيله على العباد. وفيه أيضا دليل على أنه يجوز أن يدركه الفجر وهو جنب من الجماع قبل أن يغتسل، ويصح صيامه، لأن لازم إباحة الجماع إلى طلوع الفجر، أن يدركه الفجر وهو جنب، ولازم الحق حق. ﴿ثم﴾ إذا طلع الفجر ﴿أتموا الصيام﴾ أي: الإمساك عن المفطرات ﴿إلى الليل﴾ وهو غروب الشمس.
Ini adalah batas akhir dibolehkan seseorang makan minum dan jima (hubungan badan). Dan jika seseorang makan atau lainnya sedangkan dia ragu perihal terbitnya fajar maka dia tidak berdosa baginya. Ini dalil disunnahkannya sahur dan disunnahkan juga mengakhirkan sahur mendekati waktu fajar, ini bentuk keringanan dan kemudahan yang diberikan Allah taala kepada hambaNya.

Ini juga dalil dibolehkan bagi yang telah sahur mendapati waktu fajar dan dia masih dalam kondisi junub belum mandi wajib, puasanya tetap sah, karena dibolehkan jima sebelum terbit fajar dan masih junub setelah terbit fajar.
Setelah terbit fajar, hendaklah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa hingga tenggelam matari (masuk waktu maghrib). Tafsir assady

عن زيد بن ثابت رضي الله عنهما قال: "تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ، قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً" رواه البخاري.
 Dari Zaid bin Tsabit radhiallahu’anhu berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Nabi ﷺ kemudian beliau pergi untuk melaksanakan shalat. Aku bertanya, “Berapa antara azan (Subuh) dan sahur?”. Dia menjawab, “Sebanyak ukuran bacaan lima puluh ayat”. HR. Bukhari

4. Menyegerakan berbuka puasa.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ عَجِّلُوا الْفِطْرَ فَإِنَّ الْيَهُودَ يُؤَخِّرُونَ
Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, “Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka bersegera dalam berbuka. Maka segerakanlah berbuka, sebab orang-orang Yahudi mengakhirkannya. " HR. Ibnu Majah 1688

 عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
dari Sahal bin Sa'ad bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Manusia senantiasa baik selama menyegerakan berbuka puasa. HR. Ahmad 21800


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا وَغَرَبَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ
Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika malam telah datang dari sana dan siang telah berlalu dari sana serta matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa sudah boleh berbuka ". HR. Bukhari 1818

Jika telah azan maghrib atau masuk waktu maghrib maka segeralah berbuka dengan makanan ringan.

5. Memberi makan orang berpuasa, membantu pengadaan buka puasa, memberi air minum

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun” HR. Shahih At-Tirmidzi

عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ قَالَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ
Dari Sa’d bin ‘Ubadah ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi minum air." HR. An-Nasa’i (3605)

Termasuk mendapatkan pahala memberi makan orang berpuasa adalah siapa saja yg turut andil memasak makanan, mengantar makanan, membeli makanan dan lainnya.


6. Ketika berbuka membaca bismillah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ كَلَامٍ أَوْ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُفْتَحُ بِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَهُوَ أَبْتَرُ أَوْ قَالَ أَقْطَعُ
dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap perkataan atau urusan yang yang tidak dibuka dengan zikir kepada Allah maka dia cacat atau terputus."HR. Ahmad 8355

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحَمْدِ أَقْطَعُ
dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Semua perkara penting yang tidak dimulai dengan hamdalah adalah sia-sia (tidak diberkahi)." HR. Ibnu Majah 1884

مِنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ كُنْتُ فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
Dari ‘Umar bin Abu Salamah ia berkata; Dulu aku berada di pangkuan Rasulullah ﷺ, lantas tanganku memegang piring, maka beliau bersabda kepadaku, “Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” HR. Muslim 3767

Menyebut pujian atau perlindungan atas nama Allah: bismillah, auzubillah, alhamdullillah dll

7. Berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka kurma kering, jika tidak ada juga maka dengan air.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
dari Anas bin Malik dia berkata, Nabi ﷺ selalu berbuka dengan kurma basah sebelum shalat, jika beliau tidak mendapatinya, maka (beliau berbuka) dengan kurma kering dan jika tidak mendapatkan kurma kering, beliau berbuka dengan meneguk air tiga kali. Abu 'Isa berkata, ini merupakan hadits hasan gharib. Abu 'Isa berkata lagi, diriwayatkan juga bahwa Nabi ﷺ berbuka pada musim dingin dengan kurma dan pada musim panas dengan air. HR. At-Tirmidzi

8. Setelah memakan beberapa kurma atau makanan ringan lainnya lalu minum air, hendaklah mengucapkan doa

ذهب الظمأ ، وابتلت العروق، وثبت الأجر إن شاء الله
Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan dan telah ditetapkan pahala in sya allah. HR. Abu Daud. 2010

9. Memperbanyak berdoa, sejak sahur hingga berbuka adalah waktu mustajabnya doa orang yang berpuasa, terutama ketika berbuka puasa. Maka perbanyaklah berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat dan doakan orang lain juga.

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ : الْإِمَامُ الْعَادِلُ ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ . رواه أحمد (8043)
3 jenis orang yang tidak tertolak doanya: pemimpin yang adil, orang berpuasa sampai berbuka, doanya orang terzolimi. HR. Ahmad

قال النووي رحمه الله : " يُسْتَحَبُّ لِلصَّائِمِ أَنْ يَدْعُوَ فِي حَالِ صَوْمِهِ بِمُهِمَّاتِ الْآخِرَةِ وَالدُّنْيَا لَهُ وَلِمَنْ يُحِبُّ وَلِلْمُسْلِمِينَ " انتهى من " المجموع " (6/ 375) .
Berkata imam annawawi rahimahullah: disunnahkan bagi orang berpuasa memperbanyak doa yang memberi manfaat bagi akhirat dan dunianya, medoakan orang yang dia sayangi dan kaum muslimin. Al-majmu’ 6/375


10. Memperbanyak membaca alquran dan berzikir, baik di mesjid maupun di luar masjid

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡیَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِیضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرࣲ فَعِدَّةࣱ مِّنۡ أَیَّامٍ أُخَرَۗ یُرِیدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡیُسۡرَ وَلَا یُرِیدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُوا۟ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. QS. Al-Baqarah. 185

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ يَعْرِضُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً فَعَرَضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي الْعَامِ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ وَكَانَ يَعْتَكِفُ كُلَّ عَامٍ عَشْرًا فَاعْتَكَفَ عِشْرِينَ فِي الْعَام الَّذِي قُبِضَ فِيهِ
dari Abu Hurairah ia berkata, "Biasa Jibril mengecek bacaan Al-Qur'an Nabi ﷺ sekali pada setiap tahunnya. Namun pada tahun wafatnya Rasulullah ﷺ, Jibril melakukannya dua kali. Dan beliau Rasulullah ﷺ beriktikaf sepuluh hari pada setiap tahunnya. Sedangkan pada tahun wafatnya, beliau beriktikaf selama dua puluh hari." HR. Bukhari. 4614

11. Itikaf dan mengejar lalilatul qadar pada 10 hari terakhir ramadhan

Pada 10 hari terakhir Ramadhan hendaklah semakin ditingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah seperti itikaf dan mengejar keutamaan ibadah pada malam lailatul qadar pada tanggal-tanggal ganjil 10 terakhir Ramadhan bukan malah makin kendor dan sibuk dengan perkara duniawi yang melalaikan dari ibadah.

لَیۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَیۡرࣱ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرࣲ 
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. [Surat Al-Qadar: 3]

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
dari Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang menegakkan Lailatulqadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lampau. HR. Bukhari

وَلَا تُبَـٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمۡ عَـٰكِفُونَ فِی ٱلۡمَسَـٰجِدِۗ
Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf di dalam mesjid. [Surat Al-Baqarah: 187]

ودلت الآية على مشروعية الاعتكاف، وهو لزوم المسجد لطاعة الله [تعالى]، وانقطاعا إليه، وأن الاعتكاف لا يصح إلا في المسجد. ويستفاد من تعريف المساجد، أنها المساجد المعروفة عندهم، وهي التي تقام فيها الصلوات الخمس. وفيه أن الوطء من مفسدات الاعتكاف.
Ayat ini menunjukkan atas disyariatkan itikaf, yaitu melazimkan diri berada di mesjid untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah taala, dan hendaklah berkesinambungan (tetap berada di mesjid, tidak keluar kecuali sebentar untuk hajat yang diperlukan). Itikaf tidak sah kecuali di dalam masjid yang di tegakkan shalat 5 waktu berjamaah dan jima termasuk salah satu pembatal itikaf. Tafsir assady

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ السُّنَّةُ عَلَى الْمُعْتَكِفِ أَنْ لَا يَعُودَ مَرِيضًا وَلَا يَشْهَدَ جَنَازَةً وَلَا يَمَسَّ امْرَأَةً وَلَا يُبَاشِرَهَا وَلَا يَخْرُجَ لِحَاجَةٍ إِلَّا لِمَا لَا بُدَّ مِنْهُ وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا بِصَوْمٍ وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا فِي مَسْجِدٍ جَامِعٍ
dari Aisyah bahwa ia berkata; yang disunahkan atas orang yang beriktikaf adalah tidak menjenguk orang yang sedang sakit, serta tidak mengiringi jenazah serta tidak menyentuh wanita, tidak bercampur dengannya dan tidak keluar untuk suatu keperluan kecuali karena sesuatu yang harus ia lakukan. Dan tidak ada itikaf kecuali disertai puasa dan tidak ada itikaf kecuali di Masjid yang padanya dilakukan shalat Jumat. HR. Abu Daud. 2115

12. Shalat tarawih dan witir pada malam bulan ramadhan

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. رواه البخاري
Bahwasanya rasulullah shallallahu alahi wa salam bersabda: barangsiapa menghidupkan amal sholeh di bulan ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan ganjaran ma diampuni dosanya yang telah lampau. HR. Bukhari

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
"Sesungguhnya apabila seseorang shalat (malam) bersama imam hingga selesai, maka akan di catat baginya seperti bangun (untuk mengerjakan shalat malam) semalam suntuk." HR. Abu Daud 1167


13. Memperbanyak sedekah dan berbuat kebaikan.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الصَّوْمِ أَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ فَقَالَ شَعْبَانُ لِتَعْظِيمِ رَمَضَانَ قِيلَ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
Anas dia berkata, Nabi ﷺ ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadan, beliau menjawab, “Bulan Syakban untuk memuliakan Ramadan, “ Beliau ditanya lagi, lalu Shadaqah apa yang paling utama? Beliau menjawab, “Shadaqah di bulan Ramadan." HR. At-Tirmidzi 599

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
Dari Aisyah, berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, “Jagalah diri kalian dari neraka walau hanya dengan (bersedekah) separuh kurma." HR. Ahmad 23906

 یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَیِّبَـٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّاۤ أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِۖ وَلَا تَیَمَّمُوا۟ ٱلۡخَبِیثَ مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بِـَٔاخِذِیهِ إِلَّاۤ أَن تُغۡمِضُوا۟ فِیهِۚ وَٱعۡلَمُوۤا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِیٌّ حَمِیدٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji. QS. Al-Baqarah: 267

14. Mempelajari alquran

فروى البخاري (6) ، ومسلم (2308) عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: " كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ " .
Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma berkata, bahwa Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan dan terutama pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril ‘alaihissalam mendatanginya dan Jibril ‘alaihissalam mendatanginya setiap malam dari bulan Ramadan, dia mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau ﷺ.maka rasulullah shallallahu alahi wa sallam adalah orang terdepan dalam melakukan kebaikan melebihi angin yang berembus. HR. Bukhari-Muslim

Dalil ini menunjukkan keutamaan memperbanyak sedekah dan membaca alquran diluar ramadhan terlebih lagi pada bulan ramadhan.

15. Tidak menyia-nyiakan waktu pada perkara yang tidak memberi manfaat terhadap dirinya, dan terkadang memberi dampak buruk terhadap puasa.

عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
dari Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." HR. Malik. 1402

seperti
• banyak tidur
• main game
• tontonan yang berisi musik, aurat wanita dan pelanggaran lainnya
• pacaran
• bercanda berlebihan
• puasa hanya niatnya hanya untuk berburu dan mengkonsumsi berbagai macam makanan dan minuman
• dan sebagainya.

Referensi bacaan Al-Qur’an, tafsir assady, hisnul muslim, ensiklopedi hadist kubut tis’ah, islamweb.net dan islamqa.info

Allahu alam, semoga bermanfaat

Ditulis oleh Atri Yuanda ibnu mahyudin elbariamany
selengkapnya »
Sahkah puasa muslimah konsumsi obat pemutus keluar darah haid ? Syeikh Bin Baz rahimahullah

Sahkah puasa muslimah konsumsi obat pemutus keluar darah haid ? Syeikh Bin Baz rahimahullah

Jika wanita menggunakan sesuatu yang dapat memutus keluarnya darah haid, seperti konsumsi obat atau di suntik. Maka terputuslah darah (berhenti keluar darah haid) setelah penggunaan obat atau di suntik, hendaklah dia mandi wajib.

Maka sesungguhnya muslimah tersebut beramal (mengerjakan ibadah wajib) sebagaimana biasanya wanita muslimah yang telah suci. sholatnya dan puasanya pun sah.

Kitab majmu alfatawa 15/200
Translate by Atri Yuanda ibnu Mahyudin Elbariamany
selengkapnya »
Beranda