.widget img{ max-width:100%; height:auto;} -->
Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
Perhatikan dari siapa kalian mengambil ilmu Agama islam

Perhatikan dari siapa kalian mengambil ilmu Agama islam

Perhatikan dari siapa kalian mengambil ilmu Agama islam

قال الإِمَامُ مَالِك رحمه الله : ( أن هذا العلم ، هو لحمك ، ودمك ، وعنه تسأل يوم القيامة ، فانظر عمن تأخذه ) [الخطيب في الكفاية (21)]
berkata imam malik rahimahullah: sesungguhnya ilmu ini (mempelajari aqidah dan syariat islam) adalah daging anda dan darah anda, kelak pada hari kiamat anda akan ditanya maka perhatikan dari siapa anda mengambilnya (mempelajarinya). [alkhatib fil kafayah. 21]

قال ابن سيرين رحمه الله : «إنّ هذا العلم دين فانظروا عمّن تأخذون دينكم» رواه مسلم
berkata ibnu sirin rahimahullah: sesungguhnya ilmu ini (bagian dari) agama islam maka perhatikan dari siapa kalian mengambil (mempelajari) agama kalian. [HR. Muslim]

قال الإمام ابن العربي رحمه الله : " فما زال السلف يزكون بعضهم بعضًا ويتوارثون التزكيات خلفًا عن سلف، وكان علماؤنا لا يأخذون العلم إلا ممن زُكِّي وأخذ الإجازة من أشياخه". الجنوب ص4
berkata ibnul araby rahimahullah: para salaf terdahulu tetap (terus menerus) saling merekomendasikan kepada sebagian lain ke sebagian lainnya dan saling mewariskan kepada (penuntut ilmu) setelah mereka, kepada siapa mereka rekomendasi untuk belajar dari kalangan para salaf. dahulu para ulama kita, mereka tidaklah mengambil ilmu kecuali kepada siapa saja yang telah direkomendasikan dan telah memperoleh ijazah (izin mengajar) dari guru-gurunya. [al-janubu hal. 4]

قال البربهاري رحمه الله: و احذر ثم احذر أهل زمانك خاصة، و انظر من تجالس و ممن تسمع، ومن تصحب، فإن الخلق كأنهم في ردة، إلا من عصمه الله منهم . الأثر رقم 150 شرح السنة للبربهاري
berkata al-barbahary rahimahullah: peringatkan kemudian teruslah peringatkan masyarakat di masa anda, dan hendaklah anda perhatikan dengan siapa anda bermajlis dan dengan siapa anda menyimak ilmu dan dengan siapa anda berteman. maka sesungguhnya (terdapat segolongan) manusia seakan akan telah murtad (akibat salah memilih dalam bermajlis dan berteman), kecuali orang-orang yang Allah telah lindungi/jaga mereka dari (pengaruh buruk) mereka. [alatsar no 150 syarwh assunnah lilbarbahary]

translate by atri yuanda bin mahyudin elpariamany 
selengkapnya »
Adab ketika diajak ke rumah dalam rangka sungkan

Adab ketika diajak ke rumah dalam rangka sungkan

ketika diundang ke rumah dalam rangka sungkan

Berkata syeikh ibnu utsaimin rahimahullah: 

jika seseorang ditawarkan/diajak/diundang masuk ke rumah orang lain untuk makan-makan dan dia tahu (yang diajak ini) bahwasanya ajakan tersebut hanyalah sebagai bentuk rasa sungkan maka yang diajak tidak boleh menerima ajakan tersebut dan tidak boleh baginya untuk ikut masuk. 

dan perkara ini banyak terjadi, (seperti) seorang pria keluar dari rumahnya untuk kegiatan tertentu lalu tiba-tiba dia berpas-pasan bertemu temannya di depan pintu rumahnya. pemilik rumah berkata kepadanya: silahkan masuk/singgah sejenak. (pemilik rumah lakukan ini) sebagai bentuk rasa sungkan bukan dalam rangka memuliakan tamunya. maka dilarang baginya untuk menyambut ajakan tersebut untuk masuk, karena yang dilakukan pemilik rumah hanya sungkan (beramah tamah).

catatan admin 
sungkan : rasa malu, merasa tidak enak hati, hanya untuk sapaan ramah tamah, rasa segan.

soource التعليق على كتاب القواعد و الأصول الجامعة ص ٤٢ 
translate by atri yuanda bin mahyudin elpariamany 

teks asli

--------------------
فائدة نادرة من آداب الزيارة
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله : " إذا عُرض على شخص الدخول في البيت ليطعم، وهو يعرف أنه إنما عُرض ذلك عليه حياء ،فلا يُجيب، ولا يجوز له أن يُجيب ،وهذه تقع كثيرا يخرج الرجل من بيته لشغل وإذا بصاحبه يصادفه عند الباب فيقول له: تفضل، حياءً لايقصد إكرامه ،فيحرم عليه الإجابة لأنه إنما فعل ذلك حياء ". (التعليق على كتاب القواعد و الأصول الجامعة ص ٤٢ )
selengkapnya »
Apakah menyentuh istri membatalkan wudhu ? | syeikh bin baz rahimahullah

Apakah menyentuh istri membatalkan wudhu ? | syeikh bin baz rahimahullah

Apakah menyentuh istri membatalkan wudhu ?

jawaban 

yang benar adalah bahwasanya (menyentuh istri, kulit dengan kulit seperti berjabat tangan) tidak membatalkan wudhu, baik kepada istri maupun selainnya. dengan syarat tidak disertai syahwat yang berujung keluarnya cairan nikmat dari kemaluan pria maupun wanita, hanya sekedar menyentuh atau mencium.

dahulu nabi shallallahu alahi wa salam mencium sebagian istrinya lalu melaksanakan shalat dan tidak mengulang wudhu, adapun firman Allah taala.

أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ [النساء:43]
atau kalian menyentuh wanita. qs.annisa. 43

maksud ayat ini adalah hubungan badan suami istri, bukan sekedar bersentuhan fisik saja. adapun menyentuh istri, menciumnya, berjabat tangan atau sejenisnya maka tidaklah membatalkan wudhu secara mutlak, dan ini yang rajih dari berbagai pendapat ulama (paling mendekati kebenaran menurut syeikh bin baz rahimahullah)

referensi binbaz.org.sa

translate by atri yuanda bin mahyudin elpariamany 

catatan admin
1. ada khilaf para ulama hadist perihal keshahihan hadist nabi mencium istrinya
2. dalam pembahasan menyentuh wanita, para ulama mazhab terdapat perbedaan pendapat yang diperinci dan in sya allah akan dibahas pada artikel berikutnya
selengkapnya »
apa itu riya dan tanda-tandanya ?

apa itu riya dan tanda-tandanya ?

apa itu riya dan tanda-tandanya ?

telah berkata syeikh sholeh alfauzan hafizahullah : "riya adalah seseorang beramal sholeh tujuannya agar manusia melihatnya lalu mereka memujinya. riya menghapus pahala amalan tersebut dan pelakunya (jika tidak bertaubat) kelak akan diberi siksa. riya merupakan sesuatu yang dirasakan oleh hati dan nabi shallallahu alahi wa sallam menamainya dengan assyirkul qhofy (syirik yg tersembunyi)."

dan diantara ciri-cirinya adalah seseorang akan lebih bersemangat dalam beribadah jika ada manusia yang melihatnya dan tatkala manusia tidak melihatnya, dia akan meninggalkan amal sholeh (dikeadaan lain, dia bermalas malasan untuk beribadah).

adapun orang yang diuji dengan penyakit riya, maka hendaklah orang yang berkompeten menasehati dari hati ke hati untuk....

1. menasehatinya agar takut kepada adzab Allah taala.

2. mengingatkan kembali bahwa hatinya harus sepenuhnya hanya karna Allah dalam beramal sholeh.

3. memberitahukan bahwa kerasnya hukuman yang Allah taala siapkan kepada pelaku riya.

4. memperingatkan bahwasanya amalannya tersebut hanya memperoleh kelelahan fisik tanpa memberi faedah (tidak dapat pahala dan terancam mendapatkan adzab)

5. memberitahunya bahwa orang-orang yang dia harapkan pujian dari mereka atas amal sholeh dia kerjakan kelak mereka akan mencelamu, membencimu dan mereka tidak memberimu manfaat sedikitpun.

syeikh fauzan hafizahullah ditanya : (penanya) aku telah membaca beberapa buku bahwa diantara tanda-tanda penyakit riya adalah semakin kuat imam seseorang jika dia berada dekat orang-orang atau jamaah (talim, ikhwan dll) namun iman melemah  jika sendirian, dan saya sebenarnya terkadang shalat dan terkadang tidak shalat (sunnah), saya lakukan itu bukan bermaksud riya akan tetapi keberadaan saya dekat para ikhwan (sahabat seiman) menjadikan saya lebih semangat beramal sholeh ketika saya melihat mereka melaksanakan shalat. mohon penjelasannya dalam perkara ini, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

jawaban

ini bukanlah riya, ini bagian dari menteladani orang-orang yg memiliki kebaikan pada diri mereka.

almuntaqa min fatawa alfauzan (12/4)

translate by atri yuanda bin mahyudin elpariamany
~~~~~~~~~~~~
ما هو الرياء و ما هي علامته

قال الشيخ صالح الفوزان - حفظه الله -  : الــــريــــاء :  هو أن يعمل الإنسان العمل الصالح لأجل أن يراه الناس فيمدحوه, وهو محبط للعمل ، وموجب للعقاب ، وهو شيء في القلب , وقد سماه النبي ﷺ [ الشرك الخفي ]

ومــــن عــــلامــــاتــــه : أن ينشط الإنسان في العمل إذا كان يراه الناس ، وإذا كانوا لا يرونه ؛ ترك العمل .

والذي يبتلى بالرياء :  يُنصح بالخوف من الله ، ويذكر باطلاع الله على ما في قلبه ، وشدة عقوبته للمرائين ، وبأن عمله سيكون تعبا بلا فائدة ، وبأن الناس الذين عمل من أجل مدحهم سيذمونه ويمقتونه ولا ينفعونه بشيء "

سُئل الشيخ : قرأت في بعض الكتب أن من علامات الرياء أن يقوى إيمان الشخص إذا كان عند أشخاص أو جماعة، ويضعف إذا كان لوحده، وأنا في الحقيقة أحيانًا أصلي وأحيانًا لا أصلي، وأنا لا أقصد بذلك الرياء، ولكن وجودي مع إخواني يجعلني أنشط عندما أراهم يصلون . أرجو أن توضحوا هذا الأمر وجزاكم الله خير .

فأجابه: هذا ليس من الرياء، هذا من الاقتداء بأهل الخير

📚 [ المنتقى من فتاوى الفوزان " (12 /4) ]
selengkapnya »
hukum mencela Allah dan Muhammad Rasulullah ّ| syeikh Sholeh Fauzan hafizahullah

hukum mencela Allah dan Muhammad Rasulullah ّ| syeikh Sholeh Fauzan hafizahullah

hukum mencela Allah dan Muhammad Rasulullah

Pertanyaan terakhir, Penanya berkata : “apa hukum ada orang berkata, adapun seseorang mencela Allah atau rasul-Nya, hendaklah kita perinci dahulu. Apakah ucapan kufurnya sengaja dari hati atau terucap namun tidak bermaksud di hatinya. 

Jawaban

Jika pelaku berakal sehat dan tahu konsekuensi ucapannya, maka tidak diberi udzur kepadanya, dia telah murtad dan kafir serta diharuskan dia bertaubat (nasuha) kepada Allah ta’ala dan bersegera bertaubat.

Adapun akalnya tidak sehat (seperti orang gila) dan jahil (tidak mengerti hukum seperti anak-anak) atas apa yang dia ucapkan maka tidak apa-apa karena dia tidak mengerti atau tidak sengaja mengucapkan (ada udzur syar’I, namun tetap dinasehati agar tidak terulang)

translate by atri yuanda bin mahyudin elpariamany

selengkapnya »
takut mati apakah sifat yang baik ? | syeikh Utsman Shaleh Ali Al-Makky

takut mati apakah sifat yang baik ? | syeikh Utsman Shaleh Ali Al-Makky

takut mati apakah sifat yang baik ? | syeikh Utsman Shaleh Ali Al-Makky

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, segala puji kepada Allah pemilik alam semesta. sholawat dan salam kepada nabi yang paling mulia dan penghulunya para nabi, nabi kita Muhammad shallallahu alahi wa salam, keluarganya, sahabatnya dan siapa saja yang mengikhlaskan diri untuk senantiasa berpegang teguh kepada sunnah beliau. Amma badu 

Takut kepada kematian adalah sifat yang baik, takut kepada kematian dan apa yang terjadi setelah kematian, apa yang dia akan dapati (akibat perbuatannya di dunia) ketika di kubur dan pada hari kiamat, Ini sifat yang baik akan tetapi sifat yang baik ini haruslah memberikan manfaat yang baik pula untuk kita, sifat yang merespon untuk memperbaiki amalan, berbaik sangka dan siap-siap menuju kampung akhirat.

Jangan malah berputus asa dari rahmat Allah, banyak berangan-angan dan terlalu gelisah, maka hendaklah kita jauhkan cara pandang seperti ini.

Jika kita takut dan cemas terhadap kematian maka perbanyaklah beramal shalih, berbuat baik kepada manusia, jika kita punya orang tua yang masih hidup maka berbaktilah, karena yang akan menemani kita di kubur adalah amalan shalih kita, maka dari sekarang hendaklah kita mulai mempersiapkan yang akan menemani kita di dalam kubur.

Hendaklah mulai dari sekarang kita berbekal dan mempersiapkannya, dan memberikan perhatian lebih besar porsinya daripada yang lainnya, agar amal shalih yang menemani kita di kubur (bukan sebaliknya)in sya allah.

Dan sholawat selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan siapa saja yang mengikhlaskan diri untuk senantiasa berpegang teguh kepada sunnah beliau.

translate by atri yuanda bin mahyudin elpariamany

selengkapnya »
Beranda