.widget img{ max-width:100%; height:auto;}
Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
Hukum memakai Inai bagi wanita dan pria

Hukum memakai Inai bagi wanita dan pria


Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya "Apa hukum bagi laki laki memakai Inai pada momen pernikahan ?"

Maka syeikh menjawab:

Pria dilarang memakai Inai dalam rangka momen pernikahan atau selain itu. Dikarenakan memakai Inai adalah kekhususan wanita. Maka jika pria memakai ini jatuh kepada menyerupai wanita. Laki-laki Menyerupai wanita termasuk dosa besar dan begitu juga sebaliknya wanita menyerupai laki laki termasuk dosa besar.

Maka kesimpulannya: lelaki mewarnai kulit/kuku dengan Inai atau selainnya dalam rangka pernikahan atau selainnya maka hukumnya haram. Bahkan termasuk dosa besar dikarenakan menyerupai kebiasaan wanita. (Fatawa nur alas darbi 415-416/11)

Adapun memberi warna rambut dengan inai bagi pria tidaklah dilarang, sebagaimana terdapat dalam riwayat Tirmidzi (1753) dari abu Dzar Radhiyallahu Anhu dari nabi shalallahu alaihi wa salam berkata (sesungguhnya Yang paling baik digunakan untuk menyemir rambut yang ada uban dengan daun Inai dan daun katam) dan dishahihkan oleh syeikh Albani rahimahullah di shahih At-Tirmidzi.

Dan adapun penggunaan Inai yang diletakkan pada bagin tertentu pada tubuh dalam rangka penyembuhan penyakit yang benar memberi manfaat maka dibolehkan bagi pria dan wanita.

(Fatwa allajnah addaimah 108/24

Diterjemahkan oleh Atri Yuanda Ibnu Mahyudin Elbariamany

📌ﺳﺌﻞ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺗﺨﻀﻴﺐ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎﺀ ﻓﻲ ﻣﻨﺎﺳﺒﺎﺕ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ؟

ﻓﺄﺟﺎﺏ :
" ﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﺨﺘﻀﺐ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎﺀ ﻓﻲ ﻣﻨﺎﺳﺒﺔ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﻣﻨﺎﺳﺒﺔ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ؛ ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﺍﻟﺨﻀﺎﺏ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎﺀ ﻣﻦ ﺧﺼﺎﺋﺺ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ، ﻓﺈﺫﺍ ﻓﻌﻠﻪ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻛﺎﻥ ﻣﺘﺸﺒﻬﺎ ﺑﺎﻟﻤﺮﺃﺓ ، ﻭﺗﺸﺒﻪ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﺎﻟﻤﺮﺃﺓ ﻛﺒﺎﺋﺮ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ، ﻛﻤﺎ ﺃﻥ ﺗﺸﺒﻪ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺑﺎﻟﺮﺟﻞ ﻣﻦ ﻛﺒﺎﺋﺮ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ...

ﻭﺧﻼﺻﺔ ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ﺃﻥ ﺧﻀﺎﺏ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺑﻤﻨﺎﺳﺒﺔ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻩ ﻣﺤﺮﻡ ، ﺑﻞ ﻣﻦ ﻛﺒﺎﺋﺮ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ؛ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺸﺎﺑﻬﺔ ﺑﺎﻟﻨﺴﺎﺀ " ﺍﻧﺘﻬﻰ . 📚( ﻓﺘﺎﻭﻯ ﻧﻮﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﺭﺏ 416-415 /11 ‏) 

ﺃﻣﺎ ﺧﻀﺎﺏ ﺍﻟﺸﻌﺮ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎﺀ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺑﻪ ؛ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ‏( 1753 ‏) ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺫَﺭٍّ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ‏( ﺇِﻥَّ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﻣَﺎ ﻏُﻴِّﺮَ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴْﺐُ ﺍﻟْﺤِﻨَّﺎﺀُ ﻭَﺍﻟْﻜَﺘَﻢُ ‏) . ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ " ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ " .

ﻭﺃﻳﻀﺎ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﺤﻨﺎﺀ ﺑﻮﺿﻌﻪ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺠﺴﻢ ﻟﻠﻌﻼﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺮﺽ  ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻓﺎﺋﺪﺓ ﻓﻬﻮ ﺟﺎﺋﺰ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺀ " ﺍﻧﺘﻬﻰ .

📚(ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ ﺍﻟﺪﺍﺋﻤﺔ 24/108)
selengkapnya »
Bolehkah wanita menawarkan dirinya untuk dinikahi

Bolehkah wanita menawarkan dirinya untuk dinikahi

Berkata syeikh Bin Baz rahimahullah: begitu juga seandainya seorang wanita menginginkan calon suami yang Sholeh maka dia berkata wahai Fulan "saya mencintai anda karena Allah, dan saya tidak keberatan jika anda melamar saya langsung ke ayah saya". Perbuatan wanita ini tidak apa apa (menurut timbangan syariat Islam)

Syarah kitab nikah dari shahih Bukhari 80/9

catatan
Diajak nikah Yach bukan pacaran atau selingkuh (bagi yang sudah menikah).

ada yang nanya: Yg sdh menikah ngk boleh ya uztad ..hehee

jawaban
Boleh buk menikah lagi. kalau sudah mampu dalam hal zhohir. Ini pun tergantung keadaan si laki2, hukumnya bisa jadi makhruh, mubah, dianjurkan atau bahkan wajib
selengkapnya »
Bantu pembebasan lahan untuk rumah Qur'an agar kedepannya tidak menyewa lagi

Bantu pembebasan lahan untuk rumah Qur'an agar kedepannya tidak menyewa lagi

Beberapa hari lalu saya Mengunjungi Rumah Qur'an go hijrah binaan ustadz Muhammad Al Amin hafizahullah, beliau adik kelas saya ketika kuliah di Assunnah medan. Rq ini juga merupakan salah satu basis dakwah salaf di duri. Alhamdulillah

Link video kunjungan

Alhamdulillah di rumah kontrakan saya, telah memulai juga rumah Qur'an untuk anak anak sekitar.

Salah satu dokumen kegiatan rumah Qur'an Miftahul Jannah jayamukti binaan saya.

Harapan kedepannya juga punya basis dakwah permanen tidak menyewa lagi untuk mengajarkan alquran dan Sunnah nabi shalallahu alaihi wa salam sesuai manhaj salaf di kota Dumai.

Rumah quran binaan saya harapan kedepannya juga punya program anak mondok non formal dengan biaya terjangkau dan kalau bisa diusahakan gratis bagi anak yang tidak mampu sebagaimana dulu saya awal hijrah belajar agama juga gratis di Bukittinggi hingga tamat kuliah di Assunnah. Alhamdulillah

Program mondok ini diharapkan si anak punya bekal dasar Al-Qur'an, aqidah, bahasa Arab dll untuk bisa lanjut ke pondok pilihannya atau kuliah.

Selain itu akan dijadikan basis dakwah online yang saya kerjakan dan pembinaan muallaf karna termasuk bagian dari yayasan pembinaan muallaf Riau cabang Dumai.

Semoga Allah arrahman mudahkan niat baik ini


--------
Tahap awal adalah mencari rumah sederhana dengan lahan minimal 30x15, estimasi dana dibutuhkan 150 juta rupiah

Sisa lahan kosong ukuran 15x15 akan dibangun 2 lantai ruangan. 2 lantai bawah untuk belajar, salah satunya juga berfungsi untuk musholla dan 2 lantai di atas dijadikan asrama bagi anak yang mau mondok.

Mari sisihkan sedikit harta anda untuk program dakwah yang akan saya kembangkan dikota Dumai.

Salurkan ke 7131986461 BSM/BSI a/n atri yuanda

Profil saya klik disini

Atas partisipasinya saya ucapkan jazakumullahu khairan

Update infak masuk
- 0

Konfirmasi transfer atau informasi lebih lanjut klik https://wa.me/6285362377198

📡 Share = amal jariah
selengkapnya »
Al-Qur'an Perintahkan mengeluarkan harta di jalan Allah dan melarang berlaku pelit/bakhil

Al-Qur'an Perintahkan mengeluarkan harta di jalan Allah dan melarang berlaku pelit/bakhil

Bismillah, pada artikel singkat ini. Saya mengumpulkan beberapa ayat dalam Al-Qur'an berkaitan tentang seruan Allah taala kepada kaum muslimin dan muslimat untuk mengeluarkan harta yang dititipkan Allah kepada kita semua.

Baik berupa zakat yang diwajibkan kepada golongan yang telah masuk kriteria wajib zakat maupun sedekah.

Titipan harta yang kita miliki terdapat hak orang lain yang membutuhkan serta larangan berbuat Bakhil/pelit atau menahan hak orang lain dikarenakan keserakahan diri sendiri yang tentunya imbas buruknya adalah kepada pelaku sendiri Yang telah menzolimi dirinya sendiri.


Dalil perintah mengeluarkan harta di jalan Allah

 لَّا خَیۡرَ فِی كَثِیرࣲ مِّن نَّجۡوَىٰهُمۡ إِلَّا مَنۡ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوۡ مَعۡرُوفٍ أَوۡ إِصۡلَـٰحِۭ بَیۡنَ ٱلنَّاسِۚ وَمَن یَفۡعَلۡ ذَ ٰ⁠لِكَ ٱبۡتِغَاۤءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوۡفَ نُؤۡتِیهِ أَجۡرًا عَظِیمࣰا
Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar. QS. An-Nisa' 114

وَفِیۤ أَمۡوَ ٰ⁠لِهِمۡ حَقࣱّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ
Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta. QS. Azzariyat: 19

وَٱلَّذِینَ فِیۤ أَمۡوَ ٰ⁠لِهِمۡ حَقࣱّ مَّعۡلُومࣱ 0 لِّلسَّاۤىِٕلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ
Dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, Bagi orang (miskin) yang meminta dan tidak meminta, QS. Al-Ma'arij 24-25

وَأَنفِقُوا۟ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلۡقُوا۟ بِأَیۡدِیكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ وَأَحۡسِنُوۤا۟ۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ
Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. QS. Albaqoroh: 195

یَسۡـَٔلُونَكَ مَاذَا یُنفِقُونَۖ قُلۡ مَاۤ أَنفَقۡتُم مِّنۡ خَیۡرࣲ فَلِلۡوَ ٰ⁠لِدَیۡنِ وَٱلۡأَقۡرَبِینَ وَٱلۡیَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِینِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِیلِۗ وَمَا تَفۡعَلُوا۟ مِنۡ خَیۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِیمࣱ
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Qs. Al-Baqarah 215

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقۡنَـٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن یَأۡتِیَ یَوۡمࣱ لَّا بَیۡعࣱ فِیهِ وَلَا خُلَّةࣱ وَلَا شَفَـٰعَةࣱۗ وَٱلۡكَـٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim. QS. Albaqoroh: 254

مَّثَلُ ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ أَمۡوَ ٰ⁠لَهُمۡ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِی كُلِّ سُنۢبُلَةࣲ مِّا۟ئَةُ حَبَّةࣲۗ وَٱللَّهُ یُضَـٰعِفُ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَٱللَّهُ وَ ٰ⁠سِعٌ عَلِیمٌ
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. QS. Albaqoroh: 261

ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ أَمۡوَ ٰ⁠لَهُمۡ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا یُتۡبِعُونَ مَاۤ أَنفَقُوا۟ مَنࣰّا وَلَاۤ أَذࣰى لَّهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ
Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang diinfakkannya itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Qs. Al-Baqarah 262

۞ قَوۡلࣱ مَّعۡرُوفࣱ وَمَغۡفِرَةٌ خَیۡرࣱ مِّن صَدَقَةࣲ یَتۡبَعُهَاۤ أَذࣰىۗ وَٱللَّهُ غَنِیٌّ حَلِیمࣱ
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun. Qs. Al-Baqarah 263

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبۡطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِی یُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَاۤءَ ٱلنَّاسِ وَلَا یُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفۡوَانٍ عَلَیۡهِ تُرَابࣱ فَأَصَابَهُۥ وَابِلࣱ فَتَرَكَهُۥ صَلۡدࣰاۖ لَّا یَقۡدِرُونَ عَلَىٰ شَیۡءࣲ مِّمَّا كَسَبُوا۟ۗ وَٱللَّهُ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَـٰفِرِینَ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekah kamu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. QS. Al-Baqarah 264

وَمَثَلُ ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ أَمۡوَ ٰ⁠لَهُمُ ٱبۡتِغَاۤءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِ وَتَثۡبِیتࣰا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ كَمَثَلِ جَنَّةِۭ بِرَبۡوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلࣱ فَـَٔاتَتۡ أُكُلَهَا ضِعۡفَیۡنِ فَإِن لَّمۡ یُصِبۡهَا وَابِلࣱ فَطَلࣱّۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِیرٌ
Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya karena mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Qs. Al-Baqarah 265

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَیِّبَـٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّاۤ أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِۖ وَلَا تَیَمَّمُوا۟ ٱلۡخَبِیثَ مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بِـَٔاخِذِیهِ إِلَّاۤ أَن تُغۡمِضُوا۟ فِیهِۚ وَٱعۡلَمُوۤا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِیٌّ حَمِیدٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji. QS. Al-Baqarah 267

لِلۡفُقَرَاۤءِ ٱلَّذِینَ أُحۡصِرُوا۟ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ لَا یَسۡتَطِیعُونَ ضَرۡبࣰا فِی ٱلۡأَرۡضِ یَحۡسَبُهُمُ ٱلۡجَاهِلُ أَغۡنِیَاۤءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعۡرِفُهُم بِسِیمَـٰهُمۡ لَا یَسۡـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلۡحَافࣰاۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنۡ خَیۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِیمٌ
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Qs. Al-Baqarah 273

ٱلشَّیۡطَـٰنُ یَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَیَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَاۤءِۖ وَٱللَّهُ یَعِدُكُم مَّغۡفِرَةࣰ مِّنۡهُ وَفَضۡلࣰاۗ وَٱللَّهُ وَ ٰ⁠سِعٌ عَلِیمࣱ
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. QS.Al-Baqarah 268

وَمَاۤ أَنفَقۡتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوۡ نَذَرۡتُم مِّن نَّذۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ یَعۡلَمُهُۥۗ وَمَا لِلظَّـٰلِمِینَ مِنۡ أَنصَارٍ
Dan apa pun infak yang kamu berikan atau nazar yang kamu janjikan, maka sungguh, Allah mengetahuinya. Dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun. Qs. Al-Baqarah 270

إِن تُبۡدُوا۟ ٱلصَّدَقَـٰتِ فَنِعِمَّا هِیَۖ وَإِن تُخۡفُوهَا وَتُؤۡتُوهَا ٱلۡفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَیۡرࣱ لَّكُمۡۚ وَیُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَیِّـَٔاتِكُمۡۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِیرࣱ
Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan. Qs. Al-Baqarah 271

۞ لَّیۡسَ عَلَیۡكَ هُدَىٰهُمۡ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ یَهۡدِی مَن یَشَاۤءُۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنۡ خَیۡرࣲ فَلِأَنفُسِكُمۡۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبۡتِغَاۤءَ وَجۡهِ ٱللَّهِۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنۡ خَیۡرࣲ یُوَفَّ إِلَیۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari wajah Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan). QS.Al-Baqarah 272

لِلۡفُقَرَاۤءِ ٱلَّذِینَ أُحۡصِرُوا۟ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ لَا یَسۡتَطِیعُونَ ضَرۡبࣰا فِی ٱلۡأَرۡضِ یَحۡسَبُهُمُ ٱلۡجَاهِلُ أَغۡنِیَاۤءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعۡرِفُهُم بِسِیمَـٰهُمۡ لَا یَسۡـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلۡحَافࣰاۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنۡ خَیۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِیمٌ
(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui. Qs.Al-Baqarah 273

(ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ أَمۡوَ ٰ⁠لَهُم بِٱلَّیۡلِ وَٱلنَّهَارِ سِرࣰّا وَعَلَانِیَةࣰ فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. QS.Al-Baqarah 274

یَمۡحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَیُرۡبِی ٱلصَّدَقَـٰتِۗ وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِیمٍ
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa. QS. Al-Baqarah 276]

إِنَّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ
Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. QS. Al-Baqarah 277

وَإِن كَانَ ذُو عُسۡرَةࣲ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَیۡسَرَةࣲۚ وَأَن تَصَدَّقُوا۟ خَیۡرࣱ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. QS.Al-Baqarah 280

إِن تُقۡرِضُوا۟ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنࣰا یُضَـٰعِفۡهُ لَكُمۡ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِیمٌ
Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun, QS. Attaqabun: 17

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَـٰتُ لِلۡفُقَرَاۤءِ وَٱلۡمَسَـٰكِینِ وَٱلۡعَـٰمِلِینَ عَلَیۡهَا وَٱلۡمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمۡ وَفِی ٱلرِّقَابِ وَٱلۡغَـٰرِمِینَ وَفِی سَبِیلِ ٱللَّهِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِیلِۖ فَرِیضَةࣰ مِّنَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ عَلِیمٌ حَكِیمࣱ
Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk (yang berjihad) di jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. QS. At-Taubah 60

ٱلَّذِینَ یَلۡمِزُونَ ٱلۡمُطَّوِّعِینَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ فِی ٱلصَّدَقَـٰتِ وَٱلَّذِینَ لَا یَجِدُونَ إِلَّا جُهۡدَهُمۡ فَیَسۡخَرُونَ مِنۡهُمۡ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنۡهُمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِیمٌ
(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih. QS. At-Taubah 79

Dalil larangan berbuat Bakhil/pelit

وَلَا یَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِینَ یَبۡخَلُونَ بِمَاۤ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ هُوَ خَیۡرࣰا لَّهُمۖ بَلۡ هُوَ شَرࣱّ لَّهُمۡۖ سَیُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِۗ وَلِلَّهِ مِیرَ ٰ⁠ثُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِیرࣱ
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Qs. Ali 'Imran 180

ٱلَّذِینَ یَبۡخَلُونَ وَیَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبُخۡلِ وَیَكۡتُمُونَ مَاۤ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَأَعۡتَدۡنَا لِلۡكَـٰفِرِینَ عَذَابࣰا مُّهِینࣰا
(yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan. Qs. An-Nisa' 37

هَـٰۤأَنتُمۡ هَـٰۤؤُلَاۤءِ تُدۡعَوۡنَ لِتُنفِقُوا۟ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن یَبۡخَلُۖ وَمَن یَبۡخَلۡ فَإِنَّمَا یَبۡخَلُ عَن نَّفۡسِهِۦۚ وَٱللَّهُ ٱلۡغَنِیُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَاۤءُۚ وَإِن تَتَوَلَّوۡا۟ یَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَیۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا یَكُونُوۤا۟ أَمۡثَـٰلَكُم
Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barang siapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Mahakaya, dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar), Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu. QS. Muhammad 38

ٱلَّذِینَ یَبۡخَلُونَ وَیَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبُخۡلِۗ وَمَن یَتَوَلَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡغَنِیُّ ٱلۡحَمِیدُ
Yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barang siapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya, Maha Terpuji. Surat Al-Hadid 24

Semoga saya secara khusus dan kita semua dihindari dari sifat tercela yaitu bersikap Bakhil. Amin

Disusun oleh Atri Yuanda Ibnu Mahyudin Elbariamany
selengkapnya »
DIBUKA PENDAFTARAN KURSUS BAHASA ARAB UNTUK NON ARAB (MA'HAD MASJID NABAWI)- GRATIS 100% & BERSERTIFIKAT

DIBUKA PENDAFTARAN KURSUS BAHASA ARAB UNTUK NON ARAB (MA'HAD MASJID NABAWI)- GRATIS 100% & BERSERTIFIKAT

DIBUKA PENDAFTARAN KURSUS BAHASA ARAB UNTUK NON ARAB (MA'HAD MASJID NABAWI)- GRATIS 100% & BERSERTIFIKAT

Kabar gembira untuk para penuntut ilmu di seluruh dunia, Idaroh Ma'had Masjid Nabawi membuka Kelas KURSUS BAHASA ARAB untuk Non Arab.

Keunggulan dari program ini adalah : 
1. Penempatan Kelas sesuai kemampuan peserta.
2. Buku Panduan Gratis.
3. SERTIFIKAT Terakreditasi.

WAKTU PENDAFTARAN : 1-30 JUNI 2021


بارك الله فيكم

Oleh Fauzy (Aboe Fatih Al Anshari)

Catatan saya
- Kalau mau tanya tanya, silahkan komentar di FB ustadz Fauzy dengan klik namanya diatas.
- bantu cara isi karena tak bisa Arab, bisa tanya saya Atri Yuanda.
selengkapnya »
Apa yang terjadi setelah kematian ? bagian 1: Alam Barzakh

Apa yang terjadi setelah kematian ? bagian 1: Alam Barzakh


Setelah manusia berpindah dari kehidupan dunia menuju tahapan kedua yaitu barzakh (alam kubur). Barzakh adalah masa persiapan untuk perpindahan (penantian) antara kehidupan Dunia menuju kehidupan akhirat.

Dan Kehidupan ini tidak hanya berkaitan dengan orang yang dikubur saja, ada yang mati tenggelam, mati dibakar, ada yang tidak diketahui (kapan, dimana matinya) dan tidak pula dikubur.

Kehidupan di alam barzakh dimulai sejak manusia mati. Manusia akan jalani dalam 5 keadaan. Yang Pertama namanya dhoj'ah yaitu fase keluarnya roh atau perpindahan, ditampakkan hal qaib. 

"Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam" QS. Qaf: 22

Ketika dia melihat malaikat dihadapannya, ruhnya keluar (seperti pedang terhunus). Rūh dibawa keatas langit dan lalu diturunkan dari langit ke 7 ke bumi, lalu kembali ke jasadnya.

Lalu jenazah dipandu diatas pundak. Dan mukmin Sebagaimana terdapat dalam hadits shahih, dia berkata "segerakan untukku" 3x karena dia bahagia Atas apa yang dikerjakan selama hidupnya.

Si mayat melihat malaikat membawa wangian, ramuan dan kain kafan dari syurga. Si mayat Bahagia dan senang atas apa yang dibawa Oleh si malaikat.

Kemudian setelah itu pada tahapan ke 2 di alam Barzakh adalah tahapan azzommah. Yaitu ketegangan/kecemasan sangat dahsyat dirasakan Oleh selain mukmin dan rasa cemas yang ringan Bagi orang mukmin.

Akan tetapi tidak ada yang selamat dari fase (Menegangkan) ini. Berkata nabi shalallahu alaihi Wa salam, seandainya ada yang bisa selamat Maka yang paling layak adalah Sa'ad bin muadz Radhiyallahu Anhu.

(Keutamaannya) bergoncang Arsy-Nya Allah atas Wafatnya Sa'ad bin muadz. Tidak ada seorang pun Yang selamat melewati fase ini. Karena fase ini (Penentuan) tahapan berikutnya. Karena Di fase ini Sangatlah berat dirasakan oleh siapa saja.

Yaitu tahapan turunnya malaikat, 2 malaikat turun lalu duduk Dihadapan si mayat kemudian malaikat Akan bertanya 3 pertanyaan : siapa tuhanmu, apa agamamu dan Siapa nabimu.

Pada tahapan ini bagi orang mukmin, "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat" QS. Ibrahim. 27

Manusia ketika itu terputus sudah urusan dunia Ingatan di dunia hilang kecuali orang mukmin yang Allah jaga ingatannya, oleh karena itu orang Mukmin langsung menjawab, Allah Tuhanku, Islam agamaku dan Muhammad nabiku 3x

Terus diulang jawabannya karena dia senang tahu jawabannya. Kemudian lanjut pada tahapan Berikutnya yaitu ketika awal di alam kubur. Tiba tiba Datang kepadanya seorang (pria/wanita sesuai jenis kelamin mayat) yang akan Menemaninya di alam kubur.

Seseorang yang datang ini dilihat dulu. Jika Perawakannya bagus dan enak dipandang. Si mayit bertanya, siapa anda ? Wajah anda Membawa kebaikan, bau anda wangi. Siapa anda?

Lalu dia menjawab : saya adalah amal Sholehmu Saya solatmu, puasamu, tahajudmu, dzikirmu, doamu. Si mayat menjadi bahagia dan senang. Amal Sholehnya berupa orang akan menemaninya Hingga ditegakkannya hari kiamat.

Namun jika sebaliknya, maka datang seseorang Buruk rupa, bau tidak sedap, tak enak dipandang. Teman yang menjijikkan. Si mayat berkata: Siapa anda dengan wajah yang datang membawa Keburukan ?, Dia menjawab: saya amal burukmu

(Akan dikatakan kepadanya), “Itu karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu”, dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. QS. Alhajj: 10

Tahapan ke 5, tahapan terakhir di alam barzakh Bahwasanya hamba tersebut, Dikatakan kepadanya (jika dia termasuk orang mukmin), lihatlah ke kiri.
Dia melihat ternyata api neraka menyambar nyambar.

diapun ketakukan, maka dikatakan kepadanya "tidak, Ini tempatmu jika kamu durhaka kepada Allah". Lalu Diperintahkan melihat ke kanan maka dia dapati Syurga, dikatakan kepadanya "ini tempatmu kelak Karena ketaatan mu kepada Allah taala.

Si mayit pun meninggikan suara, "ya Allah segerakan Kiamat agar saya bisa kembali kepada keluarga Saya (yang taat) dan harta saya.

Adapun yang lain, mengalami sebaliknya. Disuruh Melihat ke kanan lalu si mayat melihat syurga Si mayat senang dan bergirang hati. Padahal dia Melihat amal (banyak memaksiat Allah) dan tak Bisa menjawab pertanyaan malaikat.

Lalu dikatakan kepadanya si mayat, "ini tempatmu Jika kamu mentaati Allah, akan tetapi lihatlah ke kiri Anda", maka si mayat melihat, ternyata itu adalah Neraka yang menyambar nyambar. Si mayat Berteriak penuh ketakutan.

Berkata malaikat: "ini tempat kembalimu karena kamu Telah memaksiati Allah taala", kemudian si mayat. Berkata: "ya Allah, jangan ditegakkan kiamat", kenapa ?, Karena si mayat tahu apa yang Akan terjadi setelah ditegakkan kiamat tempatnya di neraka.

Itulah kehidupan di alam barzakh, berapa lama Manusia di alam kubur, ribuan tahun atau jutaan Tahun ?, Hanya Allah yang tahu.

Akan tetapi maha suci Allah, alam barzah diibaratkan Seperti tidur yang panjang. Adapun tidurnya Seorang mukmin adalah kenikmatan. Adapun tidurnya Orang selain mukmin adalah diazab. Karena ada Manusia di azab dalam kubur, seperti firaun.

Firaun di azab dan Ditampakkan neraka kepada Fir'aun siang malam, diantara nya disiksa dengan Campuran besi yang dilelehkan, lautan darah busuk. Yang terpenting azab kubur itu ada. Bisa jadi diazab Rūh dan jasad, namun yang lebih tepat adalah Roh yang lebih banyak disiksa ketimbang fisik.

Manusia menunggu di alam kubur dalam jeda waktu Yang sangat lama. Sehingga ketika telah ditegakkan Kiamat, si hamba akan ditanya. Berapa lama tidurnya ?

Si mayit Sholeh berkata: sehari atau kurang sehari Padahal si mayat telah berada di alam kubur 1 ribu tahun.

Jadi, begitulah gambaran kejadian ketika berada di alam barzakh.

Suara Syeikh Abdurrahman albaahily
diterjemahkan oleh Atri Yuanda Ibnu Mahyudin Elbariamany

semoga saya dan para pembaca dimudahkan dalam menjawab 3 pertanyaan malaikat di alam kubur. amin ya rabbana
selengkapnya »
Beranda