.widget img{ max-width:100%; height:auto;}
Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
seorang (muslim) jatuh kepada dosa besar lalu bertaubat, Apakah tetap di azab ?

seorang (muslim) jatuh kepada dosa besar lalu bertaubat, Apakah tetap di azab ?

saya tanyakan 1 soal kepada anda sekalian, seorang kafir masuk islam, apakah kelak di akhirat tetap dihukum karna kekafirannya (dahulu) ?

kesimpulannya dia adalah muslim, tidak dikatakan kafir lagi

oleh karena itu, pelaku dosa besar disebut sebagai fasik (kecil, belum sampai derajat kafir)

jika dia bertaubat sebelum ajal menjemput maka tidak disebut (muslim) fasik dan tidak akan di azab Allah kelak di akhirat

kecuali itu berkaitan dengan hak-hak orang, karena syarat taubatnya masih kurang, jika dia bertaubat kepada Allah namun tidak mengembalikan hak orang lain yang dia zolimi maka taubatnya belum sempurna, oleh karena itu wajib baginya mengembalikan hak orang lain yang dia zolimi.

Jika taubat seseorang benar dari segala aspek (syarat sah taubat nasuha) maka dia tidak akan di azab, sudah selesai perkaranya, dihapus dosanya.

Translate by atri yuanda bin mahyudin

selengkapnya »
jika minum khamar maka tidak boleh sholat selama 40 hari, benarkah ?

jika minum khamar maka tidak boleh sholat selama 40 hari, benarkah ?

jika minum khamar maka tidak boleh sholat selama 40 hari

Sebagian orang mengira, jika minum khamar (dikit atau banyak seperti tuak, wisky dll) maka tidak boleh sholat selama 40 hari, apakah ini benar ?

syeikh utsman khamees hafizahullah menjawab : tidak benar

Sebagaimana kita ketahui bahwa meminum khamar diharamkan dan termasuk dosa besar begitu juga meninggalkan shalat termasuk dosa besar bahkan dosanya lebih besar dari dosa meminum khamar, meninggalkan shalat lebih berat dosanya dari minum khamar.

Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh meninggalkan shalat dengan alasan telah meminum khamar, dia harus tetap melaksanakan shalat dan bertaubat dari meminum khamar.

Adapun maksud hadist nabi “tidak diterima shalatnya selama 40 hari” yaitu tidak memperoleh pahala shalat dan telah gugur kewajibannya jika dikerjakan, dan tidak dituntut mengulangi shalatnya lagi (setelah 40 hari)

Akan tetapi (kita berlindung kepada Allah), jika dia mati tidak melaksanakan shalat dan minum khamar, dia dalam bahaya yang mengerikan, mungkin terancam selamanya di neraka jahannam, namun jika (mati) hanya dosa minum khamar, masih ada kemungkinan diampuni dosanya. Oleh karena itu mumpung masih hidup hendaklah dia taubat dari meminum khamar dan tetap laksanakan shalat karena dosa meninggalkan shalat lebih besar dosanya dari meminum khamar.
_______________

قال أبو عبد الله ابن منده : " قوله " لا تقبل له صلاة " أي : لا يثاب على صلاته أربعين يوماً عقوبة لشربه الخمر ، كما قالوا في المتكلم يوم الجمعة والإمام يخطب إنه يصلي الجمعة ولا جمعة له ، يعنون أنه لا يعطى ثواب الجمعة عقوبة لذنبه ." تعظيم قدر الصلاة " ( 2 / 587 ، 588 ) . انظر السؤال 20037
telah berkata abu abdillah ibnu manduh : kalimat لا تقبل له صلاة yaitu tidak memperoleh pahala sholat yang dikerjakannya selama 40 hari, hukuman atas dosanya meminum khamar sebagaimana juga orang yang berbicara/ngobrol pada hari jumat disaat imam sedang berkhutbah, bahwasanya dia tetap melaksanakan shalat jumat namun dia tidak dianggap melaksanakan sholat, maksudnya bahwasanya dia tidak memperoleh pahala sholat jumat hukuman atas dosanya, ini menunjukkan keagungan kedudukan sholat.

وقال النووي : "وَأَمَّا عَدَم قَبُول صَلاته فَمَعْنَاهُ أَنَّهُ لا ثَوَاب لَهُ فِيهَا وَإِنْ كَانَتْ مُجْزِئَة فِي سُقُوط الْفَرْض عَنْهُ , وَلا يَحْتَاج مَعَهَا إِلَى إِعَادَة" اهـ .
berkata imam nawawi rahimahullah : adapun maksud tidak diterima shalatnya yaitu dia tidak memperoleh pahala shalat dan walaupun tidak memperoleh pahala namun kewajiban shalatnya tidak gugur (tetap wajib dikerjakan) dan tidak diharuskan baginya mengulangi sholatnya lagi (setelah 40 hari). 


translate by atri yuanda

selengkapnya »
hukum menggauli istri dari duburnya (tempat keluar kotoran)

hukum menggauli istri dari duburnya (tempat keluar kotoran)

hukum menggauli istri dari duburnya (tempat keluar kotoran)

Penanya “hukum menggauli istri dari duburnya (tempat keluar kotoran)”

Ini tidak boleh, hukum asalnya hubungan badan itu hanya di qubul (v4qina) adapun ke dubur diharamkan, jika dilakukan dari arah belakang namun tetap ke v4qina maka tidak masalah (boleh).

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ 
Isteri-isterimu adalah [seperti] tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendak…. Albaqarah: 223

Dengan cara yang kalian inginkan tapi tetap pada v4gina bukan kepada dubur, jika ada yang melakukan itu (ke dubur) maka dia harus bertaubat karena telah bermaksiat, adapun yang masyhur di masyarakat perihal mendatangi istrinya dari dubur telah jatuh talak, ini tidak benar selamanya akan tetapi perbuatan itu haram (harus taubat dan tidak ulangi) dan belum jatuh talak

وقوله : ( نساؤكم حرث لكم ) قال ابن عباس : الحرث موضع الولد ( فأتوا حرثكم أنى شئتم ) أي : كيف شئتم مقبلة ومدبرة في صمام واحد ، كما ثبتت بذلك الأحاديث .
dan firman-Nya : istri-istri kalian (seperti) tanah tempat bercocok tanam bagi kalian, berkata ibnu abbas radhialllahu anhu, al-harst tempat mengandung anak (maka datangilah tempat bercocok tanam kalian sekehendak kalian) yaitu sesuka hati kalian baik dari arah depan maupun arah belakang pada tempat masuk yang satu (v4gina), sebagaimana telah jelas ketetapannya dalam banyak riwayat hadist shahih

قال البخاري : حدثنا أبو نعيم ، حدثنا سفيان عن ابن المنكدر قال : سمعت جابرا قال : كانت اليهود تقول : إذا جامعها من ورائها جاء الولد أحول ، فنزلت : ( نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم ) ورواه داود من حديث سفيان الثوري به .
dan berkata al-imam bukhari rahimahullah: telah menyampaikan kepada kami abu nuaim, dari sufyan, dari ibnu al-munkadari dia berkata : aku mendengar dari jabir dia berkata: dahulu orang yahudi berkata : jika seseorang berhubungan badan dengan istrinya dari arah belakang maka akan lahir anak yang juling matanya, maka turunlah ayat ( نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم ) diriwayatkan oleh daud dari hadits sofyan atsauri.

وقال ابن أبي حاتم : حدثنا يونس بن عبد الأعلى ، أخبرنا ابن وهب ، أخبرني مالك بن أنس وابن جريج وسفيان بن سعيد الثوري : أن محمد بن المنكدر حدثهم : أن جابر بن عبد الله أخبره : أن اليهود قالوا للمسلمين : من أتى امرأة وهي مدبرة جاء الولد أحول ، فأنزل الله عز وجل : ( نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم )
dan berkata ibnu abi hatim : disampaikan kepada kami hadist oleh yunus bin abdil a'laa, dikabarkan kepada kami ibnu wahab, dari malik bin anas dan ibnu juraij dan sufyan bin said atsaury : bahwasanya muhammad bin almunkadari menyampaikan kepada mereka : bawah jabin bin abdillah memberitahukannya : bahwa orang yahudi berkata kepada kaum muslimin : barangsiapa mendatangi istrinya dari arah belakang maka akan lahir anak yang matanya juling, maka turunlah ayat bantahan : ( نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم ) 

قال ابن جريج في الحديث : فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " مقبلة ومدبرة ، إذا كان ذلك في الفرج "
berkata ibnu juraij : maka bersabda rasulullah shallallahu alahi wa salam: dari arah depan dan belakang (boleh) jika pada kemaluan wanita (v4qina).

allahu alam 

translate by atri yuanda elpariamany

selengkapnya »
hukum kencing berdiri | syeikh utsman khamees hafizahullah

hukum kencing berdiri | syeikh utsman khamees hafizahullah


Ummul mukminin aisyah radhiallahu anha berkata : barangsiapa menyampaikan hadist kepada kalian bahwasanya rasulullah shallallahu alahi wa salam kencing berdiri maka janganlah kalian benarkan, tidak pernah aku mendapati beliau kencing melainkan dalam keadaan duduk.

Ini menunjukkan bahwa hukum asalnya kencing dalam keadaan duduk sebagaimana rasulullah shallallahu alahi wa salam lakukan.

Huzaifah radhiallahu anhu pernah melihat nabi ketika di luar rumah, aisyah menyampaikan apa yang dia lihat (ketika nabi di rumah), aku tak pernah dapati beliau kencing melainkan dalam keadaan duduk.

Ini menunjukkan hukum asalnya kencing itu harus duduk, hudzaifah pernah dahulu bersama nabi shallallahu alahi wa salam lalu pergi menyendiri untuk kencing dalam keadaan berdiri.

Ini menunjukkan bahwa nabi pernah lakukan itu walau hanya sekali, ini dalil dibolehkan berdiri kencing, para ulama memberi syarat dibolehkan kencing berdiri (berdasarkan apa yg nabi lakukan) hendaklah air kencing tidak mengenai pakaian/kulitnya disebabkan dorongan udara/mantul kena benda keras.

Jika dia bisa pastikan aman terhindar dari terkena percikan air kencing dan tak ada seorangpun dapat melihat auratnya maka hukum asal dibolehkan akan tetapi meninggalkannya lebih diutamakan walaupun dibolehkan kencing berdiri.

translate by atri yuanda
selengkapnya »
puasa ramadhan diikuti puasa 6 hari syawal, keutamaannya seperti 1 tahun berpuasa

puasa ramadhan diikuti puasa 6 hari syawal, keutamaannya seperti 1 tahun berpuasa

keutamaannya seperti 1 tahun berpuasa

فضل صيام الست من شوال
keutamaan puasa 6 hari di bulan syawal

عن أبي أيوب - رضي الله عنه، أن رسول الله ﷺ قال: مَن صامَ رَمَضانَ ثُمَّ أتْبَعَهُ سِتًّا مِن شَوَّالٍ، كانَ كَصِيامِ الدَّهْر.رواه مسلم (١١٦٤)
dari abu ayyub radhiallahu anhu, bahwasanya rasulullah shallallahu alahi wa salam berkata: barangsiapa berpuasa ramadhan kemudian dia lanjutkan 6 hari (puasa sunnah) di bulan syawal, maka perumpamaannya seperti puasa 1 tahun. HR. Muslim

وعن ثوبان مولى رسول الله ﷺ عن رسول الله ﷺ أنه قال: صِيامُ شهْرِ رمضانَ بِعشْرَةِ أشْهُرٍ، و صِيامُ سِتَّةِ أيَّامٍ بَعدَهُ بِشهْرَيْنِ، فذلِكَ صِيامُ السَّنةِ. صحيح الجامع (٣٨٥١)
dan dari tsauban budaknya rasulullah shallallahu alahi wa salam dari rasulullah shallallahu alahi wa salam bahwasanya beliau bersabda: puasa bulan ramadan (keutamaannya seperti puasa) 10 bulan dan puasa 6 hari setelahnya (puasa sunnah di bulan syawal, keutamaannya seperti puasa selama) 2 bulan, maka oleh karena itu (dikatakan seperti) puasa 1 tahun. (shahihul ja'mi. 3451)

قال الصنعاني - رحمه الله: أي: صَوم السَنة، لأن الحسنة بعشر أمثالها، فرمضان ثلاثون يوماً: ثلاثمائة حسنة على التضعيف، وستة أيام: بستين يوماً، فهي ثلاثمائة وستون حسنة، عدد أيام السنة. التنوير شرح الجامع الصغير (١٠/٢٧٦)
berkata asshon'any rahimahullah: kenapa dikatakan (keutamaannya seperti) puasa 1 tahun, karena 1 kebaikan dikalikan 10 kali lipat, maka puasa ramadhan 30 hari sama dengan 300 kebaikan (10 bulan) yang dilipat gandakan dan puasa 6 hari sama dengan 60 kebaikan (2 bulan) maka jika ditotalkan 360 kebaikan, totalnya sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun. (atthanwir syarhul jamil shoqir. 10/276)

translate by atriyuanda
selengkapnya »
wudhu sebelum mandi besar atau sesudahnya ? | Syeikh Utsman Khamees hafizahullah

wudhu sebelum mandi besar atau sesudahnya ? | Syeikh Utsman Khamees hafizahullah


Mandi besar apakah wudhu lagi atau tidak perlu wudhu lagi

Sunnahnya, sebagaimana yang dilakukan nabi shallallahu alahi wa salam

Beliau Berwudhu dahulu sebelum mandi besar
beliau berwudhu kemudian mandi

Baik itu mandi junub, mandi hendak sholat jumat, mandi hendak ihram, mandi apapun itu

Beliau berwudhu dahulu baru kemudian mandi, begitulah sesuai sunnah

Maka Seandainya seseorang ditakdirkan (lupa) berwudhu sebelum mandi, apakah setelah dia mandi harus berwudhu lagi ?

(jawaban) tidak ada sunnahnya

Bukan termasuk sunnah setelah mandi berwudhu lagi

Dan seharusnya berwudhu dahulu sebelum mandi bukan sesudah mandi

Tidak ada satu dalil shahih pun yang menyebutkan nabi shallallahu alahi wa salam berwudhu setelah mandi.

Dan tatkala nabi menjelaskan kepada ummu salamah perihal mandi, nabi berkata : sesungguhnya cukup kamu lakukan menuang air (tidak terlalu banyak) dari kepala dan badan maka engkau telah suci

Mandi saja sudah cukup, tapi afdholnya wudhu dahulu sebelum mandi, akan tetapi jika belum berwudhu, hanya mandi saja maka sudah cukup

translate by atri yuanda
_________________
tambahan

الحديث عن أم سلمة رضي الله عنها قالت: «قلت: يا رسول الله! إني امرأة أشد شعر رأسي، أفأنقضه لغسل الجنابة -وفي رواية: والحيضة- فقال: لا، إنما يكفيك أن تحثي على رأسك ثلاث حثيات رواه مسلم
Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiallahu ‘anha pernah meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: “Ya Rasulullah, aku adalah wanita yang sangat kuat kepangan/jalinan rambutku, apakah aku harus melepaskannya saat mandi janabah?” Beliau menjawab: “Tidak perlu, namun cukup bagimu untuk menuangkan air tiga tuangan ke atas kepalamu, kemudian engkau curahkan air ke tubuhmu, maka engkau suci.”
selengkapnya »
Beranda