.widget img{ max-width:100%; height:auto;} -->
Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
Di alam kubur, apakah manusia tidur ?

Di alam kubur, apakah manusia tidur ?

Di alam kubur, apakah manusia tidur ?

Berkaitan tentang kehidupan di barzakh (alam kubur), apakah manusia tidur hingga ditegakkan hari kiamat ? 

Jawaban

Tidak benar, hidup (di alam kubur Manusia dan jin)

Tidak ada tidur, di alam barzakh tidak ada tidur

Di alam barzaq tidak ada tidur, di alam barzakh mereka hidup (diantara mereka ada yang mendapatkan nikmat kubur dan ada pula yang mendapatkan adzab kubur)

Oleh karena itu barzakh dimanakan kehidupan

Tidur hanya ada di dunia saja

Setelah ruh keluar dari badan, maka tidak ada tidur setelah itu

Kehidupan yang kekal, di mulai dari alam barzakh sampai ditegakkan hari kiamat

Pada hari kiamat (manusia dan jin ditentu kemana tempat kembalinya) apakah ke syurga atau ke neraka 

translate by atri yuanda

selengkapnya »
Bagaimana menjadi hamba Allah yang ihsan

Bagaimana menjadi hamba Allah yang ihsan

Bagaimana menjadi hamba allah yang ihsan

Ketika nabi ditanya tentang ihsan, beliau berkata : kamu menyembah Allah, seolah-olah kamu melihatnya, maka jika kamu tidak melihatnya maka sesungguhnya DIA (Allah) melihatmu. 

Ya, Allah melihatmu 

Allah mengetahui rahasiamu dan pembicaraan yang kamu rahasiakan 

Di padang pasir, Allah melihatmu 

Di atas udara (atsmosfir) atau di langit, Allah melihatmu 

Jika kamu sendirian, Allah melihatmu 

Barangsiapa mengetahui bahwasanya Allah melihatnya dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun 

Dan bahwasanya Allah berpengetahuan luas atas apa yang tersembunyi dan yang tampak dari dirinya 

Dan yang dia sembunyikan dan dia tampakkan di depan umum 

Lalu dia hadirkan (keyakinan) tersebut di tempat yang sunyi (kesendirian) 

Hal tersebut mengharuskan dirinya berdasarkan ilmu dan keyakinan untuk meninggalkan melakukan maksiat/kriminal dan dosa

ya Allah tuntunlah diri ini dan kita semua untuk tetap di atas koridor-Mu baik ketika bersama manusia dan di kala sendiri. amin ya robbana

ditulis oleh atri yuanda bin mahyudin
selengkapnya »
Bacalah alquran karena Dia menghidupkan jiwa yang mati

Bacalah alquran karena Dia menghidupkan jiwa yang mati

Bacalah alquran karena Dia menghidupkan jiwa yang mati

Alquran adalah ruh (jiwa)

وَكَذَٲلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ رُوحً۬ا
“dan demikianlah kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (alquran)”. Qs. Asy-syura: 52

Sudahkah anda merenungkannya atau tidak ?

Sebagian orang mencintai wanita dan mengatakan kepadanya engkau adalah ruhku (bagian jiwaku)

Dan disaat saya menyebut kamu di hatiku maka terbayanglah dirimu

Itulah bentuk ungkapan (kecintaan/kerinduan)

Allah menamakan kitabnya dengan ruh

Malangnya, sebagian orang hanya membaca alquran kecuali pada acara kematian ketika ada yang meninggal dunia

Alquran untuk orang yang hidup bukan untuk orang yang telah mati

Alquran itu hidup untuk orang yang masih hidup

Dan oleh karena itu Allah namakan dengan ruh

Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh

Yaitu masuk ke dalam jiwamu dan meningkatkan kesegaran jiwamu

Berkata bisyr ibn al-hafi : alquran seperti kurma, anda memakannya sekali tidak akan merasakan nikmatnya, begitu juga ayat alquran

Anda baca alquran sekali sungguh tidak mempengaruhi jiwa anda

Anda baca lagi kedua kalinya, tentu tidaak (mulai beri pengaruh)

Anda mendengar lantunan alquran imam ketika membacanya

Hal ini berubah kepada topik kedua (jiwa semakin diwarnai)

Dia (Muhammad) diturunkan kepadanya Alquran di dalamnya ruh yang menenangkan jiwa

Alquran itu adalah ruh

Dan jika anda membacanya, menjadikan jiwa anda hidup

Begitu halnya seorang yang tidak membaca alquran maka anda akan lihat jiwanya telah mati

diterjemahkan oleh atri yuanda bin mahyudin

selengkapnya »
Inilah bagian terpenting dari sebuah ilmu yang bermanfaat

Inilah bagian terpenting dari sebuah ilmu yang bermanfaat

Inilah bagian terpenting dari sebuah ilmu yang bermanfaat

Telah berkata asy-syaikh ibnu baz rahimahullah : maka sesungguhnya bagian terpenting sebuah ilmu adalah

  • menjadikan hamba tersebut takut (bertaqwa) kepada Allah subhanahu wa ta'ala
  • pengagungan terhadap batasan-batasan pada syariat-Nya
  • seorang hamba (yakin) merasakan adanya pengawasan oleh Allah azza wa jalla setiap apa yang dilakukan dan yang ditinggalkan

maka barangsiapa hilang darinya ketaqwaan kepada Allah dan rasa pengawasan-Nya maka tidaklah berharga ilmu hamba tersebut.

sesungguhnya ilmu yang bermanfaat dan pemahaman agama yang benar adalah tanda-tanda kebahagian, ilmu tersebut memberikan pengaruh yang baik kepada alim tersebut berupa

  • ketaqwaan kepada Allah
  • menancap kuat pengagungan terhadap batasan-batasan syariat Allah dan keyakinan bahwa dia selalu di awasi oleh Allah
  • membuatnya bersegera melaksanakan perintah wajib Allah dan meninggalkan perkara yang diharamkan Allah
  • menyeru manusia kepada jalan Allah azza wa jalla
  • memberikan penjelasan yang benar perihal syariat Allah kepada hamba-hamba Allah lainnya.
teks asli

قال الشيخ بن باز رحمه الله: فإن رأس العلم : خشية الله سبحانه وتعالى، وتعظيم حرماته ، ومراقبته عز وجل فيما يأتي العبد ويذر، فمن فقد خشية الله ، ومراقبته فلا قيمة لعلمه، إنما العلم النافع والفقه في الدين الذي هو علامة السعادة ، هو العلم الذي يؤثر في صاحبه خشية الله، ويورثه تعظيم حرمات الله ومراقبته ، ويدفعه إلى أداء فرائض الله وإلى ترك محارم الله ، وإلى الدعوة إلى الله عز وجل ، وبيان شرعه لعباده . فتاوى ابن باز(9/129-130).

Sumber: Fatawa Ibnu Baaz 9/129-130
Alih bahasa: Atri yuanda bin mahyudin
selengkapnya »
Memindahkan hati orang kafir ke tubuh muslim, apakah muslim tersebut menjadi kafir ?

Memindahkan hati orang kafir ke tubuh muslim, apakah muslim tersebut menjadi kafir ?

Memindahkan hati orang kafir ke tubuh muslim

Penanya : pada hadist ke 46, sabda rasulullah shallalahu alahi wa salam “ketahuilah itu hati” sebagaimana dikenal saat ini transplantasi (operasi pemindahan) jantung/hati, seandainya memindahkan jantung/hati orang kafir ke dada seorang muslim, apakah muslim itu menjadi kafir ?, ini adalah permasalahan yang masih samar bagi saya dan banyak orang 

Jawaban syaikh shalih al ushaimi

Qalbun ada 2 makna 

pertama, hati jasmani (pada jasad), yaitu yang bisa kita lihat.

kedua, hati rohani yaitu memahami makna-makna, kebenaran dan hakikat. perkara ini hanya dipahami oleh hati yang tidak bisa lihat.

adapun hati yang kita lihat, berkaitan dengan penyakit-penyakit yang terlihat dari luar 

sedangkan hati yang tidak terlihat berkaitan tentang hakikat/kenyataan sebenarnya yang tersembunyi

anda sekalian tentu sudah hafal sabda rasulullah shallallahu alahi wa salam 

إنَّ العبدَ إذا أذنب نُكِتت في قلبِهِ نُكْتةٌ سوداءُ
Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan dosa maka diletakkan di hatinya titik hitam. HR. At-tirmidzi: 3334 

Titik-titik hitam ini, seandainya anda belah hati anda maka tidak akan anda dapati titik hitam, akan tetapi yang dimaksud adalah hati yang tidak terlihat, tugasnya memahami berbagai makna, hakikat dll. Hati ini posisinya tersembunyi pada diri kita. 

Telah mengabarkan kepadaku salah satu dokter spesialis operasi organ dalam yang telah pernah memindahkan hati/jantung kafir kepada tubuh muslim. ketika setelah siuman dari operasi yang pertama kali diucapkan muslim tersebut adalah tidak ada ilah yang layak disembuh kecuali hanya Allah, kejadian ini menjadi bukti pembedaan antara keduanya (hati yang tampak dan tidak tampak). 

Translate by atri yuanda bin mahyudin

selengkapnya »
Bolehkah Bersedekah menggunakan harta anak yatim ? | Syeikh Sholeh Al-munajjid

Bolehkah Bersedekah menggunakan harta anak yatim ? | Syeikh Sholeh Al-munajjid



Saya memelihara seorang anak yatim, apakah saya boleh bersedekah dengan uangnya ?

Syaikh al-munajjid hafizahullah menjawab

Tidak, keluarkan zakat saja. Keluarkan zakat harta anak yatim tersebut saja

Adapun sedekah tidak dibolehkan hingga anak tersebut telah baligh usianya, sudah rasional cara pikirnya, dewasa dan sudah bisa atur diri sendiri. Maka setelah itu seharusnya minta izin kepadanya untuk bersedekah atau dia sendiri yang bersedekah 

translate by atri yuanda bin mahyudin elpariamany

selengkapnya »
Beranda