Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
sholat tarawih kencang tanpa tuma'ninah, sah kah ?

sholat tarawih kencang tanpa tuma'ninah, sah kah ?

sholat tarawih kencang tanpa tuma'ninah

Di sebagian kecil dari masyarakat kita ada tradisi di bulan ramadhan melakukan sholat tarawihnya kencang alias ngebut. kalau di dunia transportasi jika mau cepat maka naik travel atau bus patas.

mirisnya ada juga di lakukan dalam lingkungan pesantren, dan saya juga alami sendiri kalau tak salah 5 tahun lalu, ketika itu berada sebuah kampung dalam perjalanan menuju kota padang sidempuan. jadi milih singgah sholat isya kemudian dilanjutkan dengan sholat tarawih namun dilakukan dengan kencang. 2 rakaat pertama saja di ikuti kemudian pilih pergi cari tempat lain.

normalnya kalau sholat tarawih 11 rakaat, jika pake surat pendek atau setengah halaman maka membutuhkan waktu sekitar 30 menit. nah, sholat yang bisa tembus 7 menit untuk sholat tarawih 21 rakaat maka ada yang hilang disini, yaitu tuma'ninah.

tumaninah dalam bahasa ringannya yaitu pada setiap bagian rakaat sholat yang dilewati harus duduk dulu posisinya, tenang dan stabil

tumaninah termasuk bagian dari rukun sholat dan juga didapati ketika membaca alfatihan tidak tartil alias buru-buru. oleh karnanya jika salah satu saja rukun sholat hilang maka sholatnya tidak sah alias batal.

perbuatan ini termasuk dalam ancaman Allah dalam alquran di surat al-maun 4-5

فَوَيۡلٌ۬ لِّلۡمُصَلِّينَ (٤) ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِہِمۡ سَاهُونَ (٥)
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (4) [yaitu] orang-orang yang lalai dari shalatnya, (5)


 إن أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته . قالوا : يا رسول الله وكيف يسرق من صلاته ؟ . قال : لا يتم ركوعها ولا سجودها 
sesungguhnya seburuk-buruk manusia yang mencuri sholatnya. mereka para sahabat bertanya: wahai Rasulullah, bagaimana dia mencuri shalatnya? nabi menjawab: dia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. hr. Ahmad

dalam shahih bukhari muslim disebutkan

بينما نحن جلوس عند النبي إذ دخل رجل فصلى فسلم على النبي فقال: ارجع فصل فإنك لم تصل، فعلها ثلاثا ثم قال: والذي بعثك بالحق نبيا لا أحسن غير هذا فعلمني، فقال له النبي : إذا قمت إلى الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن ثم اركع حتى تطمئن راكعا ثم ارفع حتى تعتدل قائما ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ثم ارفع حتى تطمئن جالسا ثم افعل ذلك في صلاتك كلها »
ketika kami duduk dekat nabi, ada seorang pria masuk melaksanakan shalat kemudian mengucapkan salam kepada nabi, lalu nabi berkata: ulangi shalat karna kamu belum sholat, lalu pria itu lakukan 3 kali kemudian pria tersebut berkata: dan atas diutusnya engkau membawa kebenaran, aku tak bisa lakukan lebih baik dari ini maka ajarkan aku, maka nabi mengatakan kepadanya: jika kamu berdiri melaksanakan sholat maka bertakbirlah kemudian (setelah baca alfatihah) bacalah yang mudah bagimu dari ayat alquran kemudian ruku hingga tumaninah (tenang dan lurus) kemudian berdiri hingga tegak datar kemudian sujud dengan tumaninah (lurus, rapat dan tenang) kemudian duduk thumaninah kemudian lakukan seperti itu dalam sholatmu keseluruhannya.

wajibnya mengikuti cara sholatnya nabi, sebagaimana nabi mengatakan

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاةُ ، فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ ، وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ " . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِي الصَّحِيحِ
Rasulullah shallallahu alahi wa salam telah berkata kepada kami: sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat, maka apabila menghadiri sholat maka salah seorang kalian kumandangkan azan dan hendaklah paling besar (tua/dewasa) dari kalian mengimami sholat. HR. Al-Bukhari

manis dan nikmatnya sholat akan membuat yang mengerjakannya akan merasakan kenyamanan dan rehat didalamnya, sebagaimana nabi dan para sahabatnya rasakan. lelahnya aktifitas kehidupan ini mereka rehatkan dengan sholat.

يا بلال أرحنا بالصلاة
wahai bilal istiratkan kami dengan shalat. Shahih abu daud

فاحرص- يا رعاك الله- على إكمال صلاتك، وإتمام خشوعها، حتى تجد فيها الراحة والطمأنينة، فلن تكون الصلاة راحة لك، إلا إذا أقمتها كما أمرت، بطمأنينة وخشوع وحضور قلب 
maka hendaklah terus semangat wahai anda yang semoga di lindungi Allah untuk menyempurnakan sholat dan kekhusyukan sehingga memperolah rehat dan ketenangan dalam melakukannya. maka tidak akan memperoleh rehat sholat anda kecuali jika anda telah laksanakan apa yang telah dia perintahkan dengan berusaha tumaninah, khusu dan menghadirkan hati (dan (sholat) 

{ وإنَّها لكَبِيرَةٌ إلاَّ عَلَى الْخاشِعِينَ } [البقرة:45]
sesungguhnya perkara besar (berat) kecuali bagi mereka yang khusu. QS. Al-Baqoroh: 45)

فالخاشع الصلاة خفيفة عليه، محببة إليه، أما غير الخاشع فالصلاة عليه ثقيلة، لا يجد فيها راحة ولا سروراً. اللهم ارزقنا الخشوع في الصلاة، واجعلها قرة عين لنا، يا رب العالمين.
maka bagi mereka yang khusu sholatnya akan terasa ringan dan sangat ia cintai adapun yang tidak khusu maka sholat baginya sangatlah berat, dia tidak merasakan rehat dan kebahagian dalam melakukannya. ya Allah berikan kepada kami kekhusukan dalam sholat dan jadikanlah sholat penyejuk mata hati bagi kami wahai pemilik alam semesta.

semoga kita semua bisa merasakan nikmatnya sholat setelah memaksimalkan keikhlasan dan mencontoh nabi dalam pelaksanaan sholat. amin ya rabby


ditulis oleh Atri Yuanda elpariamany
sumber bacaan alquran | islamqa.info | ar.islamway.net
selengkapnya »
Hukum Sholat Wudhu dan Dilakukan pada waktu terlarang ?

Hukum Sholat Wudhu dan Dilakukan pada waktu terlarang ?

Hukum Sholat Wudhu

السؤال: يقول: استناداً لحديث بلال : ما توضأت إلا وصليت ركعتين بعد الوضوء، فأنا أتوضأ أحياناً في أوقات نهي، مثال ذلك بعد صلاة العصر، أو بعد صلاة الفجر، أو عند غروب الشمس وعند طلوعها مثلاً فهل علي إثم إذا ما صليت ركعتي الوضوء جزاكم الله خيراً؟
Pertanyaan: bersandarkan kepada hadist riwayat bilal: tidaklah aku berwudhu melainkan juga melaksanakan sholat 2 rakaat wudhu, dan kadang aku (penanya) berwudhu di waktu terlarang seperti setelah sholat ashar atau setelah sholat subuh atau ketika matahari tenggelam dan terbit, apakah saya berdosa melakukan sholat 2 rakaat diwaktu tersebut, semoga Allah balas kebaikan antum 

الجواب: المستحب الوضوء، المستحب الصلاة إذا توضأ الإنسان يصلي ركعتين سنة الوضوء في أي وقت ولو في وقت النهي؛ لأن الرسول ﷺ قال: من توضأ مثل وضوئي هذا ثم صلى ركعتين لا يحدث فيهما نفسه غفر له ما تقدم من ذنبه.
فالمقصود أنه ﷺ كان إذا توضأ صلى ركعتين ورغب الناس في ذلك عليه الصلاة والسلام، ويقال لها: سنة الوضوء، فلا مانع أن تصلى في وقت النهي وغيره لأنها سنة مؤكدة، نعم.
jawaban: orang yang berwudhu dianjurkan juga sholat, jika seseorang selesai berwudhu melaksanakan sholat 2 rakaat seperti sholat wudhu boleh kapanpun termasuk pada waktu terlarang, karna rasulullah shallallallahu alahi wa salam berkata: barangsiap berwudhu seperti wudhu ku ini kemudian dia shalat 2 rakaat tanpa diselingi ngobrol (perihal dunia), baginya ampunan (dosa kecil) yang akan datang.

maka yang dimaksudkan adalah bahwasanya rasulullah shallallahu alahi wa salam ketika selesai wudhu beliau shalat 2 rakaat dan memotivasi manusia juga melakukan dan dikenal dengan sunnah wudhu, maka tidak apa-apa sholat kapanpun termasuk di waktu terlarang dikarenakan sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan).

diterjemahkan oleh Atri Yuanda Elpariamany
artikel asli binbaz.org.sa
selengkapnya »
Takaran fidyah puasa ramadhan Terhadap orang sakit dan kakek tua

Takaran fidyah puasa ramadhan Terhadap orang sakit dan kakek tua

barangsiapa yang bertemu ramadhan namun dia tidak mampu berpuasa dikarenakan sudah tua, sakit yang kecil diharapkan kesembuhannya (kronis) maka tidak diwajibkan baginya berpuasa dikarenakan ketidak mampuannya, maka hendaklah tidak berpuasa dan memberi makan kepada orang miskin setiap hari yang ditinggalkan.

diantara dalil yang menjelaskan permasalahan ini adalah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * أَيَّاماً مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ) البقرة/183-184.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (183) [yaitu] dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan [lalu ia berbuka], maka [wajiblah baginya berpuasa] sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari- hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya [jika mereka tidak berpuasa] membayar fidyah, [yaitu]: memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan [2], maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (184) QS. Al-Baqoroh: 183-84

fidyah puasa ramadhan

وروى البخاري (4505) عن ابْن عَبَّاسٍ قال : ( لَيْسَتْ بِمَنْسُوخَةٍ هُوَ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْمَرْأَةُ الْكَبِيرَةُ لا يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا فَيُطْعِمَانِ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا ) .
dalam riwayat bukhari dari ibnu abbas dia berkata: ayat diatas bukan hukumnya tidak mansukh (dihapus, alias berlaku hingga hari ini) yaitu lelaki tua dan wanita tua yang keduanya tidak mampu lagi berpuasa maka harus memberi makan orang miskin setiap hari puasa yang ditinggalkan

وقال ابن قدامة في "المغني" (4/396) : "الشَّيْخُ الْكَبِيرَ وَالْعَجُوزَ إذَا كَانَ يُجْهِدُهُمَا الصَّوْمُ , وَيَشُقُّ عَلَيْهِمَا مَشَقَّةً شَدِيدَةً , فَلَهُمَا أَنْ يُفْطِرَا وَيُطْعِمَا لِكُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا . . . فَإِنْ كَانَ عَاجِزًا عَنْ الإِطْعَامِ أَيْضًا فَلَا شَيْءَ عَلَيْهِ , وَ ( لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إلا وُسْعَهَا ) . . . وَالْمَرِيضُ الَّذِي لا يُرْجَى بُرْؤُهُ , يُفْطِرُ , وَيُطْعِمُ لِكُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا ; لأَنَّهُ فِي مَعْنَى الشَّيْخِ اهـ باختصار .
dan berkata ibnu qudamah dalam kitabnya almuqni (396/4) orang yang sudah tua, jika memaksakan diri puasa dan dikhawatirkan semakin memperparah kondisi fisiknya maka hendaklah berbuka dan memberi makan setiap hari orang miskin, adapun jika tidak mampu juga beri makan orang miskin maka tidak wajib baginya memberi makan orang miskin (Allah tidak akan membebani hambanya kecuali sesuai kadar kemampuannya) dan orang sakit yang kecil kemungkinan sembuhnya (kronis) maka hendaklah dia berbuka dan memberi makan orang miskin setiap hari yang ditinggalkan, kondisinya sama dengan kakek yang tak mampu puasa.

وقال الشيخ ابن عثيمين في فتاوى الصيام (ص111) : "لا بد أن نعرف أن المريض ينقسم إلى قسمين:
dan syaikh ibnu utsaimin telah berkata di kitabnya fatawa asshiyam (hal 111): kita harus tahu bahwa orang sakit itu terbagi 2 keadaan

القسم الأول: مريض يرجى برؤه مثل ذوي الأمراض الطارئة التي يرجى أن يشفى منها، فهذا حكمه كما قال الله تعالى : (فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ) . ليس عليه إلا أن ينتظر البرء ثم يصوم، فإذا قدر أنه استمر به المرض في هذه الحال، ومات قبل أن يشفى فإنه ليس عليه شيء؛ لأن الله إنما أوجب عليه القضاء في أيام أخر وقد مات قبل إدراكها، فهو كالذي يموت في شعبان قبل أن يدخل رمضان لا يقضى عنه.
1. sakit yang potensi sembuhnya besar seperti kecelakaan (yang sembuhnya tidak butuh waktu lama) maka ini hukumnya sebagaimana Allah taalla katakan "Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan [lalu ia berbuka], maka [wajiblah baginya berpuasa] sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari- hari yang lain. tidak harus baginya nunggu sembuh untuk berpuasa, jika sakitnya tidak berdampak buruk baginya maka tetap berpuasa walau dalam keadaan sakit. dan apabila mati sebelum sembuh (masih ada hutang puasa) maka tidak wajib baginya qadho, karna Allah mewajibkannya mengqodho di hari-hari lain dan ajal mendahuluinya seperti mereka wafat di bulan syaban sebelum ramadhan maka tidak wajib baginya qadho.

القسم الثاني : أن يكون المرض ملازماً للإنسان مثل مرض السرطان ـ والعياذ بالله ـ ومرض الكلى، ومرض السكر وما أشبهها من الأمراض الملازمة التي لا يرجى انفكاك المريض منها، فهذه يفطر صاحبها في رمضان، ويلزمه أن يطعم عن كل يوم مسكيناً كالكبير والكبيرة اللذين لا يطيقان الصيام يفطران ويطعمان عن كل يوم مسكيناً ، ودليل ذلك من القرآن قوله تعالى: (وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ)" اهـ .
2. sakit yang berkepanjangan (kronis/akut) seperti kanker, nauzubillah, dan gagal ginjal, diabetes dan sejenisnya, sakit yang tipis harapan sembuhnya, si sakit tidak berpuasa ramadhan, diharuskan baginya beri makan orang miskin sebanyak hari yang dia tinggalkan, hal ini berlaku juga kepada orang tua renta, dan dalilnya dalam alquran (Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya [jika mereka tidak berpuasa] membayar fidyah, [yaitu]: memberi makan seorang miskin)

وسئل الشيخ ابن باز عن امرأة كبيرة في السن ولا تطيق الصوم فماذا تفعل ؟
dan syaikh bin baz pernah ditanya tentang wanita tua yang tak mampu lagi puasa, maka apa yang harus dia lakukan ?

فأجاب :
maka beliau menjawab

عليها أن تطعم مسكيناً عن كل يوم نصف صاع من قوت البلد من تمر أو أرز أو غيرهما ، ومقداره بالوزن كيلو ونصف على سبيل التقريب . كما أفتى بذلك جماعة من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ومنهم ابن عباس رضي الله عنه وعنهم ، فإن كانت فقيرة لا تستطيع الإطعام فلا شيء عليها ، وهذه الكفارة يجوز دفعها لواحد أو أكثر في أول الشهر أو وسطه أو آخره ، وبالله التوفيق" اهـ . "مجموع فتاوى ابن باز" (15/203) .
diharuskan baginya memberi makan orang miskin setiap hari yang ditinggalkan berupa 1 sha dari makanan pokok suatu negeri seperi kurma, beras dan lain sebagainya, dan takaran beratnya 1 kilo setengah perkiraan. sebagaimana fatwa mayoritas sahabat nabi shallalahu alahi wa salam diantaranya ibnu abbas radhiallahu anhu. adapun kakek tua fakir tak mampu berpuasa dan tak mampu beri makan orang miskin maka tidak wajib menunaikan fidyah dan kaffrah boleh dilaksanakan sekali atau lebih pada awal ramadhan, pertengahan atau di akhirnya. semoga Allah memberi taufik kepada kita semua. majmu fatawa ibnu baz (203/15)

وقال الشيخ ابن عثيمين في فتاوى الصيام (ص111): "فيجب على المريض المستمر مرضه، وعلى الكبير من ذكر وأنثى إذا عجزوا عن الصوم أن يطعموا عن كل يوم مسكيناً، سواء إطعاماً بتمليك بأن يدفع إلى الفقراء هذا الإطعام، أو كان الإطعام بالدعوة يدعو مساكين بعدد أيام الشهر فيعشيهم كما كان أنس بن مالك رضي الله عنه يفعل حين كبر صار يجمع ثلاثين مسكيناً فيعشيهم فيكون ذلك بدلاً عن صوم الشهر" اهـ .
dan telah berkata syeikh ibnu utsaimin dalam kitab fatawa asshiyam (hal 111): diwajibkan bagi mereka yang sakitnya berkelanjutan (lama sembuh/tipis kemungkinan sembuh) dan orang tua renta baik pria maupun wanita tak mampu puasa untuk memberi setiap hari yang ditinggalkan dengan memberi makan orang miskin, dengan cari memberi langsung perhari 1 orang miskin makanan atau dikumpulkan semua puasa yang ditinggalkan kemudian memanggil orang miskin (bisa juga langsung antar) sebanyak hari yang ditinggalkan, sebagaimana anas ibnu malik radhiallahu anhu pernah melakukan dengan mengumpulkan 30 orang miskin untuk diberi makan sebagai ganti puasa 30 hari yang dia tinggalkan. selesai

allahu a'lam

pembahasan ini ana angkat karna ngobrol ama jamaah sholat tarawih di musholla, jadi luangkan waktu baca untuk memahamkan diri kembali dan yang membaca

diterjemahkan oleh Atri Yuanda Elpariamany
sumber referensi islamqa.info
selengkapnya »
Peristiwa wafatnya ibrahim, Anak Nabi Muhammad shallallahu alahi wa salam

Peristiwa wafatnya ibrahim, Anak Nabi Muhammad shallallahu alahi wa salam

إن المتأمل في شريط السيرة النبوية يجدها ملأى بأحداثٍ ووقائع توقظ في النفس شعور الحنين لرؤيته صلى الله عليه وسلم، والإحساس بالغِبْطةِ تجاه الصحابة الذين جالسوه، واغترفوا من علمه، واستضاؤوا بنور هديه.
jika direnungkan rekam perjalanan hidup nabi muhammad maka didapati di dalamnya penuh dengan kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang membangkitkan jiwa untuk rindu segera bertemu Rasulullah shallalahu alahi wa salam dan perasaan begitu bahagianya para sahabat bertemu langsung nabi dan mereka tahu apa yang dilakukan nabi dan mendapatkan terangnya cahaya hidayah yang dibawa nabi.

ومن المشاهد التي استوقفتني خلال تجوالي في رحاب سيرته صلى الله عليه وسلم: تعدُّدُ المواقف التي سالت فيها دموعه الشريفة.
dan dari banyaknya pengamatan yang membuatku berhenti sejenak selama menelusuri luasnya perjalanan hidup rasulullah shallalahu alahi wa salam: yaitu banyaknya situasi yang membuat air mati rasulullah mengalir.

Peristiwa wafatnya ibrahim

فقد بكى صلى الله عليه وسلم خوفًا وخشيةً من الله، كما في الحديث الذي رواه الترمذي عن عبدالله بن الشِّخِّيرِ قال: "أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يصلي ولجَوْفِه أزيزٌ كأزيز المِرْجَلِ من البكاء"[1].
sungguh telah menangis nabi shallallahu alahi wa salam penuh rasa takut dan cemas kepada Allah, sebagaimana dalam hadist riwayat tirmidzi dari abdullah ibnu assyikhkhiry, dia berkata: aku menemui rasulullah shallallahu alahi wa salam disaat beliau sedang sholat dan dari dalam dadanya suara nafas yang mendesih (suara yang tidak beraturan) seperti suara mendidihnya cerek air dikarenakan beliau sedang menangis.

وبكى محبةً وشوقًا، كما في نعي زيد بن حارثة فيما رواه ابن حجر في "الإصابة" حيث قال صلى الله عليه وسلم: ((هذا شوقُ الحبيب إلى حبيبه!))[2].
dan tetesan air mata tersebut bentuk kecintaan dan rindu, sebagaimana perihal berita kematian zaid bin haritsah dalam riwayat ibnu hajar di kitab al-ishobah, nabi shallallahu alahi wa salam berkata: ini kerinduaan seseorang yang mencintai kepada yang dia cintai

كما ذرفت عيناه على قبر أمه، وابنته أم كلثوم، وعند رؤيته لقلادة أمِّنا خديجة رضي الله عنها، وغيرها كثير من المحطات التي سالت فيها عَبَرات النبي صلى الله عليه وسلم!
sebagimana bercucurnya air mata rasulullah dekat kubur ibunya, anak cewek nabi ummu kultsum dan ketika nabi melihat kalung khadijah radhiallahu anha yang telah wafat dan banyak kejadian sedih lainnya yang dihadapi nabi shallallahu alahi wa salam

أما المحطة الأساس التي هدتني إلى المحطات السابقة، فهي بكاؤه صلى الله عليه وسلم على وفاة ابنه إبراهيم، وذلك من خلال مدارستي لكتاب "محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم" لكاتبه "محمد رضا"، وقد آثرتُ تناولَ هذا المشهد من خلال زاويتين: عاطفية وجدانية، وعقائدية.
adapun pilihan persinggahan perjalan hidup nabi yang telah aku lewati sebelumnya untuk dipelajari di tulisan ini mengenai menangisnya rasulullah shallallahu alahi wa salam perihal wafat anaknya ibrahim, ini saya baca dari buku berjudul muhammad rasulullah shallallahu alaihi wa salam yang ditulis oleh muhammad ridho, dan ini sangat menyentuhku setelah mempelajari kejadian dari 2 sudut pandang : kelembutan perasaan dan keyakinan

فعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: دخلنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم على أبي سيف القين، وكان ظِئْرًا لإبراهيم ابن النبي صلى الله عليه وسلم، فأخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم إبراهيم فقبَّله وشمَّه، ثم دخل عليه بعد ذلك وإبراهيم يجودُ بنفسه، فجعلتْ عينا رسول الله صلى الله عليه وسلم تذرفان! فقال له عبدالرحمن بن عوف: وأنت يا رسول الله؟ فقال صلى الله عليه وسلم: ((إن العين تدمع، والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يرضي ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون))[3].
dari anas ibnu malik radhiallahu anhu dia berkata: aku bersama rasulullah shallallahu alahi wa salam berkunjung ke rumah abu saif al-khain, ketika itu ibrahim anak nabi masih menyusu dengan istrinya abu saif lalu nabi memeluknya dan menciumnya, kemudian kami berkunjung kembali setelah wafatnya ibrahim, lalu air mata nabi muhammad mengalir (mengingat kenangan) maka abdurrahman ibnu auf berkata: dan kamu (heran) wahai rasulullah ? maka nabi menjawab: sesungguhnya mata telah menangis dan hati pun sedih, dan tidaklah kita (nabi) berkata kecuali apa yang diridhoi Allah dan kita sedih atas perpisahan (sementara) atasmu wahai ibrahim.

وكان ذلك في شهر ربيع الأول سنة 10 للهجرة، وكان عمره ستة عشر شهرًا.
ketika itu pada bulan rabiul awal tahun 10 hijriah, usia ibrahim masih 16 bulan (1 tahun 4 bulan)

لقد فُجِعَ النبي صلى الله عليه وسلم بفقد ابنه إبراهيم، كما فُجِعَ بفَقْدِ جميع أبنائه في حياته ما عدا فاطمة رضي الله عنها، وإنها وربِّ الخلق لمن أشد ما يصيب الإنسان في دار الفناء، فليست هناك مصيبة أشد على المرء من فقد الولد، فكان يستقبل هذا البلاء باليقين والصبر والرضا بقضاء رب العالمين، وكان صبره على فراقهم بمقدار تحمله لجميع شدائد الدنيا، فما كانت تتعدى ردةُ فعله سيلانَ عبراته الشريفة على خَدَّيْهِ الكريمين.
sungguh nabi shallallahu alahi wa salam terkejut (sedih) atas kepergian anaknya ibrahim sebagaimana wafatnya semua anak nabi yang lain kecuali fatimah radhiallahu anha, dan sesungguhnya ini merupakan musibah berat yang dihadapi manusia di dunia fana ini, tidak ada musibah yang lebih berat dihadapi seseorang selain dari kehilangan anak. nabi menghadapi musibah ini dengan keyakinan, sabar dan ridho terhadap takdir Allah pemilik alam semesta, kesabaran nabi atas perpisahan dari anaknya sebanding dengan menghadapi semua kesulitan dunia, beliau tidak pernah didapati sepanjang perjalanan hidupnya berlebihan menyikapi kesedihannya, ini sangat membekas pada dirinya.

وتلك مواقف تكشف الجانب الإنساني في شخصيته صلى الله عليه وسلم، بل إن إنسانيته عليه الصلاة والسلام تفوق إنسانية الخلق مجتمعة، فهو بحق رحمة مهداة.
semua kejadian dialami nabi membuka tabir kepribadian/watak nabi muhammad shallallahu alahi wa salam yang menunjukkan kecapakan/keunggulan nabi diatas kepribadian dari makhluk lainnya oleh karnanya dia layak memperoleh kasih sayang.

ومن جهة أخرى فقد روي عن أنس رضي الله عنه بسند صحيح قال: "لو عاش إبراهيم ابنُ النبي صلى الله عليه وسلم، لكان صدِّيقًا نبيًّا"[4].
dan dari sisi lain dalam riwayat anas radhiallahu anhu dengan sanad shahih, dia berkata: seandainya ibrahim anak nabi shallallahu alahi wa salam hidup maka dia orangnya jujur dan seorang nabi.

كما أخرج البخاري في صحيحه من طريق إسماعيل بن أبي خالد قال: "قلت لابن أبي أوفى: رأيتَ إبراهيمَ ابنَ النبي؟ قال: مات صغيرًا، ولو قُضِيَ أن يكون بعد محمد صلى الله عليه وسلم نبيٌّ، عاش ابنه؛ ولكن لا نبي بعده"[5].
sebagaimana dalam riwayat bukhari di shahihnya dari jalan ismail ibnu abi khalid berkata: aku berkata kepada anak abu aufa: apakah engkau bertemu ibrahim anak nabi ? dia berkata: dia wafat ketika masih kecil, seandainya ditakdirkan setelah nabi muhammad seorang nabi tentu anaknya tetap hidup akan tetapi tidak ada nabi setelahnya (muhammad)

فهل الحكمة من موت إبراهيم هو حفظ الأمَّة من الافتتان به بعد وفاة النبي؟
maka apakah hikmah dari wafatnya ibrahim adalah menjaga umat dari fitnah (ujian jika dia hidup) setelah wafatnya nabi muhammad ?

وقد حدثت بوادر ذلك في حياة الرسول، عندما انكسفت الشمس يوم وفاته، فقال الناس: انكسفت لموت إبراهيم، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن الشمس والقمر لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته))[6].
dan sungguh telah terjadi perkara yang menyesatkan padahal nabi masih hidup ketika gerhana matahari pada hari wafatnya ibrahim: lalu manusia berkata: telah terjadi gerhana dikarenakan wafatnya ibrahim, lalu rasulullah shallallahu alahi wa salam berkata: sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena mati atau hidup (lahirnya) seseorang.

وهل العلة من موت إبراهيم لحكمة متعلقة بالرسالة وبمصلحة الأمة؛ حيث لو عاش لغلا فيه الناس؟
dan apakah alasan dari wafatnya ibrahim terdapat hikmah yang berkaitan dengan kerasulan dan maslahat untuk umat; jika ibrahim hidup maka akan tersebar diantara manusia (dia nabi setelah muhammad)

وهل صحيح أن السر في موت إبراهيم أن لو عاش لكان نبيًّا؛ فأراد الله أن يقطع شبهة وراثة النبوة بموته؟
dan apakah benar bahwa rahasia dibalik wafatnya ibrahim jika seandainya dia hidup akan menjadi nabi ? maka allah berkehendak memutus perkara yang menimbulkan keraguan atas mewarisi kenabian dengan cara mematikan anak nabi.

ولو افترضنا ذلك جدلاً، واستحضرنا قوله عز وجل: ﴿ مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ﴾ [الأحزاب: 40].
seandainya mengharuskan kita diskusi maka cukuplah kita simak perkataan Allah azza wa jalla : Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu [5], tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS. al-ahzab: 40

فهذه الآية كما ذكر ابن كثير في تفسيره: نصٌّ في أنه لا نبي بعده.
maka ini adalah ayat sebagaimana disebutkan oleh ibnu katsir dalam tafsirnya: dalil ini menunjukkan bahwasanya tidak ada nabi setelah muhammad.

فهل كان النبي صلى الله عليه وسلم يعلم أن إبراهيم سيتوفاه الله قبل بلوغه سن التكليف؛ مصداقًا لقوله تعالى: ﴿ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا * إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا ﴾ [الجن: 26، 27]
apakah sebelumnya nabi shallallahu alahi wa salam tahu bahwasanya ibrahim akan diwafatkan Allah sebelum usianya beranjak dewasa, sebagaimana membenarkan perkataan Allah ta'ala: [Dia adalah Tuhan] Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. (26) Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga [malaikat] di muka dan di belakangnya. (27) surat al-jin

footnote

1. asyamail almuhammadiyah 308
2. al-ishobah 4/316
3. shahih bukhari 1303
4. musnad imam ahmad 19/359
5. shahih bukhari 6195
6. shahih bukhari 996

source: alukah.net
selengkapnya »
wasiat untuk para pengajar (guru) khususnya saya pribadi

wasiat untuk para pengajar (guru) khususnya saya pribadi

لا تأخذ إجازة مرضية وأنت غير مريض فتجمع بين معصيتين: الكذب وأكل المال الحرام و والله إن الخصم من راتبك مع تقوى الله وخشيته خير لك وأبقى
jangan ambil libur alasan sakit sedangkan kamu tidak sakit maka disini tergabung 2 maksiat: berdusta dan memakan harta haram dan demi Allah apabila dipotong gajimu atas dasar ketaqwaan dan takut kepadanya itu lebih baik bagimu dan lebih selamat

تقبل طلابك بأخطائهم فهم ليسوا ملائكة ولاشياطين ، ولاسبيل للتهرب من توجيه تلك الأخطاء فأنت المربي وهذا المأمول منك
terimalah kesalahan-kesalahan muridmu karna mereka bukanlah malaikat dan bukan pula syaitan, dan tidak ada jalan untuk lari dari mendapatkan kesalahan, maka kaum sebagai pengajar akan berhadapan dengan keadaan tersebut.

اظهر احترامك لمن هم بين يديك ببيان فضلهم كطلاب للعلم فهذا سيختصر المسافة لك للوصول إلى قلوبهم
tampakkan rasa menghormati kepada mereka yang ada dihadapanmu dengan menjelaskan keutamaan mereka seperti para penuntut ilmu sehingga memperpendek jarak perselisihan denganmu untuk bisa menggapai hati mereka.

wasiat untuk para pengajar

تذكر أن كثيراً من العظماء أصبحوا عظماء بسبب كلمة من معلم حفزتهم وأشعلت هممهم و وصلوا إلى القمة فلتكن أنت صانع العظماء
ketahuilah bahwasanya banyak orang menjadi hebat/berpengaruh disebabkan ucapan dari guru mereka yang menancap pada diri mereka dan membuat mereka fokus terhadap cita-cita mereka dan tercapailah tujuan karna kamu yang mengkaderisasi mereka hingga menjadi orang besar/hebat/berpengaruh

أحسن تعاملك مع الطلاب واترك أثراً جميلاً لديهم فكم من معلم نال من الدعاء حتى مع مرور السنين ولو كان. تحت الثرى
Perbaiki komunikasi kamu terhadap murid-murid dan tinggalkan kenangan yang baik terhadap mereka, betapa banyak para guru memperoleh doa yang baik hingga waktu berlalu bertahun-tahun walau jasad sudah berada dalam tanah.

كل المواد الدراسية يُمكن ربطها بتعاليم ديننا .. فقط عليك البحث عن الوسيلة المناسبة
semua mata pelajaran bisa saja berkaitan dengan pelajaran agama kita, maka kamu berusaha mencari penghubung yang cocok dikaitkan (pelajara umum) dengan agama.

أي دقيقة تتأخر فيها عن الحصة أوتخرج فيها قبل نهاية الوقت, كل دقيقة تذهب في القهوة والفطور هي حق الطالب سيأخذها يوم الحساب
berapa menit telat masuk mengajar atau keluar sebelum waktunya, setiap menit waktu terpakai untuk ngopi dan sarapan padahal ada hak murid kelak akan diminta pertanggung jawaban di hari hisab

كم من معلم كان سبباً في تصحيح توجه كثير من الشباب، فنال بذلك دعوات صادقة وحسنات جارية
betapa banyak para guru menjadi sebab pengarahannya yang bagus terhadap pemuda maka memperoleh doa-doa yang tulus dan amal kebaikan yang terus mengalir

اللهم زد وبارك في كل معلم قويٌ أمين محسن
ya allah, tambahlah dan berkahi seluruh pengajar ketabahan, terpercaya dan murah hati

بين يديكِ جيل، بُث في روحه الصحوة، حبب إليه العلم وأيقظ فيه النخوة، لعل كلمة منك تُشعل في قلبه الهِمّة، فيكون صلاحاً للأمة
dihadapanmu ada generasi penerus, tanamkan pada jiwanya kesadaran, tumbuhkan kecintaannya terhadap ilmu dan bangkitkan jiwanya ambisi, semoga dari ungkapanmu terpatri dalam hatinya target tujuan sehingga memberi manfaat positif terhadap umat.

كان الشيخ العثيمين رحمه الله يفصل بين قلم الوظيفة وقلمه الشخصي خوفا من أكل الحرام! فكيف بمن يهدر ما هو أثمن من الحبر؟ الوقت
dahulu syaikh utsaimin rahimahullah membedakan mana pena lembaga dan pena pribadi, ketakutannya dari makan harta haram! lantas bagaimana dengan orang yang menghamburkan sesuatu yang lebih mahal dari tinta ?

تذكرأن لديك ابناء يدرسهم معلمون مثلك فأحسن لأبناء الناس يقيّض الله لأبنائك معلمين يحسنون إلى ابنك, فالجزاء من جنس العمل
ketahuilah, kamu punya anak yang belajar dari para guru yang juga seperti mu maka berlaku baiklah terhadap anak manusia (bukan anak kandung) agar Allah meberikan kepada anak-anakmu para guru yang juga berlaku baik terhadap anakmu, maka setiap balasa sebanding dengan perbuatan.

أخلص النية لله فأنت تمارس مهنة الأنبياء ومتى احتسبت الأجر في عملك كانت ساعات نهارك كلها في موازين حسناتك
ikhlaskan niat hanya kepada Allah, anda sedang menempuh pekerjaan para nabi dan kapan saja kamu mengharapkan ganjaran dari amalanmu yang dahulu waktu siangmu semuanya digunakan untuk mengajar sudah berada di timbangan amalan kebaikanmu

ياحبذا إرساله لمن تعرفون من المعلمين والمعلمات، لتعم الفائدة
wahai saudaraku yang mendukung, kirimlah nasehat ini kepada orang yang kamu kenal dari para guru pria dan wanita, agar faedahnya dirasakan banyak orang.

diterjemahkan oleh Atri Yuanda Elpariamany
selengkapnya »
Melihat Hilal dari Mimpi, cukupkah ?

Melihat Hilal dari Mimpi, cukupkah ?

Melihat Hilal dari Mimpi, cukupkah ?

حكي عن القاضي حسين الشافعي أن شخصا قال له ليلة الشك ولم يكن قد رئي الهلال:
telah menceritakan dari hakim husain assyafii bahwasanya ada seseorang berkata kepadanya pada malam yang diragukan dan dia belum melihat hilal langsung.

رأيت النبي - صلى الله عليه وسلم - في المنام وقال لي: صم غدا.
aku bermimpi jumpa nabi shallallahu alahi wa salam dan dia berkata kepadaku: besok puasa

فقال له القاضي: قد قال لنا في اليقظة: (لا تصوموا غدا) فنحن نعتمد ذلك. (ينظر: طرح التثريب 215/8)
maka hakim berkata kepadanya: sungguh nabi telah menyampaikan kepada kita dalam keadaan sadar: jangan puasa besok (hari yang diragukan sampai nampak hilal) maka kita berpatokan dengan itu. (lihat: shorhut tastrib 8/215)

لأحكام الشرعية لا تبنى على رؤيا المنام وتعبيرها، وإنما يستأنس بها ولا يعتمد عليها، وهي كما قال الإمام أحمد: (الرؤيا تسر المؤمن ولا تغره). (الآداب الشرعية 453/3)
dalam hal hukum syar'i tidak dibangun diatas mimpi dan penjelasannya, oleh karnanya diperintahkan untuk ditinggalkan dan tidak bersandar atasnya, sebagaimana dikatakan imam ahmad: mimpi membahagiakan mukmin dan janganlah sampai dia tertipu/terpedaya. (al-adabus syar'iyyah 3/453)

خدمة "فوائد فقهية" للاشتراك عبر التلقرام: http://cutt.us/Fn5J8

diterjemahkan oleh Atri Yuanda Elpariamany
selengkapnya »
Beranda