.widget img{ max-width:100%; height:auto;}
Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
Nabi yunus alahissalam Berdoa Di dalam Perut ikan besar

Nabi yunus alahissalam Berdoa Di dalam Perut ikan besar


beliau berdoa di dalam kegelapan diatas kegelapan, bisa dibayangkan betapa gelapnya ketika beliau di telan di dalam perut ikan hud (bahasa arabnya), ada yang mengatakan ikan paus, yang jelas ikannya sangatlah besar. ikan besar ini hidup di laus lepas yang sangat dalam dan sangat gelap. nabi yunus di dalam perut ikan seorang diri yang gelap dan di kedalaman lautan yang sangat gelap.

walau bagaimanapun, tidak terputus harapannya kepada Allah taala agar menyelamatkan dirinya.

Allah ta'ala abadikan doa nabi yunus dalam alquran surat al-anbiya 87-88

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ﴿ ٨٧﴾ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ ﴿ ٨٨﴾
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".(87) Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (88)

kalau bukan termasuk orang yang selalu mengingat Allah ta'ala maka dia akan tetap di dalam perut ikan hingga hari kebangkitan. disebutkan kisahnya dalam surat ash-shaffat 139-148

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ ﴿ ١٣٩﴾ إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ ﴿ ١٤٠﴾ فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ ﴿ ١٤١﴾ فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ ﴿ ١٤٢﴾ فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ ﴿ ١٤٣﴾ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿ ١٤٤﴾ فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ ﴿ ١٤٥﴾ وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ ﴿ ١٤٦﴾ وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ ﴿ ١٤٧﴾ فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ ﴿ ١٤٨﴾
Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (139) (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, (140) kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. (141) Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. (142) Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, (143) niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (144) Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. (145) Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. (146) Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. (147) Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. (148)

makna tasbih menurut ulama adalah banyak bertasbih, ada juga banyak sholat ada juga berdasarkan lafadz zikir

أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim

ini doanya nabi yunus alahissalam
selengkapnya »
Hasad bentuk protes atas pemberian Allah Ta'ala | Ustadz Dr. Firanda Andirja

Hasad bentuk protes atas pemberian Allah Ta'ala | Ustadz Dr. Firanda Andirja


Penyakit hasad adalah tanda anda tidak bersyukur dan juga Protes atas pemberian Allah taala kepada hamba-hambanya.

أَهُمۡ یَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَیۡنَهُم مَّعِیشَتَهُمۡ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضࣲ دَرَجَـٰتࣲ لِّیَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضࣰا سُخۡرِیࣰّاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَیۡرࣱ مِّمَّا یَجۡمَعُونَ
Apakah mereka yang membagikan rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. [Surat Az-Zukhruf: 32]

Yg mengatur kecantikan, fisik lengkap, cacat, kepintaran, kekayaan, miskin, jabatan dan lainnya. Dialah Allah taala yang mengaturnya.

Syukuri keadaan, jika ada orang lain yg disibukkan dengan perniagaannya yg membuatnya tidak sempat ibadah sedangkan anda diberi waktu yg lapang dan kehidupan yg cukup sehingga bisa beribadah karna belum tentu jika seperti dia akan bisa tetap beribadah atau malah lebih parah jauh dari agama.

Ada seorang salaf yg mentadaburi Al-Qur’an dan sampai pada ayat ini, lalu dia pun semakin ridho atas ketentuan Allah taala dan tepis rasa hasad dalam hatinya kepada orang lain.

Alhamdulillah nanti di akhirat tidak akan ditanya terlalu lama atas kepemilikan harta karna harta itu kelak akan diminta pertanggungjawabannya sumbernya dan kemana di gunakan

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا وَضَعَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ
Dari Mu’adz bin jabal radhiallahu’anhu: ia berkata, “Tidaklah kaki seorang hamba bergeser (dari tempat penantiannya) pada hari kiamat hingga ia ditanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang badannya untuk apa ia gunakan, tentang harta dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, serta tentang ilmu untuk apa ia amalkan”. Hr. Darimi 538

Seperti ustadz atri contohnya, jika yg hadir dikajian ustadz sedikit orangnya adapun ustadz fulan banyak yg hadir, maka ustadz tak boleh hasad. Karna ustadz jika di posisinya, belum tentu ikhlas, bisa terkena penyakit riya, terfitnah dengan dunia. Sadar diri dengan kapasitas ilmu, terus perbaiki niat, tingkat kualitas keilmuan dan teruslah Istiqomah berdakwah mengharap ridho Allah baik dikit atau banyak orang/uang, dikasih amplop atau tidak, suka atau sedih.

Saya begini, berarti ini yang terbaik, tetaplah berhusnuzhon atas ketetapan Allah taala dan berprasangka buruk

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي إِنْ ظَنَّ بِي خَيْرًا فَلَهُ وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ
Dari Rasulullah ﷺ bersabda, “Bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Sesungguhnya Aku sesuai dengan prasangkaan hamba-Ku terhadapa-Ku, jika ia berprasangka baik maka ia akan mendapatkannya, dan jika ia berprasangka buruk maka ia akan mendapatkannya.’” Hr. Ahmad 8715

betapa banyak orang yang terkenal di dunia tapi tidak terkenal di penduduk langit.

betapa banyak orang yang tidak terkenal di dunia namun terkenal oleh penduduk langit

dan ada juga orang yang terkenal di dunia dan juga di akhirat

jika cara pandangannya seperti ini dan terus melawan, maka tidak akan tumbuh kembang penyakit hasad.

penyakit hasad masuk ke dalam hati dan siapapun pernah hasad, berkata syeikhul islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah

ما خلا جسد من حسد ، لكن اللئيم يبديه ، والكريم يخفيه
tidak ada jasad yang tidak selamat dari hasad akan tetapi orang yang buruk akan menampakkan dan orang yg mulia menyembunyikan hasadnya

kalau sekedar lewat itu wajar, segera lawan dan buang namun yang tidak boleh adalah dibiarkan tertanam dihati hingga tumbuh.

kelebihan yang Allah ta'ala berikan kepada orang lain, maka hendaklah kita ucapkan

ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar. QS. Al-Jum'ah 4

hendaklah kita mencontoh para sahabat nabi radhiallahu anhum, yang mana Allah taala puji mereka

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. QS. Al-Hasyr. 9

bersyukur mendatangkan kebahagian, jika tidak bersyukur maka anda akan terus ditimpakan penderitaan dan jauh dari kebahagiaan

referensi video ustadz firanda "Penyakit hasad bentuk protes kepada pemberian Allah" dan sedikit tambahan dari saya
selengkapnya »
Ringkasan tentang pembagian Takdir, bisakah berubah dan sikap seorang muslim

Ringkasan tentang pembagian Takdir, bisakah berubah dan sikap seorang muslim


1. Takdir azali di lauh mahfud

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ قَالَ رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
“Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena, lalu Allah berfirman kepadanya, “Tulislah!” pena itu menjawab, “Wahai Rabb, apa yang harus aku tulis?” Allah menjawab, “Tulislah semua takdir yang akan terjadi hingga datangnya hari kiamat.” HR. Abu Daud 4078

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, ia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Allah telah menentukan takdir seluruh makhluk-Nya lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.’ Rasulullah menambahkan, ‘Dan Arasy Allah itu berada di atas air.’” HR. Muslim 4797

وَمَا مِن دَاۤبَّةࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَلَا طَـٰۤىِٕرࣲ یَطِیرُ بِجَنَاحَیۡهِ إِلَّاۤ أُمَمٌ أَمۡثَالُكُمۚ مَّا فَرَّطۡنَا فِی ٱلۡكِتَـٰبِ مِن شَیۡءࣲۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ یُحۡشَرُونَ
Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab,kemudian kepada Rabb mereka dikumpulkan. [Surat Al-An’am: 38]

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَیۡبِ لَا یَعۡلَمُهَاۤ إِلَّا هُوَۚ وَیَعۡلَمُ مَا فِی ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۚ وَمَا تَسۡقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا یَعۡلَمُهَا وَلَا حَبَّةࣲ فِی ظُلُمَـٰتِ ٱلۡأَرۡضِ وَلَا رَطۡبࣲ وَلَا یَابِسٍ إِلَّا فِی كِتَـٰبࣲ مُّبِینࣲ
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauḥ Mahfūẓ). [Surat Al-An’am: 59]

وَمَا مِن دَاۤبَّةࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَیَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلࣱّ فِی كِتَـٰبࣲ مُّبِینࣲ
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).[Surat Hud: 6]

2. Takdir umri

- Ketika roh akan diambil perjanjian

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِیۤ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّیَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰۤ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ شَهِدۡنَاۤۚ أَن تَقُولُوا۟ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَـٰذَا غَـٰفِلِینَ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” [Surat Al-A’raf: 172]

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ ، كَمَثَلِ البَهِيمَةِ تُنْتَجُ البَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاء
setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi yahudi, nasrani, atau majusi. sebagaimana binatang ternak dengan sempurna. apakah kalian melihat ada cacat padanya ? HR. Bukhari 1296

- Ketika roh yg akan ditiupkan ke janih

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَوَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
‘Sesungguhnya seorang manusia mulai diciptakan dalam perut ibunya setelah diproses selama empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya. Lalu menjadi segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya. Setelah empat puluh hari berikutnya, Allah pun mengutus seorang malaikat untuk menghembuskan ruh ke dalam dirinya dan diperintahkan untuk menulis empat hal; rezekinya, ajalnya, amalnya, dan sengsara atau bahagianya.’ Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sungguh ada seseorang darimu yang mengerjakan amal perbuatan ahli surga, hingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah satu hasta, namun suratan takdir rupanya ditetapkan baginya hingga ia mengerjakan amal perbuatan ahli neraka dan akhirnya ia pun masuk neraka. HR. Muslim 4781

3. Takdir sanawi (tahunan)

{ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ وَٱلرُّوحُ فِیهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرࣲ (4) سَلَـٰمٌ هِیَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ (5) }
Pada malam itu turun para malaikat dan Rūh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. Suratt Al-Qadar: 4-5]

4. Takdir Yaumi

یَسۡـَٔلُهُۥ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِۚ كُلَّ یَوۡمٍ هُوَ فِی شَأۡنࣲ
Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. [Surat Ar-Rahman: 29]

Semua berinduk kepada takdir azali, Lauh mahfudz data utama berisi rincian dan hasil akhir dan tidak menerima penghapusan dan penetapan adapun catatan yg ada pada malaikat bisa dihapus dan ditetapkan.

Dalam catatan malaikat jika fulan lakukan ini maka dia dapatkan ini takdirnya dan jika dia lakukan itu maka dia dapatkan itu takdirnya adapun hasil akhirnya sudah tercatat di lauh mahfudz.

Jika ada 2 pilihan yg berat maka disunnahkan sholat istiqoroh, ini akan terjadi perubahan pada catatan pada malaikat.

یَمۡحُوا۟ ٱللَّهُ مَا یَشَاۤءُ وَیُثۡبِتُۖ وَعِندَهُۥۤ أُمُّ ٱلۡكِتَـٰبِ
Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitāb (Lauḥ Maḥfẓ). [Surat Ar-Ra’d: 39]

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa ayng ingin diluaskan rezekinya atau meninggalkan nama sebagai orang baik setelah kematiannya, hendaklah dia menyambung silaturrahim". HR. Bukhari 1925

لَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ وَلَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ
“Tidaklah akan bertambah umur (seseorang) kecuali dengan kebaikan, dan tidaklah akan dapat menolak takdir kecuali doa. Sesungguhnya seseorang akan ditahan rezekinya karena dosa yang dia lakukan.” HR. Ibnu Majah 4012

Apa yang diucapkan ketika takdir yang terjadi

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿ ١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿ ١٥٦﴾ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ﴿ ١٥٧﴾
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. ( 155 ) Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. ( 156 ) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". ( 157 ) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

وإن أصابك شيء، فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا، ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان
seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu, tetapi katakanlah, "ini sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. karena sesungguhnya ungkapan seandainya akan membukakan jalan bagi godaan syeitan. HR. Muslim 4816

mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau menyedihkan

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».
Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal“” [HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani].

Tidak boleh menyalahkan takdir jika itu karna kesalahan sendiri yang jadi pembenaran bolehnya buat salah terus, padahal nabi melarang jatuh pada kesalahan yang sama. Jika jatuh kepada kesalahan atau dosa yang sama maka hendaklah menyalahkan diri sendiri jika perbuatan yang telah terjadi, bertaubat dan berusaha tidak mengulangi kembali kedepannya.

لا يُلْدَغُ المؤمنُ من جُحْرٍ واحد مرتين
seorang mukmin itu jangan sampai terperosok 2 kali pada 1 lubang yang sama. HR. Bukhari 5668

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". QS. An-Naml: 40

Jangan seperti qarun

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي ۚ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا ۚ وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ
Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. QS. Al-Qashash 78

Sikap seorang muslim
-wajib beriman kepada qadar baik dan buruk
- berbaik sangka atas takdir yang telah Allah taala tetapkan.
- amalkan doa dan dzikir yang diajarkan jika mendapatkan takdir yang baik atau buruk.
- apapun yang terjadi setelah usaha maka itulah ketetapan Allah ta'ala yang terbaik dan jika itu karna kesalahan sendiri maka hendaklah introfeksi diri dan tidak mengulangi kesalahan tersebut.

allahu a'lam

Referensi: almanhaj.or.id | Aplikasi Mushaf | aplikasi hadist | video kajian ustadz Firanda "apakah takdir bisa dirubah?" | ar.islamway.net/ | dll

disusun oleh Atri yuanda ibnu mahyudin elbariamany
selengkapnya »
Tutorial koneksikan aplikasi open camera ke perangkat microphone wireless

Tutorial koneksikan aplikasi open camera ke perangkat microphone wireless

Bismillah, artikel ini saya tulis untuk membantu mengatasi kendala pada hp android tipe micro maka harus dilengkapi converter dari tipe c ke tipe micro agar bisa di dikoneksikan ke hp.

Jika sudah konek dengan mengaktifkan membaca otg namun tidak bisa keluar suara juga padahal warna lampu indikator berwarna hijau yang menunjukkan terkoneksi berarti hpnya sama sepert hp saya yg tidak support mic eksternal.

Maka solusi lainnya adalah menginstal aplikasi tambahan di play store, diantaranya open camera. Setelah di install lalu klik icon gerigi di pojok kanan atas

lalu pilih video settings
kemudian klik audio source dan pilih ekternal mic (if present)


demikian, semoga bermanfaat.
selengkapnya »
Apa Tujuan Ayah Bunda Memasukkan Anak Ke Sekolah ?

Apa Tujuan Ayah Bunda Memasukkan Anak Ke Sekolah ?

Dan ketika kita memasukkan anak kita ke sebuah sekolah 

Pertanyaannya adalah Apakah konsep dan sistem sekolah menunjang dan mensupport kita sebagai orang tua untuk mencapai tujuan tersebut, masuk ke dalam surga dan lolos dari siksa api neraka.

Itu menjadi masalah dan PR besar yang harus kita pastikan ketika mendidik anak, bukan yang lain, yang lain bisa menyusul.

Dan begitu juga pihak sekolah, pada saat kita membangun sebuah sekolah, dari usia dini misalnya TK SD dan seterusnya, mulai dari Yayasan sampai guru.

Pastikan, ketika kita bergabung di sekolah tersebut. PR besar kita, Bagaimana anak-anak Didik kita lolos dari siksa api neraka? 

Bagaimana anak-anak Didik kita masuk ke dalam surga Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

faedah Ilmu dari Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc حفظ الله تعالى
selengkapnya »
Nasehat Rumah Tangga : saling mengabaikan perkara sepele dan memaafkan

Nasehat Rumah Tangga : saling mengabaikan perkara sepele dan memaafkan

Apa Nasehat anda untuk mendapatkan Rumah Tangga yang Bahagia ?

Demi Allah, hakikatnya ada banyak nasehat 

akan tetapi diantara nasehat yang terbaik untuk suami istri adalah taqaful (saling mengabaikan perkara remeh) dan jangan diperhitungkan segala hal (untuk dipermasalahkan/diperbesarkan).

abaikan dan jalani hidup ini bersama, tidak ada manusia yang sempurna. jika segala perkara dipermasalahkan kepada pasanganmu, maka engkau tidak akan dapati pada pasanganmu melainkan semuanya salah di matamu selamanya.

siapa yang tak pernah buat salah dan padanya semua kebaikan ? kecuali hanya Muhammad Rasulullah shalallahu alahi wa sallam

Link video https://youtube.com/shorts/RFpFeFtLvA4?feature=share
selengkapnya »
Keutamaan Ahlul Qur'an dan tips menghafal | Syeikh Abdurrazaq allimbarky aljazairy

Keutamaan Ahlul Qur'an dan tips menghafal | Syeikh Abdurrazaq allimbarky aljazairy


Alhamdulillah, diberi kesempatan bisa menimba ilmu bersama syeikh Abdurrozzaq limbarky aljazairy di masjid ponpes imam syafii bagan besar kota dumai. Walau hanya 1 jam, Alhamdulillah bisa mendapatkan beberapa faedah yang saya catat disini dan sedikit tambahan dari saya.

Syeikh Abdurrozzaq limbarki aljazairy berasal dari negera Aljazair
- Pewaris Sanad Ke 28 riwayat Hafs'an Ashim
- Pewaris sanad 10 Qiraah shugra, kubra dan 4 Syawwadz yang tersambung kepada Rasulullah shalallahu alahi wa sallam.
- Memiliki Sanad Mutun ilmu Tajwid dan Qiraah
- Pembimbing Pelatihan Imam Nasional
- Mudir Ma'had Tahfidz Nafi AlMadani Pekanbaru Riau

Tidaklah yg memuliakan Al-Qur’an kecuali orang yg mencintai Allah talaa. Dalam Al-Qur'an disebutkan tentang kebahagiaan diantaranya 

 وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِینَ قُتِلُوا۟ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ أَمۡوَ ٰ⁠تَۢاۚ بَلۡ أَحۡیَاۤءٌ عِندَ رَبِّهِمۡ یُرۡزَقُونَ (169) فَرِحِینَ بِمَاۤ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ وَیَسۡتَبۡشِرُونَ بِٱلَّذِینَ لَمۡ یَلۡحَقُوا۟ بِهِم مِّنۡ خَلۡفِهِمۡ أَلَّا خَوۡفٌ عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ (170) ۞ یَسۡتَبۡشِرُونَ بِنِعۡمَةࣲ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضۡلࣲ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ (171)
Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki. (169) Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka,bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (170) Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. 171

[Surat Ali ‘Imran: 169-171]

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَاۤءَتۡكُم مَّوۡعِظَةࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَاۤءࣱ لِّمَا فِی ٱلصُّدُورِ وَهُدࣰى وَرَحۡمَةࣱ لِّلۡمُؤۡمِنِینَ (57) قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَ ٰ⁠لِكَ فَلۡیَفۡرَحُوا۟ هُوَ خَیۡرࣱ مِّمَّا یَجۡمَعُونَ (58)
 Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur`ān) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (57) Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (58)

[Surat Yunus: 57-58]

2 Ayat pada surat yunus ini terdapat kata bahagia dalam bentuk perintah kepada ahlul quran.

Alquran di dalamnya kebaikan yg lebih baik daripada dunia dan isinya bagi orang yang mau berfikir.

Al-Qur’an memberikan kecukupan kepada ahlul Qur’an yg mempelajari, mengamalkan dan mengajarkannya

Al-Qur’an adalah harta yg paling berharga daripada harta manapun.

Al-Qur’an itu aqung dan tidak akan mengagungkan kecuali orang-orang yg agung pula.

Selain alquran ada kitab yg diturunkan oleh Allah taala, seperti taurat, injil, Zabur dll, namun alquran lebih mulia dari kitab sebelumnya.

Al-Qur’an diturunkan melalui malaikat yg paling mulia yaitu malaikat jibril dan yg mempelajari Alquran dari kalangan manusia adalah manusia yg paling mulia adalah nabi Muhammad.

Baca juga 8 keutamaan menghafal Al-Qur'an, muslim wajib tahu  

Al-Qur’an yg mulia diturunkan pada bulan yg paling mulia, yaitu bulan ramadhan.

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ....
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). [Surat Al-Baqarah: 185]

Dan diturunkan pada malam yg mulia di bulan ramadhan

إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ
Sesungguhnya Allah taala menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam alqadar. [Surat Al-Qadar: 1]

Al-Qur’an diturunkan kepada umat yg paling mulia

كُنتُمۡ خَیۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَـٰبِ لَكَانَ خَیۡرࣰا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. [Surat Ali ‘Imran: 110]

Siapakah orang yg terbaik dari umat islam ini ?

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Nabi ﷺ bersabda, "Orang yang paling utama di antara kalian adalah seorang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." Hr. Bukhari 4640

خيركم من تعلم القرآن وعلمه
Sebaik-baik kalian yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya. HR. Bukhari 4639

Maka selayaknya kita berbahagia karna turut menghidupkan alquran dengan membaca, mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah kepalanya semua ilmu dan pondasinya. Oleh karena itu mana mungkin manusia hidup tanpa kepala dan badan.

Berikanlah waktu anda yg terbaik, bukan sisa2 waktu kita untuk Al-Qur’an walaupun kita seorang penghafal Al-Qur’an, kitab2 lainnya sekalipun.

Nabi Muhammad diturunkan alquran kepadanya dan dia terus luangkan waktunya untuk alquran dan Allah ajarkan nabi agar terus meminta tambah ilmu dan Al-Qur’an adalah pokok semua ilmu.

{ فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن یُقۡضَىٰۤ إِلَیۡكَ وَحۡیُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِی عِلۡمࣰا }
[Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur`ān sebelum selesai diwahyukan kepadamu,dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” Surat Tha-Ha: 114

إِنَّ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ یَهۡدِی لِلَّتِی هِیَ أَقۡوَمُ وَیُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ ٱلَّذِینَ یَعۡمَلُونَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرࣰا كَبِیرࣰا
Sungguh, Al-Qur`ān ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebaikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar, [Surat Al-Isra': 9]  

Kita umat islam diperintahkan untuk mempelajari disiplin ilmu agama islam dan yg paling mulia dan diutamakan adalah mempelajari Al-Qur’an.

Orang yg paling dekat dengan kita adalah ayah, ibu, anak, saudara kita namun Allah punya orang yg paling dekat dari kalangan manusia Yaitu mereka ahlul Al-Qur’an

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai banyak ahli (wali) dari kalangan manusia.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah mereka itu?” beliau menjawab, “Mereka adalah ahlul Qur’an, mereka adalah para ahli dan orang khusus Allah.” Ibnu majah

Bayangkan jika anda diperintahkan penguasa negara lakukan ini dan itu, tentunya anda akan dengarkan dan turuti. Maka selayaknya kita bersegera dan mentaati perintah Allah taala yg memerintahkan kita untuk terus-menerus mempelajari Alquran, mengajarkan dan mengamalkan Al-Qur’an. Karena Alquran menghidupkan hati orang orang yg jujur cintanya kepada Allah taala sehingga tidak ada dalam hatinya rasa kebosanan karna umumnya, sesuatu yg selalu di upang maka akan muncul kebosanan namun berbeda dengan Alquran Maka hendaklah selalu introspeksi diri, apakah iman kita jujur kepada Allah atau tidak ?

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادࣰا یُحِبُّونَهُمۡ كَحُبِّ ٱللَّهِۖ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَشَدُّ حُبࣰّا لِّلَّهِۗ وَلَوۡ یَرَى ٱلَّذِینَ ظَلَمُوۤا۟ إِذۡ یَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ أَنَّ ٱلۡقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِیعࣰا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِیدُ ٱلۡعَذَابِ
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat,ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya hanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal). [Surat Al-Baqarah: 165]

Berkata syair

الحبيب يطيع من يحب
Orang yg jatuh cinta akan mencintai orang yg dia cintai

Tips menghafal Alquran

1. Niat harus ikhlas
2. Buat jadwal menghafal walaupun itu dikit
3. Istiqomah terus menghafal dan murojaah
4. Pilih guru yg mahir dan sabar
5. Pilih teman duduk yg sholeh

Ada di Aljazair wanita tua umur 80 tahun hafal Al-Qur’an dan saya bertanya, bagaimana bisa? Sesungguhnya dia telah memulai umur 60 tahun dan berakhir usia 80 tahun.

Orang yg baca Alquran dan masih terbata dan meninggal dalam keadaan ini maka

1. Dia dapat 2 pahala

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ اثْنَانِ
dari 'Aisyah dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang yang pandai dalam membaca Al-Qur'an, maka ia akan beserta para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membacanya dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka ia akan .memperoleh dua pahala." Hr. Ibnu majah 3769

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ وَهُوَ يَشْتَدُّ عَلَيْهِ فَلَهُ أَجْرَانِ
Nabi ﷺ beliau bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia pandai membacanya maka ia bersama para malaikat yang mulia, dan orang yang membaca Al-Qur'an sedangkan ia mengalami kesulitan dalam membacanya maka baginya dua pahala." Abu daud 1242

2. Jika baru dapat hidayah lalu masih terbata-bata membaca Alqur’an lalu meniatkan menghafal Alquran kemudian meninggal dunia, in sya allah dia tergolong ahlul Qur’an.

Orang yg mengajarkan Al-Qur’an mendapatkan upah dibolehkan dan ini bentuk pemulian kepada pengajar alquran. Sungguh mengherankan ada orang yg rela membayar puluhan bahkan jutaan rupiah untuk memberi upah kepada orang yg mengajarkan bahasa Inggris dan ilmu keduniawian lainnya.

Di libia para penghafal Alquran dan mengajarkannya dimuliakan oleh para penguasa negeri tersebut dengan pemulian yg sangat baik. Alhamdulillah, di seluruh jazirah arab memuliakan penghafal Al-Qur'an dan yg mengajarkannya dan diikuti negara negara lain termasuk Indonesia.

Waktu yg terbaik menghafal Alquran adalah di waktu fajar

{ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّیۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودࣰا } 
Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh.Sungguh, salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). [Surat Al-Isra’: 78]

Membaca Alquran wajib suci dari hadast akbar namun khilaf dalam hal hadast kecil namun sebaiknya tetap usahakan suci dari hadast kecil dan besar kecuali ada udzur syari seperti selalu buang angin maka jika telah berwudhu kemudian kentut lagi dan lagi maka diberi keringanan tidak wudhu ulang jika memberatkan diri.

Akhukum fillah Atri Yuanda ibnu Mahyudin Elbariamany 
selengkapnya »
Meluruskan kisah populer tentang tsa'labah bin Ha'thib radhiallahu anhu

Meluruskan kisah populer tentang tsa'labah bin Ha'thib radhiallahu anhu


Bismillah, artikel ini membahas tentang kisah tsalabah bin ha'thib (ثعلبة بن حاطب) radhiallahu anhu yang saya simak dari video ceramah ustadz kondang rahimahullah di masa saya kecil dahulu. ada catatan tentang kisah ini yang saya bagikan kepada pembaca, namun sebelumnya. saya tulis video ceramah tersebut agar mengetahui kisahnya dan cacatan perihal keshohihan kisahnya.

tsalabah bin hathib al-ashory radhiallahu anhu berasal dari bani umayyah bin zaid dari suku al-ausy, beliau adalah salah seorang sahabat nabi, sering terlihat bersama nabi. namun beliau sering pulang lebih dahulu ke rumah disaat para sahabat nabi sedang zikir badah shalat, lalu suatu hari nabi bertanya perihal pulangnya selalu lebih dahulu ?

tambahan faedah
orang mukmin itu jika di mesjid seperti ikan dalam air, apa ada ikan yang tidak betah di air ?, ada, ikan yang mau mati.
adapun orang munafik, seperti burung dalam sangkar, tak ada burung yang betah dikurung, jika pintunya dibuka maka dia akan terbang. orang munafik seperti itu, kepanasan dan tidak betahan jika lama-lama di masjid.
kalau ada orang mukmin tidak betahan di masjid, maka ini tanda jiwanya mau mati

tsalabah: saya orang miskin, sarung hanya 1 yang digunakan untuk sholat, maka selesai sholat saya harus pulang agar istri bisa pakai sarung untuk sholat.

tsalabah: wahai rasulullah, mintalah kepada Allah taala agar saya dilapangkan rezeki agar menjadi orang kaya

nabi: 
قليل تؤدي شكره خير من كثير لا تطيقه
sedikit kamu syukuri itu lebih baik daripada banyak namun tak sanggup menanggungnya.

tsalabah datang kedua kali namun nabi nasehati agar bersabar dan ketika kalinya, tsalabah ingin didoakan agar jadi orang kaya, dan dia akan tetap menjadi orang yang sholeh dan berbagi kepada orang yang membutuhkan.

maka nabi beri dia seekor kambing betina yang sedang bunting, yang di kemudian hari semakin banyak. namun hal itu telah membuat tsalabah lalai dari ibadah.

suatu hari nabi bertanya dimana tsalabah, dan salah seorang sahabat nabi menjawab bahwa dia sekarang telah sibuk mengurusi kambingnya sehingga jarang ke masjid.

tsalabah telah layak mengeluarkan zakat, datang utusan nabi untuk meminta tsalabah keluarkan zakat namun dia tidak mau mengeluarkan karna alasan tidak wajib zakat hingga 3 kali akhirnya nabi tidak meminta lagi.

lalu turun ayat

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ
Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh. at-taubah 75

turunnya ayat ini sampai kepada telinga tsalabah dan dia merasa ini tentang dirinya, lalu menemui nabi dan bawa uangnya untuk zakat namun nabi enggan menerima hingga nabi wafat. tsalabah tetap hidup hingga di masa kekhalifahan utsman bin affan, dimasa itu dia bangkrut.

catatan
asbabun nuzul surat attaubah ayat 75 tidak membahas tentang tsalabah dan tidak shohih sanadnya, tsalabah sahabat nabi yang mulia, beliau tidak cinta dengan dunia, beliau termasuk yang ikut perang badr dan syahid di perang uhud pada tahun ke 3 hijriah, hal ini juga disebutkan oleh al-hafidz ibnu Hajar rahimahullah

syeikh ibnu utsaimin rahimahullah menjelaskan sebab turunnya surat attaubah: 75 adalah penjelasan tentang keadaan sebagian orang munafik adapun kisah mashyur tentang tsalabah yang berkaitan dengan turunya ayat attaubah 75 yang banyak berisi teguran/peringatan maka telah banyak ulama tafsir jelaskan bahwa riwayatna lemah dan tidak shahih. allahu alam

referensi shamela.ws | ar.wikipedia.org dll
selengkapnya »
Catatan dari Kisah Taubat Tsa'labah bin abdurrahman radhiallahu anhu

Catatan dari Kisah Taubat Tsa'labah bin abdurrahman radhiallahu anhu

Kisah taubatnya tsa’labah ibnu abdurrahman al-anshori Radhiallahu, Sahabat nabi yang masih muda (disebutkan usianya 16 tahun) dan sudah tertanam keimanan yang sangat kuat pada hatinya.

Zaman dulu tidak ada wc di dalam rumah, maka jika ingin ke wc atau mandi, harus keluar rumah menuju padang pasir.

Pada suatu waktu tsalabah keluar rumah untuk buang hajat dan melewati tak sengaja tempat mandi khusus wanita anshor dari madinah, wanita ini Terkenal cantiknya dan kulitnya putih bersih, Maaf, wanita ini mandi tidak terlihat t*rlanj*ng. 

Zaman dulu untuk membedakan pemandian laki-laki dan perempuan adalah, kalau laki-laki dindingnya dibuat dari pelepah kurma yang terlihat kepalanya jika mandi dan masing-masing rumah punya. 

Adapun pemandian wanita tertutup semua, hanya saja karna dinding terbuat dari pelepah kurma yang mirip serat pelepah kelapa kita di Indonesia, sehingga terdapat celah yang membuat tsalabah tak sengaja terlihat dibalik celah pelepah kurma wanita tersebut, dan ini membuat hati tsalabah tidak tenang padahal dia tidak niat lihat wanita itu mandi.

Setelah itu tsalabah merasakan tulang-tulangnya gemetar dan kesemutan, otot-ototnya menjadi lemas, lalu setelah itu tsalabah pergi ke bukit yang paling tinggi di madinah. 40 hari tidak pernah turun baik ke rumah, disana dia sholat dan makan minum, bertaubat kepada Allah taala.

Kebiasaan nabi setelah selesai sholat berjamaah, beliau melihat para sahabatnya, tapi karna tsalabah sahabat yang sering tidak sholat di shaf terdepan sehingga nabi tidak melihatnya.

Malaikat Jibril alahissalam datang menemui nabi setelah 40 hari tsalabah berada di dalam gunung, malaikat jibril alahissalam menyampaikan wahyu, 

Jibril: “wahai Muhammad, Allah taala memerintahmu untuk menyuruh tsalabah turun dari gunung setelah berada di dalamnya selama 40 hari karena merasa bersalah atas dosa yang tak sengaja dia lakukan."

Lalu nabi mengutus beberapa sahabatnya untuk mencari tsalabah dan membawanya menjumpai nabi, ketika masuk ke dalam masjid, tsalabah keringat dingin dan wajahnya memerah kehitaman karna ketakutan sekali.

Nabi: ada apa denganmu wahai tsalabah ?

Tsalabah: aku telah melakukan dosa yang besar sekali.

Nabi: rahmatnya Allah lebih luas.

Kemudian tak lama, iqamah dikumandangkan tanda sholat akan segera ditegakkan. Maka sholatlah nabi dengan para sahabatnya, termasuk tsalabah.

Nabi mengimami shalat jahar dan membaca ayat tentang azab neraka, maka mendengar ayat tersebut, tsalabah pingsan di dalam sholatnya.

Setelah selesai sholat, nabi dan para sahabatnya membangunkan tsalabah, setelah terbangun.

nabi: ada apa denganmu wahai tsalabah ?

Tsalabah: ya rasulallah, saya telah melakukan dosa yang besar bagi saya, selama 40 hari saya terus dihantui rasa takut setelah melihat wanita mandi secara tidak sengaja.

Nabi: rahmat Allah sangatlah luas, mohon ampunlah.

Tsalabah: ya rasulallah, hati saya betul-betul tertanggu dengan dosa ini.

Lalu nabi dan para sahabat lainnya pulang ke rumah masing-masing.

Kemudian tak berapa lama, nabi mendapat kabar bahwa tsalabah sedang sakit, lalu menemui tsalabah di rumahnya.

Ketika sampai di rumah, nabi mendekati tsalabah dan ingin meletakkan kepala tsalabah di pahanya, namun tsalabah berusaha menghindar.

Nabi: kenapa engkau jauhkan kepalamu dariku wahai tsalabah ?

Tsalabah: ya rasulallah, kepala penuh dengan dosa.

(Renungan untuk kita semua, tsalabah sahabat nabi yang mulia ini merasakan takut yang luar biasa karna melihat tak sengaja wanita mandi dibalik celah)

Nabi: rahmat Allah talaa sangatlah luas, apa yang engkau rasakan ya tsalabah ?

Tsalabah: ya rasulallah, setelah kejadian tersebut, hatiku seperti ditekan sesuatu, Tulang dan ototku terasa kesemutan semuanya dan aku merasakan ketakutan yang luar biasa.

 Nabi: apa harapanmu ?

Tsalabah: harapanku agar Allah arrahman mengampuni dosaku semuanya.

Lalu datang malaikat jibril dan menyampaikan wahyu

Jibril: wahai Muhammad, sampaikan kepada tsalabah bahwa dosa tersebut dan bahkan semua dosanya telah diampuni Allah talaa.

Nabi: wahai tsalabah, terimalah kabar gembira, Jibril datang kepadaku dan mengabarkan bahwa dosamu tersebut dan bahkan semua dosamu telah diampuni Allah taala.

Maka tsalabah pun tersenyum gembira, bertakbir lalu meninggal dunia.

Sahabat yang mulia ini, saking takutnya terhadap dosanya hingga ajal datang menjemput. (Wafat yang indah)

Nabi mengajak sahabatnya untuk mengurus jenazaha tsalabah, dimandikan, dikafani dan disholatkan. Selesai disholatkan, ketika nabi turut membawa jenazah tsalabah ke pemakaman, sahabat nabi melihat nabi berjalan seperti jingkrak/menjinjitkan kakiknya.

Para sahabat: ya Rasulallah, kenapa anda lakukan ini?

Nabi: saya merasa malu kepada para malaikat dan saya tak bisa menghitung jumlah mereka yang turut hadir melayat jenazah tsalabah Radhiallahu anhu

Kisah ini saya tulis dari potongan video ceramah ustadz khalid Basalamah hafizahullah tentang taubatnya sahabat nabi bernama tsa'labah Radhiallahu anhu dan kisah ini juga dibahas oleh buya yahya al-bahjah dan lainnya

catatan:
kisah ini cukup masyhur dan ada beberapa versi narasi penulisan dan penyampaian, namun punya kemiripan maksud. kisah ini sangat menyesakkan dada yang masih bergelimang dosa hingga tak terasa air mata mengalir. namun ada beberapa catatan para ulama tentang riwayat kisah ini. salah satunya penjelasan syeikh almunajjid hafizahullah yang telah menukilkan beberapa perkataan para ulama perihal sanad riwayat dan matan kisah yang mana kesimpulannya adalah kisah ini sanad riwayatnya sangat lemah dan matan kisahnya menunjukkan pada perkara yang samar. dan dibolehkan menyampaikan kisah ini untuk diambil pelajaran namun harus dijelaskan tentang lemahnya dari jalur periwayatan dan kisah dalam matan yang masih samar dan kejanggalan. allahu alam
selengkapnya »
Belajar Nahwu: Mengenal Maf'ul Mutlak,fungsinya dan contoh-contohnya

Belajar Nahwu: Mengenal Maf'ul Mutlak,fungsinya dan contoh-contohnya

Bismillah, pada artikel singkat ini. kita akan mengenal maf'ul muthlak (مفعول مطلق) dan fungsinya.

Maf'ul Muthlak adalah salah satu dari (المنصوبات من الأسماء) kata yang mengalami perubahan harakat menjadi mansub, yaitu harakat akhirnya menjadi fathah (garis di atas).

Maf'ul Muthlak diambil dari bentuk mashdar yaitu pengganti kata kerja dalam sebuah struktur kalimat. oleh karena itu, jika dalam suatu kalimat menggunakan maf'ul muthak maka selalu dibarengi di awal kalimat berupa fiil (kata kerja/prediket) yang serupa dengan masdarnya.

Maf'ul Muthlak adalah mashdar (asal) dari pecahan kata kerja yang menjelaskan kejadian pada waktu tertentu dan harus berharakat fathah.

contohnya
وَكَلَّمَ اللَّـهُ مُوسَى تَكْلِيمًا
"dan Allah berbicara langsung kepada musa". QS An-Nisa. 164

Fiil :  كلم
fa'il (subjek) : الله
maful bih (objek) : موسى
maf'ul Muthlak: تكلما

fungsi Maf'ul Muthlak ada 3

1. Penegasan dari kata kerjanya (مؤكد للفعل)
تدفقَ البِترول في بلادنا العربية تدفُقًا
Mengalir deras minyak di negeri arab kita dengan aliran yang sangat deras 
ظهر البدر ظهورًا.
Telah tampak bulan badar dengan penampakan yang jelas

شرب الطفل اللبن شربًا
Anak kecil tersebut benar-benar telah minum susu
ركب الفارس الحصان ركوبًا
Penunggang kuda telah benar-benar menunggangi kuda tersebut.

ضربت اللص ضربًا
aku telah benar-benar memukul pencuri

فهمت الدرس فهمًا
saya telah benar-benar paham pelajaran

وَكَلَّمَ اللَّـهُ مُوسَى تَكْلِيمًا
dan Allah berbicara langsung kepada musa. QS An-Nisa. 164

وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
dan mereka menerima dengan sepenuhnya penerimaan. QS. An-Nisa. 65

وَعَرَضنا جَهَنَّمَ يَومَئِذٍ لِلكافِرينَ عَرضًا
dan kami benar-benar perlihatkan neraka jahannam dengan jelas pada hari itu kepada orang kafir. QS. Al-Kahfi.100

ثُمَّ إِنِّیۤ أَعۡلَنتُ لَهُمۡ وَأَسۡرَرۡتُ لَهُمۡ إِسۡرَارࣰا
Kemudian aku menyeru mereka secara terbuka dan menyeru dengan diam-diam, [Surat Nuh: 9]

أَوۡ زِدۡ عَلَیۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِیلًا
Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur`ān itu dengan perlahan-lahan. [Surat Al-Muzzammil: 4]

2. Memperjelas jenis/sifat/macam/kualitas/tipe

نُذاكر دروسنا مذاكرة الدائبين
kami mengulang pelajaran kami dengan pengulangan yang tekun/sungguh-sungguh
-muzakiratan : maf'ul muthlak mansub
- ad-da'ibiin : mudofun ilahi majrur karena jamak muzakkar salim

انطلقت العداءة انطلاق الصاروخ
Melaju pembalap seperti lajunya roket
- sho'rukh : mudhofun ilahi majrur berharokat kasroh

استفدتُ من الدرس استفادةً عظيمة
saya telah mendapatkan faedah dari pelajaran berupa faedah yang sangat besar
- azhimatan adalah na'at (sifat) mansun berharokat fathah jelas

نجح ماهر نجاحًا باهرًا
telah berhasil seorang ahli dengan keberhasilan yang gemilang/bagus sekali
- ba'hiran adalah na'at mansub berharokat fathah

سافرت سفرَ القدماء
saya telah melakukan perjalan dengan perjalanan yang lama
qudama' : mudofun ilahi majrur karena jamak taksir

درست سلمى على الامتحان دراسةَ المجتهدين
Salma telah belajar Persiapan ujian seperti belajarnya orang-orang yang bersungguh-sungguh.

فَأَخَذْنَاهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُّقْتَدِرٍ
maka kami azab mereka dengan azab dari yang maha perkasa, maha berkuasa. QS. Al-Qamar. 42

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا
 sungguh kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. QS. Al-Fath. 1

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
dan janganlah kalian (muslimah) berhias dan bertingkah laku seperti wanita jahiliyyah dahulu. QS. Al-Ahzab. 33

رَأَیۡتَ ٱلَّذِینَ فِی قُلُوبِهِم مَّرَضࣱ یَنظُرُونَ إِلَیۡكَ نَظَرَ ٱلۡمَغۡشِیِّ عَلَیۡهِ مِنَ ٱلۡمَوۡتِۖ فَأَوۡلَىٰ لَهُمۡ
engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka. [Surat Muhammad: 20]


یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱذۡكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكۡرࣰا كَثِیرࣰا
Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, [Surat Al-Ahzab: 41]

3. Memperjelas banyaknya hitungan/bilangan (مبين ببعدد)

- قفز الرياضيُّ قفزاتٍ متتالية.
melompat seorang atlet dengan banyak lombatan yang berturut-turut
- maf'ul mutlak : khofaza't dalam keadaan mansub bergaris kasrah karena jamak muannas salim

- شرب الرجل شربتين، ثم بدأ يتحدث.
seorang pria minum sebanyak 2 kali, kemudian dia lanjut berbicara
- maf'ul mutlak: syurbatan dalam keadaan mansub, tandanya ي karena dia mutsanna (jumlahnya 2)

- لفّت الأرجوحة لفتين.
ayunan berputar/melipat sebanyak 2 kali
- laffatain mansub karena mutsanna

أكل الطفل أكلَتَينِ
 telah makan anak kecil sebanyak 2 kali

نمت نومَتَينِ
saya telah tidur sebanyak 2 kali

ضرب خالد سالمًا ضرباتٍ
khalid telah memukul salim dengan pukulan yang banyak

سجدت شكرا لله سجدتَينِ
saya telah sujud syukur kepada Allah sebanyak 2 kali

خطوت إلى الأمامِ خطوتَينِ
saya telah melangkah mendekati imam sebanyak 2 langkah

فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
lalu dibenturkan keduanya sekali benturan. QS. Al-Haqqah. 14

referensi bacaan twinkl.co.id | mawdoo3.com dll
selengkapnya »
Beranda