.widget img{ max-width:100%; height:auto;}
Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
Apa sikap dan doa yang di ucapkan ketika ditimpa musibah/keburukan ?

Apa sikap dan doa yang di ucapkan ketika ditimpa musibah/keburukan ?

hidup di dunia ini memang ada kalanya ditimpa musibah atau sesuatu yang tidak di sukai, suka tidak suka tetap harus di hadapi. namun seorang muslim hendaklah menteladani nabi shallallahu alahi wa salam dalam menyikapi musibah.

nah, berkaitan dengan doa ketika ditimpa musibah ada sebagian masyarakat mengucapkan doa yang disandarkan kepada nabi shallallahu alahi wa salam, lafadznya yaitu

الحمد الله الذي لا يحمد على مكروه سواه
segala puji hanya kepada Allah, tidaklah memuji terhadap musibah hanya kepada-Nya

doa ini tidak ada riwayat shahih bersambung kepada nabi shallallahu alahi wa salam, yang benar adalah

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ : الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ : الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ . حسنه الألباني في صحيح ابن ماجه .
dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata: apabila rasulullah shallallahu alahi wa salam melihat/mengalami sesuatu yang dia senangi, beliau mengucapkan

 الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
segala puji hanya milik Allah atas segala nikmatnya, telah disempurnakan semua kebaikan

dan apabila melihat/mengalami sesuatu yang tidak dia sukai/musibah, beliau mengucapkan

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan

di shahihkan oleh syaikh albani dalam shahih ibnu majah

ketika ditimpa musibah/keburukan

syaikh ibnu utsaimin rahimahullah berkata dalam tafsir juz amma (hal. 127)

adapun perkataan sebagian masyarakat : الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه

maka ini bertentangan dengan apa yang datang dari sunnah, selayaknya mengucapkan sebagaimana Rasulullah shallallahu alahi wa salam ucapkan الحمد لله على كل حال

adapun ucapan الحمد لله الذي لا يحمد على مكروه سواه maka seolah-olah kamu saat itu telah mengumumkan bahwasanya kamu benci atas apa yang telah Allah takdirkan kepadamu, ini tidak pantas di lakukan, seharusnya seorang manusia bersabar atas apa yang telah Allah takdirkan kepadanya berupa keburukan atau kebaikan, karena yang mentakdirkan untuknya adalah Allah azza wa jalla.

dialah Allah Rabbmu (pencipta/penguasa) dan anda adalah hanyalah hamba-Nya, Dialah Pemilik dirimu dan kamu adalah milik-Nya. maka jika Allah yang telah mentakdirkan sesuatu yang buruk kepadamu maka janganlah jengkel namun seharusnya kamu bersabar, dan janganlah kamu marah/kesal di hati, ucapan dan perbuatan, hendaklah bersabarlah dan jalani saja, kejadian yang dihadapi akan menghilang seiring waktu berjalan sebagaimana nabi shallallahu alahi wa salam berkata:

( وَاعْلَمْ أنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وأنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ ، وأنَّ مَعَ العُسْرِ يُسراً ) صححه الألباني في تحقيق السنة لابن أبي عاصم (315)
dan ketahuilah bahwasanya pertolongan disertai dengan kesabaran, dan kelapangan disertai dengan kesempitan dan setiap kesulitan ada kemudahan. di shahihkan oleh syaikh albani dalam tahqiq sunan ibnu abi a'shim (315)

Allah azza wa jalla terpuji atas segala keadaan baik itu yang menyenangkan maupun keburukan, karna Dia jika mentakdirkan perkara yang menyenangkan maka itu adalah ujian dan cobaan sebagaimana Allah taala firmankan

(وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ) الأنبياء / 35
dan kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai bentuk ujian. QS. Al-Anbiya: 35

maka jika kamu ditimpakan musibah/keburukan maka bersabarlah karena itu sesungguhnya juga termasuk ujian dan cobaan datang dari Allah azza wa jalla, apakah kamu sabar atau tidak, dan jika kamu sabar dan mengharapkan pahala dari Allah maka Allah katakan:

( إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ) الزمر / 10 
sesungguhnya hanya kepada orang-orang yang sabar pahala mereka disempurnakan tanpa batas. QS. Azzumar: 10

referensi bacaan islamqa.info
ditulis oleh Atri Yuanda Elpariamany
selengkapnya »
Bertahun-tahun Tidak Tunaikan Zakat Harta, apa yang harus dilakukan ?

Bertahun-tahun Tidak Tunaikan Zakat Harta, apa yang harus dilakukan ?

Tunaikan Zakat Harta

zakat adalah bagian dari rukun islam, oleh karnanya wajib menunaikan zakat harta jika telah mencapai nisab (batas minimal harta wajib zakat) dan haul (kepemilikan selama 1 tahun bukan perbulan). nisab harta seperti uang setara nilainya dengan 85 gram emas atau 597 gram perak.

tidak boleh menunda dalam menunaikannya untuk diberikan kepada yang berhak menerima zakat harta, adapun dia sengaja melambat-lambatkan (menunda dalam waktu yang lama bahkan lewat 1 tahun kemudian atau lebih) maka pelaku haru bertaubat dan perbanyak istiqfar dari penundaan tersebut dan wajib baginya mengeluarkan zakat harta tahun-tahun sebelumnya yang telah melewati batas nisab wajib zakat yaitu dengan menghitung setiap tahun kepemilikan harta tersebut kemudian dikalikan 2,5%

apabila harta berkurang pada salah satu tahun nisab wajib zakat maka tidak wajib baginya mengeluarkan zakat pada tahun tersebut sampai harta tersebut telah mencapai batas minimal nisab pada tahun berikutnya maka baru di hitung di tahun berikutnya

contoh

tahun 1 : 100 gram emas x 2,5 % = 2,5   gram
tahun 2 : 120 gram emas x 2,5 % = 3      gram
tahun 3 :   80 gram emas x 2,5 % = 2      gram 
tahun 4 :   90 gram emas x 2,5 % = 2,25 gram
_____________________________________
Total                                              = 7, 75 gram


catatan : 


  • tahun ke 3 tidak di hitung karena tidak mencapai batas minimal wajib mengeluarkan zakat harta
  • jika 1 gram dirupiahkan seharga 600.000 maka 600.000 x 7,75 = 4.650.000 rupiah
  • wajib nisab 85 gram x 600.000 rupiah = 51.000.000 rupiah
  • 600.000 rupiah harga emas ini hanya contoh, harga emas per gramnya harap dicek setiap tahun agar tahu apakah sudah wajib zakat atau belum harta yang dimiliki.
  • Patokan zakat harta sudah ditetapkan syariat jenisnya bukan nominal uang kertas.

سئل الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله : شخص لم يخرج زكاة أربع سنين ، ماذا يلزمه ؟
syeikh muhammad bin shalih al-utsaimin rahimahullah pernah ditanya perihal seseorang yang tidak mengeluarkan zakat 4 tahun berlalu, maka apa yang harus dia lakukan ?

فأجاب :

" هذا الشخص آثم في تأخير الزكاة ؛ لأن الواجب على المرء أن يؤدي الزكاة فور وجوبها ولا يؤخرها ؛ لأن الواجبات الأصل وجوب القيام بها فوراً ، وعلى هذا الشخص أن يتوب إلى الله عز وجل من هذه المعصية ، وعليه أن يبادر إلى إخراج الزكاة عن كل ما مضى من السنوات ، ولا يسقط شيء من تلك الزكاة ، بل عليه أن يتوب ويبادر بالإخراج حتى لا يزداد إثماً بالتأخير " انتهى .

"مجموع فتاوى الشيخ ابن عثيمين" (18/السؤال رقم 211) .
maka beliau menjawab:

pria tersebut telah berdosa karena menunda menunaikan zakat, padahal dia telah wajib zakat dan harus segera mengeluarkan tanpa di tunda-tunda, karena hukum asal pelaksanaannya segera dikerjakan. adapun yang harus dilakukannya adalah segera bertaubat kepada Allah azza wa jalla atas maksiat tersebut dan segera mengeluarkan zakat harta setiap tahun yang telah berlalu, tidak gugur baginya wajib zakat. diharuskan baginya taubat dan segera mengeluarkan agar tidak terus bertambah dosanya karna terus menunda dan menunda. (majmu fatawa as-syaikh ibnu utsaimin 18/soal no 211)

وقال الشيخ أيضاً :

" الزكاة عبادة لله عز وجل ، وحق لأهل الزكاة ، فإذا منعها الإنسان كان منتهكاً لحقين : حق الله تعالى ، وحق أهل الزكاة ، فإذا تاب بعد خمس سنوات - كما جاء في السؤال - سقط عنه حق الله عز وجل ؛ لأن الله تعالى قال : ( وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ ) ويبقى الحق الثاني وهو حق المستحقين للزكاة من الفقراء وغيرهم ، فيجب عليه تسليم الزكاة لهؤلاء ، وربما ينال ثواب الزكاة مع صحة توبته ؛ لأن فضل الله واسع .

أما تقدير الزكاة فليتحر ما هو مقدار الزكاة بقدر ما يستطيع ، ولا يكلف الله نفساً إلا وسعها ، فعشرة آلاف - مثلاً - زكاتها في السنة مائتان وخمسون ، فإذا كان مقدار الزكاة مائتين وخمسين ، فليخرج مائتين وخمسين عن السنوات الماضية عن كل سنة ، إلا إذا كان في بعض السنوات قد زاد عن العشرة فليخرج مقدار هذه الزيادة ، وإن نقص في بعض السنوات سقطت عنه زكاة النقص " انتهى .

"مجموع فتاوى الشيخ ابن عثيمين" (18/السؤال رقم 214) .
syaikh utsaimin juga berkata:

zakat adalah ibadah kepada Allah azza wa jalla dan hak bagi yang menerima zakat, jika seseorang menahan hartanya untuk di zakatkan maka dia telah menghilangkan 2 hak yaitu hak Allah ta'ala dan hak yang menerima zakat, maka jika dia telah bertaubat 5 tahun kemudian maka gugurlah hak Allah azza wa jalla karen Allah ta'ala telah berfirman :

وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
dan Dialah (Allah) yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Asy-syura: 25)

dan tinggal hak yang kedua yaitu haknya orang yang berhak menerima zakat dari orang fakir dan lainnya (bisa di cek di surat at-taubah: 60) maka wajib baginya menyerahkan zakat kepada mereka dan semoga dia memperoleh pahala zakat berbarengan dengan kesohihan taubatnya karna keutamaan yang Allah miliki sangat luas.

adapun takaran zakat maka hendaklah dia periksa dengan detail semampunya karna Allah tidakllah membebani hamba-Nya melainkan sesuai kemampuannya. misalnya 10.000 gram maka zakatnya dalam setahun 250 gram yang harus dikeluarkan maka jika setiap tahun diperoleh 250 gram juga maka wajib dikeluarkan jumlahnya segitu kecuali jika ada salah satu atau lebih dari 2 tahun dari tahun-tahun sebelumnya terdapat penambahan lebih dari 10.000 maka dikeluarkan takaran tambahan tersebut dan jika berkurang dari 10.000 gram maka berkurang dari 250 gram (jika kurang dari wajib nishob maka gugur zakat pada tahun tersebut)

(majmu fatawa as-syaikh ibnu utsaimin 18/soal no 214)

allahu a'lam

Ditulis oleh Atri Yuanda El-Pariamany
referensi bacaan islamqa.info
selengkapnya »
Hukum makan daging dhab dengan biawak, samakah ?

Hukum makan daging dhab dengan biawak, samakah ?


Mengenal dhab

Dhab (Uromastyx aegyptia) adalah sejenis kadal besar yang tersebar di daerah gurun di di Mesir, Libya dan seluruh daerah Timur Tengah. Akan tetapi, populasinya menurun karena sebagian habitatnya sudah menjadi perkotaan dan pemukiman. Nama hewan ini dalam bahasa Inggris adalah Egyptian Mastigure atau Egyptian dab lizard atau Egyptian spiny-tailed lizard.

Kadal ini memiliki tubuh dengan bentuk mirip biawak air. Panjang tubuhnya antara 38 cm sampai 99 cm. Kulitnya tebal dan berwarna cokelat pasir. Ekornya tebal dan dihiasi oleh benjolan-benjolan keras. Benjolan-benjolan tersebut mungkin digunakan untuk mempertahankan diri ketika diserang. Kadal ini sering diburu oleh Arab Badui yang menginginkan kulitnya untuk dijadikan kerajinan, sementara dagingnya dimakan sebagai salah satu alternatif sumber protein dan mereka mengetahui cara untuk menyembelihnya.

Dhab tinggal di habitat yang kering seperti padang pasir (gurun) dan daerah berbatu. Dhab adalah kadal pemalu dan lebih sering bersembunyi di dalam lubang yang digalinya sebagai sarang dan tempat berlindung.

dalam pandangan islam, dhab halal untuk dimakan walau ada pendapat ulama yang mengharamkan. Selain itu, bagian tertentu dari tubuh dhab juga dijadikan obat-obatan.

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الضَّبِّ فَقَالَ لَسْتُ بِآكِلِهِ وَلَا مُحَرِّمِهِ
Hadis riwayat Ibnu Umar radhiallahu anhu, ia berkata: Nabi shallallahu alahi wa salam. pernah ditanya tentang dhab dan Nabi menjawab: Aku tidak suka memakannya, tetapi aku tidak mengharamkannya. (Shahih Muslim No.3598)

خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ الَّذِي يُقَالُ لَهُ سَيْفُ اللَّهِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ خَالَتُهُ وَخَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ فَوَجَدَ عِنْدَهَا ضَبًّا مَحْنُوذًا قَدِمَتْ بِهِ أُخْتُهَا حُفَيْدَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ مِنْ نَجْدٍ فَقَدَّمَتْ الضَّبَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ قَلَّمَا يُقَدَّمُ إِلَيْهِ طَعَامٌ حَتَّى يُحَدَّثَ بِهِ وَيُسَمَّى لَهُ فَأَهْوَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ إِلَى الضَّبِّ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْ النِّسْوَةِ الْحُضُورِ أَخْبِرْنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا قَدَّمْتُنَّ لَهُ قُلْنَ هُوَ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ فَقَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ أَحَرَامٌ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ قَالَ خَالِدٌ فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ يَنْظُرُ فَلَمْ يَنْهَنِي
Hadis riwayat Khalid bin Walid radhiallahu anhu.: Bahwa ia bersama Rasulullah shallallahu alahi wa salam mendatangi rumah Maimunah radhiallahu anha, isteri Nabi. yang juga masih termasuk bibinya dan juga bibi Ibnu Abbas. Di rumahnya, ia (Khalid) mendapatkan daging dhab yang dipanggang, oleh-oleh dari saudara Maimunah, Hufaidah binti Harits dari Najed. Daging itu kemudian dihidangkan kepada Rasulullah shallallahu alahi wa salam. karena tidak diberitahu, maka Rasulullah shallallahu alahi wa salam lalu mengulurkan tangannya hendak memakannya. Pada saat itulah seorang wanita yang kebetulan sedang berada di rumah Maimunah berkata: Beritahu Rasulullah shallallahu alahi wa salam apa yang kalian suguhkan kepada ia itu. 

Mereka lalu mengatakan: Itu daging dhab, wahai Rasulullah! Seketika itu Rasulullah shallallahu alahi wa salam menarik kembali tangannya. Kemudian Khalid bin Walid bertanya: Apakah dhab itu haram, wahai Rasulullah shallallahu alahi wa salam? Rasulullah shallallahu alahi wa salam menjawab: Tidak, akan tetapi di daerah kaumku, daging itu tidak ada dan aku tidak suka memakannya. Khalid berkata: Lalu aku mengambil dan memakannya, sedangkan Rasulullah shallallahu alahi wa salam melihat dan tidak melarangku. (Shahih Muslim No.3603)

ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُا أَهْدَتْ خَالَتِي أَمُّ حُفَيْدٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمْنًا وَأَقِطًا وَأَضُبًّا فَأَكَلَ مِنْ السَّمْنِ وَالْأَقِطِ وَتَرَكَ الضَّبَّ تَقَذُّرًا وَأُكِلَ عَلَى مَائِدَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَوْ كَانَ حَرَامًا مَا أُكِلَ عَلَى مَائِدَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Hadis riwayat Ibnu Abbas radhiallahu anhu, ia berkata: Bibiku, Ummu Hufaid memberikan hadiah kepada Rasulullah shallallahu alahi wa salam. berupa minyak samin, keju dan daging dhab. Minyak samin dan kejunya dimakan dan daging Dhab-nya dibiarkan karena ia merasa jijik. Daging itu pernah dihidangkan di meja makan Rasulullah shallallahu alahi wa salam Kalau seandainya daging itu haram, maka daging itu tidak akan dihidangkan di meja makan Rasulullah shallallahu alahi wa salam (Shahih Muslim No.3604)
adapun biawak

Biawak adalah sebangsa kadal berukuran menengah dan besar yang tersebar di daerah beriklim panas dan tropis Afrika, Asia, dan Australia. Nama umumnya dalam bahasa Melayu, juga bahasa Indonesia adalah "Biawak". Nama-nama umum lain di antaranya "bayawak" (Sunda); "bajul", "menyawak" atau "nyambik" (Jawa, istilah "bajul" juga merujuk pada buaya); "berekai" (Madura); dan "hora" atau "mbu" (sebutan untuk biawak Komodo oleh penduduk pulau Komodo dan pulau Rinca). Dalam bahasa Inggris disebut monitor lizard, goanna, atau "dragon" (istilah "dragon" atau "naga" juga merujuk pada ular).

Jenis biawak terbesar dan terkenal di dunia ialah komodo (Varanus komodoensis), yang panjangnya dapat melebihi 3 m. Biawak ini memburu hewan-hewan berukuran menengah dan besar seperti rusa, babi hutan dan anak kerbau. Bahkan ada kasus-kasus Komodo menyerang manusia, meskipun jarang. Biawak ini hanya menyebar terbatas di beberapa pulau kecil di Nusa Tenggara, seperti di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan di pantai barat Pulau Flores. Biawak yang kerap ditemui di desa-desa dan perkotaan di Indonesia adalah biawak air dari jenis Varanus salvator. Panjang tubuhnya (moncong hingga ujung ekor) umumnya hanya sekitar 1 meter, meskipun ada pula yang dapat mencapai 2,5 meter.

Biawak biasanya tinggal tidak jauh dari perairan, biasanya di hutan lembab, padang rumput, dan sekitar hilir sungai. Di daerah perkotaan, biawak kerap ditemukan di gorong-gorong saluran air yang bermuara ke sungai. Biawak memakan meragam jenis makanan, mulai dari serangga, ketam, berbagai jenis kodok, ikan, reptilia kecil, burung, serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut. Jenis-jenis besar seperti Komodo juga memangsa hewan besar seperti rusa atau babi hutan. Biawak juga kerap mencuri dan memakan telur atau memangsa anak burung. Sering ditemui biawak mengambil dan memakan telur kura-kura, penyu atau telur buaya.

Biawak sangat pandai memanjat dan berenang. Di musim kawin, biawak jantan biasanya berkelahi lebih dulu untuk memperlihatkan kekuasaannya atau untuk memperebutkan biawak betina. Pertarungan biawak dilakukan sambil ‘berdiri’. Kedua biawak itu lalu saling memukul atau saling tolak sambil berdiri pada kaki belakangnya, sehingga tampak seperti menari bersama. 

Perkembangbiakan biawah adalah dengan bertelur. Telur-telur biawak disimpan di pasir atau lumpur di tepian sungai, bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting. Temperatur di sekitar sarangnya sangat mempengaruhi jenis kelamin dari bayi biawak yang akan menetas. Jika temperaturnya tinggi, bayi jantan akan menetas lebih banyak, dan sebaliknya, apabila rendah, maka bayi betina lebih banyak menetas.

jenis biawak ada lebih dari 70

Selain itu biawak merupakan hewan yang menjijikkan, biawak juga merupakan hewan yang licik dan zhalim. Abdul Lathif Al-Baghdadi menyebutkan bahwa diantara kelicikkan dan kedzaliman biawak adalah bahwa biawak suka merampas lubang ular untuk ditempatinya dan tentunya sebelumnya dia membunuh dan memakan ular tersebut, selain itu biawak juga suka merebut lubang dhab, padahal kuku biawak lebih panjang dan lebih mudah untuk digunakan membuat lubang. Karena kedzalimannya, orang-orang Arab sering mengungkapkan: “Dia itu lebih zhalim daripada biawak”.

Kesimpulan

  • Dhab merupakan hewan yang halal untuk dimakan.
  • Dhab berbeda dengan biawak. Sebenarnya kalau kita mau membuka kamus kita akan dapati bahwa biawak dalam bahasa arab disebut warol (الوَرَلُ), bukan dhab(الضَّبّ).
  • Biawak haram dimakan dikarenakan:
  • Biawak merupakan hewan yang menjijikkan (khabits)
  • Biawak merupakan hewan buas
  • Para ulama mutaqaddimin telah mengharamkan biawak. Para ulama mutaakhirin dari kalangan Syafi’iyah dan Hanabilah telah menegaskan tentang kejelasan haramnya biawak.
disusun oleh Atri Yuanda elpariamany

Referensi tambahan
selengkapnya »
Buka puasa dengan yang haram seperti miras/rokok, sahkah ?

Buka puasa dengan yang haram seperti miras/rokok, sahkah ?




Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ditanya tentang orang yang berbuka dengan suatu yang haram seperti khamr (miras), bagaimana hukum puasanya?

Beliau rahimahullah menjawab: Orang yang berbuka puasa dengan mengkonsumsi sesuatu yang diharamkan, maka dia berdosa, namun puasanya tetap sah (ar.islamway.net)

adapun jika dia berkeyakinan bahwa khamar tidak haram maka dosanya jauh lebih berat daripada dosa orang yang bermaksiat karna tahu akan keharamannya.

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka adzab yang pedih. [an-Nahl /16 : 116-117]

Makan karna lupa, tidak tahu, tidak sengaja atau terpaksa dalam keadaan darurat

Allah Ta’ala berfirman,

فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ
“Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.” (QS. Al Baqarah: 173)

إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
“Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Orang-orang beriman berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah”” (QS. Al Baqarah: 286).

tidak semua kondisi darurat atau terpaksa dibenarkan dalam syariat, maka contoh yang dibenarkan adalah seperti

seorang muslim yang diikat dan dia dipaksa minum khamar, dia tak ada pilihan lain namun tetap berusaha menolak minuman itu masuk ketenggorokannya akan tetapi tetap ada yang masuk dikarenakan ketidak mampuannya menahan secara totalitas maka ini dimaafkan.

Dalam keadaan darurat semisal sangat lapar dan tidak ada makanan lain selain daging babi, maka ketika itu syariat mengizinkan dengan syarat tidak boleh berlebihan sekedar bisa mencegahnya dari kematian

Jika Dipaksa perusahaan, apa sikap kita, Ikuti atau tidak ?

Maka jangan ikuti walau harus dipecat, semoga Allah gantikan yang lebih baik

yakinlah akan janji pertolongan Allah ta'ala kepada orang yang bertaqwa

ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, dia akan berikan jalan keluar dan memberinya rezeki (halal) yang tidak dia sangka (QS. At-Tahrim: 2-3)

إنك لن تدع شيئاً لله عز وجل إلا بدلك الله به ما هو خير لك منه رواه أحمد وقال الألباني : " وسنده صحيح على شرط مسلم 
sesungguhnya bila anda meninggalkan sesuatu karna Allah azza wa jalla melainkan Allah akan gantikan untuk anda sesuatu yang jauh lebih baik (HR. Ahmad, dan berkata syeikh albani: dan sanadnya sahih berdasarkan syarat imam muslim)

Yang dimiriskan adalah ada muslim yang Bermudah-mudahan menerima untuk mengkonsumsi, Menjual agamanya demi tetap bekerja di perusahaan yang memandang agama tidak penting atau malah phobia dengan islam

يبيع دينه بعرض من الدنيا قليل
Dia jual agamanya demi secercah kenikmatan dunia yang sedikit. Hr. Muslim. 118

Nauzubillah, semoga kita tetap diteguhkan diatas agama yang haq ini sampai ajal menjemput, amin

catatan

Allah tidak menuntut pemakan daging bagi karena darurat itu untuk bertaubat dan memuntahkan kecuali dia memang sengaja dan bukan dalam kondisi darurat maka wajib bertaubat dan kalau rentang waktunya masih dekat dari setelah makannya maka dia harus berusaha memuntahkan kembali

Suatu hari, budak tersebut membawa sesuatu (makanan), maka Abu Bakar radliallahu ‘anhu memakannya. Lalu budak itu berkata kepada beliau: “Apakah anda mengetahui apa yang anda makan ini?”. Abu Bakar radliallahu ‘anhu balik bertanya: “Makanan ini (dari mana)?”. Budak itu menceritakan: “Dulu di jaman Jahiliyah, aku pernah melakukan praktek perdukunan untuk seseorang (yang datang kepadaku), padahal aku tidak bisa melakukannya, dan sungguh aku hanya menipu orang tersebut. Kemudian aku bertemu orang tersebut, lalu dia memberikan (hadiah) kepadaku makanan yang anda makan ini”. Setelah mendengar pengakuan budaknya itu Abu Bakar segera memasukkan jari tangan beliau ke dalam mulut, lalu beliau memuntahkan semua makanan dalam perut beliau”. (HR. Bukhari no. 3629)

Menerjang yang haram tidak asal menerjang, namun ada syarat-syarat berikut yang mesti diperhatikan:

1- Dipastikan bahwa dengan melakukan yang haram dapat menghilangkan dhoror (bahaya). Jika tidak bisa dipastikan demikian, maka tidak boleh seenaknya menerjang yang haram. Contoh: Ada yang haus dan ingin minum khomr. Perlu diketahui bahwa khomr itu tidak bisa menghilangkan rasa haus. Sehingga meminum khomr tidak bisa dijadikan alasan untuk menghilangkan dhoror (bahaya).

2- Tidak ada jalan lain kecuali dengan menerjang larangan demi hilangnya dhoror. Contoh: Ada wanita yang sakit, ada dokter perempuan dan dokter laki-laki. Selama ada dokter wanita, maka tidak bisa beralih pada dokter laki-laki. Karena saat itu bukan darurat.

3- Haram yang diterjang lebih ringan dari bahaya yang akan menimpa.

4- Yakin akan memperoleh dhoror (bahaya), bukan hanya sekedar sangkaan atau yang nantinya terjadi.
kaum muslimin hendaknya mencukupkan yang dihalalkan saja

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allâh, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu beribadah [al-Baqarah/2:172].

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
Dan dia (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk [al-A’râf/7:157].

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan [al-Baqarah/2:195]

barang haram ada dua jenis: 

  • barang yang memang diharamkan dzatnya, sesuatu yang khabiits (jelas keburukannya), lawan dari thayyib. seperti daging babi, rokok, miras, narkoba dll
  • diharamkan karena berhubungan dengan pelanggaran terhadap hak Allâh Azza wa Jalla karena didapatkan melalui cara yang haram atau melanggar hak sesama manusia karena diambil dari orang lain dengan paksa misalnya. seperti riba, korupsi, mencuri, begal, suap menyuap, sembelihan atas nama selain Allah, dll
disusun oleh Atri Yuanda Elpariamany
selengkapnya »
sholat tarawih kencang tanpa tuma'ninah, sah kah ?

sholat tarawih kencang tanpa tuma'ninah, sah kah ?

sholat tarawih kencang tanpa tuma'ninah

Di sebagian kecil dari masyarakat kita ada tradisi di bulan ramadhan melakukan sholat tarawihnya kencang alias ngebut. kalau di dunia transportasi jika mau cepat maka naik travel atau bus patas.

mirisnya ada juga di lakukan dalam lingkungan pesantren, dan saya juga alami sendiri kalau tak salah 5 tahun lalu, ketika itu berada sebuah kampung dalam perjalanan menuju kota padang sidempuan. jadi milih singgah sholat isya kemudian dilanjutkan dengan sholat tarawih namun dilakukan dengan kencang. 2 rakaat pertama saja di ikuti kemudian pilih pergi cari tempat lain.

normalnya kalau sholat tarawih 11 rakaat, jika pake surat pendek atau setengah halaman maka membutuhkan waktu sekitar 30 menit. nah, sholat yang bisa tembus 7 menit untuk sholat tarawih 21 rakaat maka ada yang hilang disini, yaitu tuma'ninah.

tumaninah dalam bahasa ringannya yaitu pada setiap bagian rakaat sholat yang dilewati harus duduk dulu posisinya, tenang dan stabil

tumaninah termasuk bagian dari rukun sholat dan juga didapati ketika membaca alfatihan tidak tartil alias buru-buru. oleh karnanya jika salah satu saja rukun sholat hilang maka sholatnya tidak sah alias batal.

perbuatan ini termasuk dalam ancaman Allah dalam alquran di surat al-maun 4-5

فَوَيۡلٌ۬ لِّلۡمُصَلِّينَ (٤) ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِہِمۡ سَاهُونَ (٥)
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (4) [yaitu] orang-orang yang lalai dari shalatnya, (5)


 إن أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته . قالوا : يا رسول الله وكيف يسرق من صلاته ؟ . قال : لا يتم ركوعها ولا سجودها 
sesungguhnya seburuk-buruk manusia yang mencuri sholatnya. mereka para sahabat bertanya: wahai Rasulullah, bagaimana dia mencuri shalatnya? nabi menjawab: dia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. hr. Ahmad

dalam shahih bukhari muslim disebutkan

بينما نحن جلوس عند النبي إذ دخل رجل فصلى فسلم على النبي فقال: ارجع فصل فإنك لم تصل، فعلها ثلاثا ثم قال: والذي بعثك بالحق نبيا لا أحسن غير هذا فعلمني، فقال له النبي : إذا قمت إلى الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن ثم اركع حتى تطمئن راكعا ثم ارفع حتى تعتدل قائما ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ثم ارفع حتى تطمئن جالسا ثم افعل ذلك في صلاتك كلها »
ketika kami duduk dekat nabi, ada seorang pria masuk melaksanakan shalat kemudian mengucapkan salam kepada nabi, lalu nabi berkata: ulangi shalat karna kamu belum sholat, lalu pria itu lakukan 3 kali kemudian pria tersebut berkata: dan atas diutusnya engkau membawa kebenaran, aku tak bisa lakukan lebih baik dari ini maka ajarkan aku, maka nabi mengatakan kepadanya: jika kamu berdiri melaksanakan sholat maka bertakbirlah kemudian (setelah baca alfatihah) bacalah yang mudah bagimu dari ayat alquran kemudian ruku hingga tumaninah (tenang dan lurus) kemudian berdiri hingga tegak datar kemudian sujud dengan tumaninah (lurus, rapat dan tenang) kemudian duduk thumaninah kemudian lakukan seperti itu dalam sholatmu keseluruhannya.

wajibnya mengikuti cara sholatnya nabi, sebagaimana nabi mengatakan

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاةُ ، فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ ، وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ " . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِي الصَّحِيحِ
Rasulullah shallallahu alahi wa salam telah berkata kepada kami: sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat, maka apabila menghadiri sholat maka salah seorang kalian kumandangkan azan dan hendaklah paling besar (tua/dewasa) dari kalian mengimami sholat. HR. Al-Bukhari

manis dan nikmatnya sholat akan membuat yang mengerjakannya akan merasakan kenyamanan dan rehat didalamnya, sebagaimana nabi dan para sahabatnya rasakan. lelahnya aktifitas kehidupan ini mereka rehatkan dengan sholat.

يا بلال أرحنا بالصلاة
wahai bilal istiratkan kami dengan shalat. Shahih abu daud

فاحرص- يا رعاك الله- على إكمال صلاتك، وإتمام خشوعها، حتى تجد فيها الراحة والطمأنينة، فلن تكون الصلاة راحة لك، إلا إذا أقمتها كما أمرت، بطمأنينة وخشوع وحضور قلب 
maka hendaklah terus semangat wahai anda yang semoga di lindungi Allah untuk menyempurnakan sholat dan kekhusyukan sehingga memperolah rehat dan ketenangan dalam melakukannya. maka tidak akan memperoleh rehat sholat anda kecuali jika anda telah laksanakan apa yang telah dia perintahkan dengan berusaha tumaninah, khusu dan menghadirkan hati (dan (sholat) 

{ وإنَّها لكَبِيرَةٌ إلاَّ عَلَى الْخاشِعِينَ } [البقرة:45]
sesungguhnya perkara besar (berat) kecuali bagi mereka yang khusu. QS. Al-Baqoroh: 45)

فالخاشع الصلاة خفيفة عليه، محببة إليه، أما غير الخاشع فالصلاة عليه ثقيلة، لا يجد فيها راحة ولا سروراً. اللهم ارزقنا الخشوع في الصلاة، واجعلها قرة عين لنا، يا رب العالمين.
maka bagi mereka yang khusu sholatnya akan terasa ringan dan sangat ia cintai adapun yang tidak khusu maka sholat baginya sangatlah berat, dia tidak merasakan rehat dan kebahagian dalam melakukannya. ya Allah berikan kepada kami kekhusukan dalam sholat dan jadikanlah sholat penyejuk mata hati bagi kami wahai pemilik alam semesta.

semoga kita semua bisa merasakan nikmatnya sholat setelah memaksimalkan keikhlasan dan mencontoh nabi dalam pelaksanaan sholat. amin ya rabby


ditulis oleh Atri Yuanda elpariamany
sumber bacaan alquran | islamqa.info | ar.islamway.net
selengkapnya »
Hukum Sholat Wudhu dan Dilakukan pada waktu terlarang ?

Hukum Sholat Wudhu dan Dilakukan pada waktu terlarang ?

Hukum Sholat Wudhu

السؤال: يقول: استناداً لحديث بلال : ما توضأت إلا وصليت ركعتين بعد الوضوء، فأنا أتوضأ أحياناً في أوقات نهي، مثال ذلك بعد صلاة العصر، أو بعد صلاة الفجر، أو عند غروب الشمس وعند طلوعها مثلاً فهل علي إثم إذا ما صليت ركعتي الوضوء جزاكم الله خيراً؟
Pertanyaan: bersandarkan kepada hadist riwayat bilal: tidaklah aku berwudhu melainkan juga melaksanakan sholat 2 rakaat wudhu, dan kadang aku (penanya) berwudhu di waktu terlarang seperti setelah sholat ashar atau setelah sholat subuh atau ketika matahari tenggelam dan terbit, apakah saya berdosa melakukan sholat 2 rakaat diwaktu tersebut, semoga Allah balas kebaikan antum 

الجواب: المستحب الوضوء، المستحب الصلاة إذا توضأ الإنسان يصلي ركعتين سنة الوضوء في أي وقت ولو في وقت النهي؛ لأن الرسول ﷺ قال: من توضأ مثل وضوئي هذا ثم صلى ركعتين لا يحدث فيهما نفسه غفر له ما تقدم من ذنبه.
فالمقصود أنه ﷺ كان إذا توضأ صلى ركعتين ورغب الناس في ذلك عليه الصلاة والسلام، ويقال لها: سنة الوضوء، فلا مانع أن تصلى في وقت النهي وغيره لأنها سنة مؤكدة، نعم.
jawaban: orang yang berwudhu dianjurkan juga sholat, jika seseorang selesai berwudhu melaksanakan sholat 2 rakaat seperti sholat wudhu boleh kapanpun termasuk pada waktu terlarang, karna rasulullah shallallallahu alahi wa salam berkata: barangsiap berwudhu seperti wudhu ku ini kemudian dia shalat 2 rakaat tanpa diselingi ngobrol (perihal dunia), baginya ampunan (dosa kecil) yang akan datang.

maka yang dimaksudkan adalah bahwasanya rasulullah shallallahu alahi wa salam ketika selesai wudhu beliau shalat 2 rakaat dan memotivasi manusia juga melakukan dan dikenal dengan sunnah wudhu, maka tidak apa-apa sholat kapanpun termasuk di waktu terlarang dikarenakan sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan).

diterjemahkan oleh Atri Yuanda Elpariamany
artikel asli binbaz.org.sa
selengkapnya »
Beranda