.widget img{ max-width:100%; height:auto;}
Ahlan wa Sahlan di blog pribadi ana atriyuanda.web.id | Meniti Manhaj Salaf
wasiat ini ditulis sang istri sholehah sebelum wafat, menggetarkan iman

wasiat ini ditulis sang istri sholehah sebelum wafat, menggetarkan iman

السلام عليكم ورحمة الله وبكاته:
Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat, serta keberkahanNya kepadamu.

زوجي وحبيبي وقرة عيني ... الحمد الله الحمدلله الحمدلله
suamiku dan kekasihku dan penyejuk hatiku... segalah puji hanya untuk Allah, segalah puji hanya untuk Allah.

لا نعلم ما في الغيب ولا ندري عن أقدار الله
kita tidak tahu perkara qaib dan kita tidak pula tahu ketetapan-ketetapan Allah di masa akan datang.

لكن إنْ نجوت من هذه الوعكة فلله الحمد و الشكر من قبل ومن بعد
akan tetapi jika saya selamat (sembuh) dari pedihnya sakit ini, maka segalah puji hanya untuk Allah dan bersyukur sejak sebelum dan sesudahnya.

وإن كان غير ذلك فالحمد الله الحمد الله أسأل الله أن يجعل لموت راحة لي.. لكن من زمان سمعت حديث للنبي صلى الله عليه وسلّم "أي امرأة ماتت وزوجها عنها راضٍ دخلتْ الجنة"
dan jika sebaliknya maka segala puji hanya untuk Allah, segalah puji hanya untuk Allah, saya memohon kepada Allah agar menjadikan kematian sebagai rehat untuk saya.. akan tetapi sudah lama saya mendengar hadit nabi shallalalhu alahi wa salam "wanita mana saja yang telah wafat, suaminya ridho terhadap istrinya maka dia masuk syurga"

هل أنت راضٍ ؟
apakah engkau ridho ?

 أسأل الله الذي لا أله إلا هو أن تكون عني راض.
saya memohon kepada Allah yang tidak ada tuhan yang layak disembah selainnya, agar engkau ridho kepadaku.

أسأل الله أن يجعلني و إياك من أهل الجنة.
saya memohon kepada Allah agar menjadikan saya dan engkau termasuk penghuni syurga.

وأن يلحق بنا و زريتنا جميعا ويجعمنا بوالدينا في جنات النعيم.
dan agar mempertemukan kita dan keturunan kita semua dan mengumpulkan kita dan orangtua kita di syurga penuh kenikmatan.

أريد أن تسامحني عن أي تقصير قصرتُه في حياتك أو زعل لا تخلو الحياة من التقصير لكن أسأل الله أن يسامحك ويغفرلك.
saya ingin engkau memaafkan segala kekurangan yang mana aku kurang dalam berbakti selama hidup denganmu atau sikap menjengkelkan, tak terlewat dalam hidup kekurangan, akan tetapi saya memohon kepada Allah agar DIA memaafkanmu dan mengampunimu.

أسأل الله أن يكتب أجرك على كل الذي سويته معي.
saya memohon kepada Allah agar mencatat pahala atas segala hal yang telah engkau penuhi (lancarkan, biayai, atur dll) selama hidup bersamaku.

أسأل الله أن لا يحرمك الأجر بإهتمامك بي.
saya memohon kepada Allah agar engkau tidak terhalangi mendapatkan pahala atas perhatianmu kepadaku.

أسأل الله الذي لا إله إلا هو إن كان لي أجر من هذا المرض أن يجعل لي أضعاف مضاعفة منه و أن ييسر أمرك ويشفيك من كل ضرّ يؤذيك ويشرح صدرك.
saya memohon kepada Allah yang tidak ada tuhan yang layak selainnya, jika aku mendapatkan pahala dari sakit ini, saya berharap agar Allah menjadikan pahalanya berlipat-lipat ganda dan agar Allah memudahkan urusan engkau dan menyembuhkan dari segala penyakit yang menimpamu dan melapangkan dadamu.

اسأل الله الذي لا إله إلا هو أن يحسن خاتمتنا إلى خير.
saya memohon kepada Allah yang tidak ada tuhan yang layak selainnya, agar memperbagus akhir hayat kita dengan kebaikan.

أستودعك الله حبيبي في حفظ الرحمن في أمان الله
saya mentitipkan engkau kepada Allah wahai kekasihku dalam penjagaan Allah Arrahman, Semoga Engkau Dalam Perlindungan Allah.
____________
Surat Wasiat dari sang istri sholehah ini, saya berharap kita sama sama ambil pelajaran, bahwa tujuan menikah adalah membina rumah tangga agar tetap berlanjut hingga di syurga bukan sebatas nafsu duniawi tanpa dibarengi dengan iman.

semoga Allah taala pertemukan kita pasangan yang sholeh dan sholehah yang saling menguatkan dalam bersabar menghadapi cobaan hidup di dunia dan berpegang teguh di atas tali Allah taala yang lurus hingga dipertemukan kembali di syurga, amin ya rabbana.

catatan
Tulisan di atas adalah salinan dari secarik kertas yang difotokan, saya dapatkan dari share status seseorang berdarah arab. wasiat ini saya tulis ulang dengan berusaha memahami dan terjemahkan, jika ada kesalahan tulis atau terjemahan, maka itu itu kesalahan pribadi dan kepada Allah saya mohon ampun.

Atri Yuanda ibnu mahyudin elbariamany
selengkapnya »
Bolehkah Pria Muslim mewarnai Rambut dan Janggut yang telah beruban ?

Bolehkah Pria Muslim mewarnai Rambut dan Janggut yang telah beruban ?

kaum lelaki tidak dibolehkan mewarnai jenggotnya dengan warna hitam. Berdasarkan dalil-dalil yang melarangnya. Imam Abu Dawud meriwayatkan dengan sanadnya dari Jabir bin Abdullah bahwa ia berkata:

أتي بأبي قحافة يوم فتح مكة ورأسه ولحيته كالثغامة بياضاً
Abu Quhafah dibawa ke hadapan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam pada hari penaklukan kota Makkah dalam keadaan putih rambutnya.

فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم غيروا الشيب واجنبوه السواد
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam berkata: "Warnailah ubannya dan hindarilah penggunaan warna hitam!" (H.R Muslim, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahu mereka bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mewarnai rambut kepala dan janggut mereka, tetapi mereka membiarkan uban di rambutnya apa adanya. Beliau memerintahkan para sahabat untuk menyelisihi mereka dengan mewarnai rambut dan janggut serta kepala.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إن اليهود والنصارى لا يصبغون، فخالفوهم . متفق عليه
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mewarnai rambut mereka, maka selisihilah mereka!" . muttafaqun alahi  

ﻏَﻴِّﺮُﻭﺍ ﻫَﺬَﺍ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻭَﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﺴَّﻮَﺍﺩَ
“ Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam ” (HR Abu Dawud 4163)

Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa'i juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu 'Anhu bahwa ia berkata: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:

يكون قوم يخضبون في آخر الزمان بالسواد كحواصل الحمام لا يريحون رائحة الجنة
"Akan ada kelak di akhir zaman suatu kaum yang mewarnai rambut mereka dengan warna hitam bagaikan anak-anak burung merpati, mereka tidak akan mencium aroma surga."

baca juga Hukum memakai Inai bagi wanita dan pria  

rambut atau janggut yang telah memutih, Jika ingin diwarnai maka Dianjurkan agar mewarnai rambut dengan menggunakan inai atau sejenisnya yang membuat warna rambut menjadi merah atau kuning, karena Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam mewarnai rambut beliau dengan warna kuning.

Dan berdasarkan riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu 'Anhu mewarnai rambutnya dengan inai dan al-katam (sejenis tetumbuhan untuk mewarnai rambut). Dan juga berdasarkan hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam:

إن أحسن ما غيرتم به هذا الشيب الحناء والكتم
"Sesungguhnya bahan terbaik untuk mewarnai uban kamu ialah inai dan al-katam (inai)." (H.R Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa'i dan At-Tirmidzi, dan dinayatakan shahih oleh beliau)

diperbolehkan memakai pewarna sintetik dengan syarat pewarna tersebut tidak menghalangi air wudhu mengenai kulit kepala, karna jika menjadi penghalang masuknya air ke kulit rambut ketika berwudhu, maka menyebabkan wudhu tidak sah, yang berdampak kepada sholatpun tidak diterima.

referensi bacaan : hadeethenc.com | islamqa.info | bimbinganislam.com
disusun oleh atri yuanda elbariamany

selengkapnya »
Menghafal Al-Qur'an butuh Perjuangan dan pengorbanan

Menghafal Al-Qur'an butuh Perjuangan dan pengorbanan

Adik ini tertidur ketika sedang menghafal Al-Qur'an, lalu saya bangunkan kembali untuk berwudhu lalu lanjut menghafal dan belajar.

Menghafal Al-Qur'an butuh dengan perjuangan dan pengorbanan.

Saya bisa memaklumi mereka, karna saya juga alami apa yang adik ini rasakan. beratnya perjuangan menghafal dan belajar ilmu syar'i karna syaitan turut andil membuat manusia jauh dari Allah taala. dilema belajar dimulai saat usia beranjak dewasa, bayangan akan tuntutan, fitnah dunia, dan cobaan lainnya yang harus diatasi, cukuplah Allah Arrahman sebagai penolong.

bersyukurlah bapak/ibu yang memiliki anak di usia mudanya mau menghafal Al-Qur'an dan belajar ilmu syar'i. karna mereka disibukkan dengan kebaikan untuk dunia dan akhiratnya.

doakan mereka agar mengamalkan ilmunya dan istiqomah diatas kebaikan hingga tutup usia.

Semoga menginspirasi kita semua untuk mencetak generasi qurani dan tetap semangat menghafal Al-Qur'an walau usia tak lagi muda. 

فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِینَ }
apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal. [Surat Ali 'Imran: 159]

{ وَٱلَّذِینَ جَـٰهَدُوا۟ فِینَا لَنَهۡدِیَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ }
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. [Surat Al-Ankabut: 69]

Ketahuilah, bukan hasil jadi tujuan utama tapi usaha dan konsisten hingga akhir, itu yang dinilai oleh Allah taala.

Mari tetap semangat menghafal Al-Qur'an dan mengamalkan perintah Al-Qur'an dalam kehidupan kita sobat.

Barakallahu fikum

Ditulis oleh Atri Yuanda Elbariamany 
selengkapnya »
Mengenal penggunaan kata إمَّا dalam bahasa arab, beserta contohnya

Mengenal penggunaan kata إمَّا dalam bahasa arab, beserta contohnya

Bismillah, penggunaan lafadz إمّا dalam bahasa arab, berfungsi sebagai penentuan yang mana harus dipilih dari 2 opsi atau terkadang lebih, menjelaskan 2 keadaan atau terkadang lebih, kalau diterjemahkan maknanya, seperti: adakalanyaa, ada yang, bisa jadi, kemungkinan, atau, sebaiknya terkadang, seharusnya.

Imma (إمّا) adalah huruf pemisah yang tidak memberi dampak pada harakat kata setelahnya (namun memberi pengaruh terhadap makna kalimat), di dalam kalimat kebanyakan disebut berulang, memiliki tujuan berbeda dan fungsinya serupa dengan أو (atau).

fungsinya

1. ragu (شكٌّ)
سيزورني إما سعيد وإما مسعود. (أنا لا أعلم من سيزورني)
akan mengunjungi saya said atau mas'ud. (saya tak tahu siapa yang akan mengunjungi saya)

روى القصةَ إمّا محمدٌ وإمّا عليٌ
meriwayatkan kisah, entah muhammad atau ali

2. kekacauan, samar, kebingungan, ketidak jelasan (الإبهام)

وآخرون مُرْجَون لأمر الله، إما يعذّبهم وإما يتوب عليهم- التوبة، 106 (غموض في النتيجة)
Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. QS. At-Taubah 106 (ketidakjelasan hasil, atas keadilan Allah, nasib mereka hanya Allah yang tahu)

3. pilihan (التخيير)

حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِيْ عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَّوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا ەۗ قُلْنَا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِمَّآ اَنْ تُعَذِّبَ وَاِمَّآ اَنْ تَتَّخِذَ فِيْهِمْ حُسْنًا
Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, “Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka.” QS. Al-Kahfi: 86

4. pembolehan (الإباحة)

تعلّم إما العبريةَ وإما الإنجليزية!
kami mengajar (boleh) bahasa arab atau bahasa inggris (tidak ada perbedaan)

5. pemisah/perbedaan (التفصيل)

إنا هديناه السبيلَ إما شاكرًا وإما كفورًا- الإنسان، 3 (يحدد الله السبيل بتفصيل الحالتين).
Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur. QS. Al-Insan: 3 (Allah membatasi jalan (sikap manusia) dengan memisahkan 2 keadaan mereka)

Berikut ini contoh ungkapan, adapun terjemahan mengikuti alur cerita sehingga bisa menarik kesimpulan.

contoh lain dari alquran

إمّا أن تلقيَ وإما أن نكون أولَ من ألقى- طه، 65.
Mereka (tukang sihir firaun) berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan. QS. Toha 65

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِمَّآ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّآ اَنْ نَّكُوْنَ نَحْنُ الْمُلْقِيْنَ
Mereka (para pesihir) berkata, “Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?”. QS. Al-A'raf: 115

قُلْ مَنْ كَانَ فِى الضَّلٰلَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمٰنُ مَدًّا ەۚ حَتّٰىٓ اِذَا رَاَوْا مَا يُوْعَدُوْنَ اِمَّا الْعَذَابَ وَاِمَّا السَّاعَةَ ۗفَسَيَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضْعَفُ جُنْدًا
Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu) baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya.” QS. Maryam 75

فَاِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَضَرْبَ الرِّقَابِۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَثْخَنْتُمُوْهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَۖ فَاِمَّا مَنًّاۢ بَعْدُ وَاِمَّا فِدَاۤءً حَتّٰى تَضَعَ الْحَرْبُ اَوْزَارَهَا ەۛ ذٰلِكَ ۛ وَلَوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلٰكِنْ لِّيَبْلُوَا۟ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍۗ وَالَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَلَنْ يُّضِلَّ اَعْمَالَهُمْ
Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir (di medan perang), maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, tawanlah mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai. Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka. QS. Muhammad 4

contoh dari kitab durus luqhoh

إمَّا تَزَوْرُنِيْ وَ إمَّا أَزُوْرُكَ

adakalanya kamu kunjungi saya atau saya kunjungi kamu

إِبْرَاهِيْمُ إِمَّا مَرِيْضٌ وإمَّا مُسَارٌ

(kemungkinan) ibrahim sedang sakit atau sedang safar

Dibawah ini beberapa contoh yang saya kumpulkan dari tugas santriwati kelas 1 aliyah mahad miftahul jannah purnama dumai (terjemahan tugas santriwati dari saya pribadi):

إمَّا تُعَلِّمُنِيْ و إمَّا أُعَلِّمُكِ

(pilihan) kamu ajarkan saya atau saya ajarkan anda

بَابُ الفَصْلِ إمَّا مَفْتُوْحٌ وإمَّا مُغْلَقٌ

(kemungkinan) pintu kelas terbuka atau tertutup

المَيدَانُ إمَّا وَاسِعٌ وإمَّا ضَيِّقٌ

(kemungkinan) lapangannya luas atau sempit

إمَّا تنظرينني وإمَّا أنظركِ

(pilihan) kamu perhatikan saya atau saya yang perhatikan kamu (cewek)

الحمام إمَّا نظيف وإمَّا واسخ

(kemungkinan) kamar mandinya bersih atau kotor

إمَّا تنصرينني وإمَّا أنصرك

(pilihan) kamu yang tolong saya atau saya yang tolong kamu

إمَّا أجري وإمَّا تجرين

(pilihan) saya yang lari atau kami yang lari

فاطمة إمَّا طبيبة وإمَّا مدرسة

(kemungkinan) fatimah seorang dokter atau seorang guru

إمَّا هذه الساعة ستشترين وإمَّا تلك الساعة

(pilihan) jam ini yang harus kamu beli atau jam yang itu

إمَّا طويلا وإمَّا قصيرا

bisa jadi panjang dan bisa jadi pendek

ثمن الحقيبة إمَّا رخيصة وإمَّا غالية

(kemungkinan) harga jamnya murah atau mahal

في بيتي سندرس وإمَّا في بيتكِ

(pilihan) di rumahku kita akan belajar atau di rumahmu

مايى إما جميلة وإمَّا قبيحة

(kemungkinan) maya orangnya cantik atau jelek

فوزية إمَّا في سكن وإمَّا في فصل

(kemungkinan) fauziah berada di asrama atau di kelas

نور عائشة إمَّا كبيرة وإمَّا صغيرة

(kemungkinan) nur aisyah orangnya besar atau kecil

محمد إمَّا مهندس وإمَّا مدير

(kemungkinan) muhammad seorang teknisi atau pimpinan

إمَّا تتركينني وإمَّا أتركك

(pilihan) kamu tinggalkan saya (cewek) atau saya tinggalkan kamu (cewek)

المدرسة إمَّا قائمة وإمَّا جالسة

guru (cewek) adakalanya berdiri dan adakalanya duduk

referensi lainnya: diwanalarab.com, aplikasi kamus alquran, aplikasi معاجم العرب

semoga bermanfaat
akhukum fillah Atri Yuanda elbarimany
selengkapnya »
Hukum Takfir kepada orang yang tak pernah sholat | Syeikh Ibnu Utsaimin

Hukum Takfir kepada orang yang tak pernah sholat | Syeikh Ibnu Utsaimin

لو رأينا رجلا لا يصلي أبدا وهو عايش بين المسلمين عايش بين المسلمين ولكن لا يصلي أبدا
Seandainya kita melihat seseorang Tidak pernah sekali pun sholat Dan dia hidup ditengah-tengah kaum muslimin (2x), Akan tetapi dia selama hidupnya tak pernah sholat.

هل نقول: لا نكفره بعينه أو نكفره ؟
Apakah Kita katakan : Kita Tidak mengkafirkan individunya atau kita kafirkan ?

نكفره ولا كرمة له
Kita mengkafirkan Dia dan tidak ada kemuliaannya (karna meninggalkan sholat)

نقول هذا كافرو مرتد عن الإسلام
Kita katakan: (dia) ini Kafir dan Telah murtad dari islam

لأن عايش بين المسلم ويعلم
Karena dia tinggal di tengah umat islam Dan dia tahu (hukum dan konsekuensinya)

والمسلمون يعلمون الصلاة من أفضل الفرائض ما هو إنسان جاهل
Dan kaum muslimin tahu bahwa sholat merupakan amalan zhohir yang paling Utama dari amalan wajib lainnya, Dia tidak pula orang jahil

فالمهم أنّنا لا نبدّع أحدا ولا نضلّ له ولا نكفّره حتى تقوم عليه الحجة
Maka yang terpenting, kita (tidak bermudah Mudahan) memvonis seorangpun sebagai Ahlul bidah, dan tidak pula menyesatkan Dan tidak pula mengkafirkannya hingga Menjelaskan kebenaran dengan hujjah
(Hingga Dia taubat atau hilang udzur padanya setelah itu), Adapun hukum pidana hak hakim.

Translate by Atri Yuanda Ibnu Mahyudin
selengkapnya »
Ketahuilah, wanita rentan futur

Ketahuilah, wanita rentan futur

kemarin ustadz z**** cerita kepada saya bahwa dia kenal seorang akhwat yang dahulunya dikenal baik agamanya, kini dia telah berubah dan mengumbar auratnya.

ketahuilah, Wanita itu rentan futur, dulu  berhijab syar'i lalu bertahap kepada mengumbar aurat di dunia nyata dan online.

Nasehat kepada muslimah agar istiqomah
Perbanyak berdoa, Menikahlah dengan pria yang baik agama dan akhlaknya, pilih teman bergaul yang sholehah, lingkungan yang baik, rutin hadiri kajian, senang mendengar nasihat, dll

futur: jatuh kepada sifat acuh, malas dan lemah pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Penulis Atri Yuanda Ibnu Mahyudin Elbariamany 
selengkapnya »
Mengenal Masjid Quba, Mesjid yang pertama dibangun nabi Muhammad dan keutamaannya

Mengenal Masjid Quba, Mesjid yang pertama dibangun nabi Muhammad dan keutamaannya

Nabi shallallahu alahi wa sallam berdakwah selama 13 tahun di mekkah mukarramah dengan penuh rintangan, bertahap selama 3 tahun pada awal dakwah dengan cara pendekatan kepada orang terdekat lalu dilanjutkan dikalayak ramai hingga datang masanya nabi diperintahkan Allah taala untuk hijrah ke Al-Madinah (dahulunya yatsrib) ditemani teman terbaiknya Abu bakar asshiddiq yang juga mertua nabi hingga sampailah di madinah tepatnya di quba setelah melakukan perjalanan memutar dan berisiko. sesampainya di quba, nabi muhammad shallallahu alahi wa sallam membangun masjid. Mesjid pertama kali dibangun oleh nabi shallallahu alahi wa sallam adalah masjid quba (قباء) di Al-Madinah Al-Nabawiyah pada 1 Hijriah | 622 M dan masjid yang pertama dibangun di atas ketaqwaan.

لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ
Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. QS. At-Taubah: 108

قال ابن القيم في "زاد المعاد" (3/58) وهو يذكر دخول الرسول صلى الله عليه وسلم المدينة : " وكبَّر المسلمون فرحا بقدومه وخرجوا للقائه .... فسار حتى نزل بقباء في بني عمرو بن عوف ، فأقام فيهم أربع عشرة ليلة ، وأسس مسجد قباء ، وهو أول مسجد أسس بعد النبوة "
Berkata Ibnul Qayyim: dan dia menyebutkan tentang masuknya Rasulullah shallallahu alahi wa sallam ke kota madinah, dan kaum muslimin bertakbir karna bahagia atas kedatangan rasulullah dan keluar menemuinya.... lalu nabi berjalan hingga sampai di quba, tepatnya di bani amru bin auf. maka nabi menetap sementara bersama mereka selama 14 malam dan membangun masjid quba dan dia adalah mesjid pertama dibangun setelah kenabian (za'dul Ma'ad 58/3)

وقال العلامة محمد الأمين الشنقيطي رحمه الله : " ومن حيث الأولية النسبية : فالمسجد الحرام أول بيت وضع للناس ، ومسجد قباء أول مسجد بناه المسلمون ، والمسجد الحرام بناه الخليل ، ومسجد قباء بناه خاتم المرسلين ، والمسجد الحرام كان مكانه باختيار من الله وشبيه به مكان مسجد قباء " انتهى . " أضواء البيان " ( 8 / 326 ) .
Berkata al-allamah Muhammad Al-Amin Asyinqity rahimahullah: dan dari sisi Permulaan asal usulnya, maka masjidil haram adalah mesjid (tempat Ibadah) pertama dibangun untuk manusia, dan masjid quba adalah mesjid pertama yang dibangun kaum muslimin, masjidil haram dibangun oleh khalilullah (kekasihnya Allah) Nabi Ibrahim alahissalam bapaknya para nabi dan adapun masjid quba dibangun oleh Nabi Muhammad shallallahu alahi wa sallam penutup para nabi dan rasul. masjidil haram tempat pembangunannya ditentukan Allah ta'ala dan hal ini serupa dengan tempat dibangunnya masjid quba yang ditentukan oleh Allah taala. Adho'ul Bayan: 8/326

Masjid quba terletak di sebelah utara kota madinah, masjid quba yang ada pada saat ini bukanlah bentuk dan ukuran yang sama pada awal pembangunannya di masa rasulullah, sehingga tidak diketahui berapa lebar asli bangunannya. 


Pada masa khalifah arrasyidin ke 2 Umar Ibnu Khattab radhiallahu anhu ditambah pintunya dari 3 menjadi 6, peremajaan masjid dilanjutkan oleh khalifah arrasyidin ke 3 utsman bin affan radhiallahu anhu kemudian dilanjutkan oleh khalifah ke 8 umar bin abdul aziz rahimahullah dari bani umayyah membangun Menara, terus berlanjut Renovasi bangunan oleh pemimpin kaum muslim berikutnya dan saat ini dikelola oleh kerajaan suud, terakhir pelebaran dan peremajaan bangunan selama 3 tahun namun tetap menjaga bentuk aslinya dan selesai pada tahun 1406 H | 1986 M oleh Raja Fahd ibn abdul aziz rahimahullah. 

Masjid Quba lebar keseluruhan dengan sudut-sudut bangunan mencapai sekitar13500 Meter persegi. masjid Quba dapat menampung 25 ribu jamaah sholat. Masjid Quba saat ini memiliki 19 pintu, 3 pintu utama dan 16 pintu lainnya. terdapat 4 menara setiap sudut masjid, terdapat 51 kubah yang terdiri 1 ukuran besar, 5 agak besar dan 45 ukuran kecil. terdapat di tengah masjid rongga kosong, kemudian di pasang Pelindung yang bisa buka tutup.

Para ulama menyebutkan bahwa pembangunan mihram (bentuk lengkung khusus imam) mulai ada pada abab kedua pada banyak mesjid yang kita dapati saat ini. tidak benar awal dibangun masjid quba juga sudah ada mihramnya.

Di sebelah kanan mihram masjid quba sekarang, terdapat titik hitam diatas kubah masjid dekat mimbar, jika diikuti garis lurus kebawah akan sejajar menunjukkan tempat dimana nabi menjadi imam. dan setiap kubah terdapat beberapa nama sahabat nabi, lihat video dibawah ini.


Keutamaan Sholat di Masjid Quba

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا
dari ibnu umar radhiallahu anhuma berkata: dahulu nabi shallallahu alahi wa salam datang ke mesjid quba setiap hari sabtu (kadang) jalan kaki dan berkendaraan. HR. Bukhari-Muslim

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ رَاكِبًا وَمَاشِيًا فَيُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ
dahulu Rasulullah shallallahu alahi wa sallam datang ke mesjid quba berkendaraan dan berjalan, setelah sampai beliau sholat sunnah 2 rakaat di dalamnya. HR. Muslim
 
عن أُسَيْد بْن ظُهَيْرٍ الْأَنْصَارِيَّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( الصَّلَاةُ فِي مَسْجِدِ قُبَاءٍ كَعُمْرَةٍ ) . صححه الألباني في صحيح الترمذي
dari ushaid bin zhuhair al-anshory dan dahlulu diriwayatkan dari sahabat-sahabat nabi shallallahu alahi wa sallam dari nabi shallallahu alahi wa sallam berkata: sholat di masjid quba seperti umrah. dishahihkan oleh Syeikh Albani rahimahullah dalam kitab shahih At-Tirmidzi

عن سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ خَرَجَ حَتَّى يَأْتِيَ هَذَا الْمَسْجِدَ مَسْجِدَ قُبَاءَ فَصَلَّى فِيهِ كَانَ لَهُ عَدْلَ عُمْرَةٍ ) صححه الألباني في صحيح النسائي
dari sahl bin hunaif berkata: Rasulullah shallallahu alahi wa sallam bersabda: barangsiapa keluar hingga sampai ke mesjid ini, mesjid quba lalu dia shalat di dalamnya maka dia memperoleh pahala sebanding dengan umrah. HR. An-Nasa'i yang di shahihkan oleh syeikh albani rahimahullah

semoga saya dan pembaca artikel ini diberi kesempatan sholat di masjid Quba, amin ya rabbana

ditulis oleh Atri Yuanda ibnu Mahyudin elbariamany
referensi islamqa.info, Mushaf online, ensiklopedi hadits dll
selengkapnya »
Apakah Menjadi Muallaf, dosa masa lalu diampuni dan hartanya menjadi halal ?

Apakah Menjadi Muallaf, dosa masa lalu diampuni dan hartanya menjadi halal ?

Menjadi Muallaf, apakah dosa masa lalu diampuni dan hartanya menjadi halal ?
Diantara keutamaan dan rahmat Allah ta'ala, seseorang yang masuk islam dengan keimanan yang benar dan paham konsekuensi syahadat, maka in sya Allah keislamannya tersebut menghapus dosa dan maksiatnya sebelum islam, Berstatus muallaf dia telah menjadi bersih dari dosa. 

adapun berkaitan hak makhluk berupa kesalahan, kozoliman dan hutang maka hendaklah dia meminta maaf dan melunasi hutangnya atau meminta keikhlasan, jika si fulan berkenan membebaskan hutangnya. 

روى مسلم (121) عن عَمْرَو بْنَ الْعَاصِ رضي الله عنه قال : لَمَّا جَعَلَ اللَّهُ الإِسْلامَ فِي قَلْبِي أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقُلْتُ : ابْسُطْ يَمِينَكَ فَلأُبَايِعْكَ . فَبَسَطَ يَمِينَهُ ، قَالَ : فَقَبَضْتُ يَدِي . قَالَ : مَا لَكَ يَا عَمْرُو ؟ قَالَ : قُلْتُ : أَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِطَ . قَالَ : تَشْتَرِطُ بِمَاذَا ؟ قُلْتُ : أَنْ يُغْفَرَ لِي . قَالَ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الإِسْلامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ .
Dalam Riwayat Imam Muslim (121) dari amru bin ash radhiallahu anhu: Ketika Allah menganugerahkan islam di dalam hatiku, maka kudatangi Rasulullah ﷺ dan kukatakan, 'Bentangkan tangan kananmu, maka aku akan membaiatmu.' Maka beliau membentangkan tangan kanannya." Amru bin Al 'Ash melanjutkan, 'Lalu kutarik tanganku.' Beliau pun bertanya: 'Ada apa denganmu wahai Amr?' Aku menjawab, 'Aku ingin memberikan persyaratan.' Beliau bersabda, "Kamu meminta syarat apa?' Aku menjawab, 'Dengan syarat aku diampuni.' Beliau bersabda, "Apakah kamu tidak tahu bahwa Islam telah menghapuskan dosa yang telah lampau
( الإِسْلام يَهْدِم مَا كَانَ قَبْله ) أَيْ : يُسْقِطهُ وَيَمْحُو أَثَره . قاله النووي في "شرح مسلم"
Berkata Imam Nawawi rahimahullah dalam syarah shahih muslim yaitu: membuang dan menghapus sisanya.


Syeikh utsaimin pernah ditanya tentang harta orang kafir yang telah masuk islam

" نقول لهذا الأخ الذي منّ الله عليه بالإسلام بعد أن اكتسب مالاً حراماً : أبشر فإن هذا المال حلال له ، وليس عليه فيه إثم ، لا في إبقائه عنده ، ولا فيما تصدق به منه ، ولا فيما تزوج به منه ، لأن الله تعال قال في الكتاب العزيز : 
kami katakan kepada saudara ini yang telah Allah taala berikan dia nikmat islam setelah dahulunya dia berpenghasilan harta haram maka sesungguhnya hartanya tersebut menjadi halal untuknya dan tidak ada dosa baginya, baik yang masih ada ditangannya, baik yang dia sedekahkan dan menikah dari harta haram sebelum masuk islam, karena Allah subhanahu wa taala berfirman dalam kitabnya yang mulia

( قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الأَوَّلِينَ ) الأنفال/38 . 
katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (abu sofyan dan kawan-kawannya), "jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi nabi), sungguh, berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan)." QS. Al-Anfal: 38

أي : كل ما سلف ، وما هنا للعموم ، لأنها اسم موصول ، يعني كل ما تقدم فهو مغفور له . لكن المال الذي غصبه من صاحبه يرده عليه ، أما المال الذي اكتسبه عن طريق الرضا بين الناس وإن كان حراماً ، كالذي اكتسبه بالربا ، أو المخدرات أو غيرها ، فإنه حلال له إذا أسلم لقوله تعالى : 
yaitu: setiap apa saja yang telah berlalu, kata ما disini menjelaskan secara umum/global karena dia termasuk ism maushul (kata sambung) yang artiya apa saja yang telah berlalu maka dia diampuni. adapun harta yang dia curi dari pemiliknya, hendaklah dia kembalikan, harta yang dia usahakan dari cara saling ridho sesama manusia walaupun itu haram seperti bisnis ribawi atau benda haram dan selainnya maka harta tersebut menjadi halal untuknya jika dia masuk islam, sebagaimana firman Allah ta'ala

( قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ )، 
katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (abu sofyan dan kawan-kawannya), "jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu.

وكذلك قال النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لعمرو بن العاص حين أسلم : ( أما علمت أن الإسلام يهدم ما كان قبله ) .
dan begitu juga nabi shallallahu alahi wa sallam berkata kepada amru bin ash radhiallahu anhu yang telah bersyahadat (masuk islam): apakah kamu tidak tahu bahwa islam telah menghapus dosa

banyak orang kafir yang masuk islam dan diantara mereka berpenghasilan dari pekerjaan haram maka harta yang dia peroleh sebelum islam, harta tersebut menjadi halal setelah masuk islam, harta tersebut boleh disedekahkan, untuk menikah, untuk usaha dll. namun dia harus berhenti dari pekerjaan lamanya jika dilarang dalam syariat islam dan mencari pekerjaan yang halal dan berkah. jadi, tidak benar uang yang diperoleh sebelum islam tidak boleh digunakan untuk sedekah dan lainnya. karna tidak ada dasarnya. Allahu A'lam

selengkapnya »
Pandangan Ahlussunnah jika mendapati seorang muslim sengaja meninggalkan sholat Fardhu

Pandangan Ahlussunnah jika mendapati seorang muslim sengaja meninggalkan sholat Fardhu

Ini pandangan syeikh profesor doktor Abdussalam asyuai'ir bermazhab hambali.
Apakah Seorang Muslim Langsung divonis kafir jika sengaja meninggalkan sholat?,
👇👇👇


📢 Simak juga
Hukum meninggalkan sholat terus menerus dengan sengaja oleh syeikh Sholeh Fauzah hafizahullah
👇👇👇



Kesimpulan syeikh albani rahimahullah bagi pelaku meninggal shalat sengaja
  1. Menentang kewajiban shalat maka dia telah kafir dan tak boleh di kuburan kaum muslimin
  2. Tahu dan imani kewajiban maka tidak jatuh kepada kekafiran dan boleh dikuburkan di kuburan kaum muslimin
simak video dibawah ini untuk faedah lebih lengkap dari syeikh albani rahimahullah

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ
Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara saudaramu seagama.” [At-Taubah/9:11]

Juga firman Allâh Azza wa Jalla :

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ﴿٥٩﴾ إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا
Lalu datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak akan dirugikan sedikitpun. [Maryam/19:59-60]

Allâh Azza wa Jalla telah menentukan tiga syarat agar terjalin ukhuwah antara kaum Muslimin dengan kaum musyrikin. Tiga syarat tersebut adalah:

  1. Mereka bertaubat dari syirik.
  2. Mereka mendirikan shalat
  3. Mereka menunaikan zakat.
baca selengkapnya hukum meninggalkan shalat

Faedah ilmu hasil diskusi dengan teman dan beberapa referensi

2 sudut pandang jika mendapati seorang muslim tidak melaksanakan sholat fardhu

1. Hukum secara itiqody (keyakinan dalam hati). orang yg ngaku muslim meninggalkan sholat secara sengaja apalagi terus menerus maka dia telah jatuh kepada kekufuran dan wajib baginya taubat agar tidak menjadi orang yg merugi di akhirat kelak.

أكثر العلماء اتفقوا على أن من ترك  الصلاة متعمد بغير عذر الشرعي فهو كافر ثم اختلفوا هل ترك الصلاة كليا أو جزئيا
kebanyakan ulama sepakat bahwa orang yang meninggalkan shalat secara sengaja tanpa ada udzur syar'i maka dia tida telah kafir, kemudian terjadi khilaf atas kekafirannya. apakah meninggalkan sholat secara keseluruhan saja atau sebagian (sedikit/banyak) dari sholat.


2. Hukum qadhi (peradilan). menghukumi pelaku yang meninggalkan shalat tidak boleh semua orang, yang berhak dilakukan oleh hakim yang menerapkan syariat islam secara menyeluruh. Adapun kelemahan di negeri kita Indonesia adalah tidak ada aturan khusus yang diterapkan untuk muslim yang meninggalkan sholat tanpa udzur syar'i.

قال ابن عبد البر رحمه الله : " أجمع المسلمون على أن جاحد فرض الصلاة كافر يقتل إن لم يتب من كفره ذلك، واختلفوا في المقر بها وبفرضها التارك عمدا لعملها ، وهو على القيام بها قادر " انتهى من "الاستذكار" (2 /149) .
berkata ibnu abdil bar rahimahullah: kaum muslimin sepakat bahwa orang yang menolak kewajiban sholat, dia telah kafir dan dibunuh jika tidak bertaubat dari dari kekafirannya tersebut (keputusan dia telah kafir dan boleh dihukum bunuh adalah hak hakim), dan terjadi khilaf terhadap orang yang meninggalkan sholat sengaja (bukan karna menolak wajibnya sholat) padahal dia mampu mengerjakan. alistitskar. 2/149

Kelemahan ini menjadi salah satu sebab banyak didapati di masyarakat, orang islam yang bermudah mudahan meninggalkan sholat karna tidak ada penerapan hukum peradilan bagi orang islam yang sudah baligh berakal sehat tanpa ada udzur syar'i yang menghalanginya untuk tidak shalat.


3 Sudut pandang terhadap pelaku yang melakukan kekufuran seperti meninggalkan sholat dengan sengaja:

1. Aqidah ahlussunah menetapkan kekafiran seseorang dengan penuh kehati-hatian dan ada perincian namun dalam hati tetap meyakini bahwa perbuatan kufur seseorang dengan sengaja dan dia tahu ilmunya maka telah menjadikan dia kafir, wajib bagi orang tersebut bertaubat sebelum ajal menjemput.

واحتجوا بظواهر النصوص التي تحكم بكفره ، وبقول عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ الْعُقَيْلِيِّ : " كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرَوْنَ شَيْئًا مِنْ الْأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلَاةِ " رواه الترمذي (2622) وصححه الألباني في "صحيح الترمذي" .
dan mereka para ulama berhujah dengan zhohir dalil yang menghukumi seseorang itu telah kafir, berdasarkan perkataan abdullah bin syaqiq al-uqaily: dahulu para sahabat nabi shallallahu alahi wa sallam tidak melihat amalan wajib yang ditinggalan seorang muslim menyebabkan dia menjadi kafir kecuali meninggalkan shalat. riwayat attirmidzi dan di shahihkan oleh syeikh albani rahimahullah

وقال ابن عثيمين رحمه الله : " الذي يظهر لي أنه لا يكفر إلا بالترك المطلق بحيث لا يصلي أبداً ، وأما من يصلي أحيانا فإنه لا يكفر " انتهى من "مجموع فتاوى ابن عثيمين " (12/55) .
dan berkata syeikh ibnu utsaimin rahimahullah: adapun yang tampak bagi saya bahwa tidak dikafirkan seorang muslim kecuali dia telah meninggalkan sholat secara mutlak yaitu tak sholat selamanya (tetap tak sholat hingga ajal menjemput), adapun yang sholat kadang-kadang maka sesungguhnya dia tidak dikafirkan. majmu fatawa ibnu utsaimin. 55/12

وَذَهَبَ الْحَنَابِلَةُ : إِلَى أَنَّ تَارِكَ الصَّلاَةِ تَكَاسُلاً يُدْعَى إِلَى فِعْلِهَا وَيُقَال لَهُ : إِنْ صَلَّيْتَ وَإِلاَّ قَتَلْنَاكَ ، فَإِنْ صَلَّى ، وَإِلاَّ وَجَبَ قَتْلُهُ . وَلاَ يُقْتَل حَتَّى يُحْبَسَ ثَلاَثًا وَيُدْعَى فِي وَقْتِ كُل صَلاَةٍ ، فَإِنْ صَلَّى وَإِلاَّ قُتِل حَدًّا ، وَقِيل كُفْرًا ، أَيْ لاَ يُغَسَّل وَلاَ يُصَلَّى عَلَيْهِ وَلاَ يُدْفَنُ فِي مَقَابِرِ الْمُسْلِمِينَ . لَكِنْ لاَ يُرَقُّ وَلاَ يُسْبَى لَهُ أَهْلٌ وَلاَ وَلَدٌ كَسَائِرِ الْمُرْتَدِّينَ " انتهى .
dan sepakat dalam mazhab hambali: orang yang meninggalkan sholat karna bermalasan, dibawa ke hakim, lalu hakim memerintahkannya untuk mengerjakan sholat dan berkata: kerjakan sholat dan jika tidak maka kami tegakkan hukum bunuh, jika dia kerjakan maka selesai perkara namun jika tidak maka wajib ditegakkan hukum. pelaku tidak dibunuh langsung, dipenjara dulu selama 3 hari dan selama 3 hari tersebut diperintahkan sholat jika sudah masuk waktu sholat. jika tidak sholat juga maka ditegakkan hukum hadd dan ditetapkan oleh hakim dia telah kafir, jenazahnya tidak dimandikan, tidak disholatkan dan tidak dikuburkan di kuburan kaum muslimin. akan tetapi dia tidak diperbudak, anak dan keluarganya tidak akan ditawan seperti orang murtad lainnya.

جاء في "الموسوعة الفقهية" (27/53-54) : " ذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّ تَاركَ الصَّلاَةِ تَهَاوُنًا وَكَسَلاً ، لاَ جُحُودًا ، يُقْتَل حَدًّا أَيْ أَنَّ حُكْمَهُ بَعْدَ الْمَوْتِ حُكْمُ الْمُسْلِمِ فَيُغَسَّل ، وَيُصَلَّى عَلَيْهِ ، وَيُدْفَنُ مَعَ الْمُسْلِمِينَ .
disebutkan dalam kitab almausu'ah alfiqhhiyyah 53/27-54: telah sepakat mazhab malikiyyah dan syafiiyyah bahwa seorang muslim yang meninggalkan sholat karna bermudahan dan malas bukan karna pembangkangan/mengingkari, (hakim) menetapkan hukum hadd dibunuh yaitu bahwa hukumannya setelah wafat tetap dikatakan muslim maka tetap harus dimandikan, disholatkan dan dikuburkan di kuburan kaum muslimin.

baca selengkapnya pandangan ulama terhadap orang islam yang meninggalkan sholat

adapun hukum peradilan adalah hak hakim yang menentukan apakah dia kafir atau tidak, menasehati agar pelaku bertaubat dan jika tidak berubah maka di beri hukuman agar memberi efek jera dirinya dan mencegah kaum muslimin agar jangan bermudah mudahan meninggalkan sholat fardhu, sebagai bentuk kasih sayang kepada kaum muslimin agar mereka tahu akan pentingnya kedudukan shalat setelah tauhid. ini manhaj aqidah yang benar.

2. Aqidahnya murjiah: (bermudah-mudahan dalam menganggap seseorang masih muslim) pelaku kekafiran yang tidak ada udzur syar'i tetap dikatakan muslim, melakukan dosa besar tidak berpengaruh kepada kualitas iman. syubhat murjiah ini banyak menimpa umat islam sehingga banyak kaum muslimin yang bermudah-mudahan meninggalkan shalat dengan sengaja dan melakukan dosa besar lainnya, beranggapan imannya tetap kuat dan dosanya pasti diampuni, nauzubillah. 

meninggalkan shalat fardhu secara sengaja termasuk bab aqidah bukan bab fiqh semata, wajib setiap muslim yang meninggalkan shalat dengan sengaja segera bertaubat sebelum ajal menjemput.

3. Aqidah khawarij: (bermudah-mudahan dalam menganggap seseorang telah kafir) Pelaku dosa besar bukan perbuatan kekafiran dikatakan kafir sehingga mereka bermudahan dalam mengkafirkan secara individu dan tingkat ekstrim hingga menghalalkan darah kaum muslimin secara serampangan sebagaimana dialami oleh khalifah ke 4 Ali bin abi thalib radhiallahu anhu yang dibunuh oleh abdurrahman ibnu muljam yang beraqidah khawarij. jadi dalam hal hukum peradilan, yang berhak menghukumi seseorang kafir dan berhak bagi pelaku mendapat hukuman adalah hakim yang ditunjuk oleh pemerintah kaum muslimin.

dari Ibnu Mas’ûd Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
Mencela seorang Muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran. Shahih Bukhari

allahu a'lam

dirangkum oleh Atri Yuanda ibnu mahyudin elbarimany
selengkapnya »
Memahami Makna Kafir yang sebenarnya menurut bahasa arab dan ajaran islam

Memahami Makna Kafir yang sebenarnya menurut bahasa arab dan ajaran islam

Dalam mempelajari perbandingan agama, maka hendaklah seorang muslim harus mempelajari pondasi aqidah islam yang benar yaitu mengikuti manhaj salaf karna inilah metode terbaik dalam memahami tauhid dan syariat islam sehingga ketika mempelajari agama selain islam, dia tidak jatuh kepada pemahaman liberal dan menganggap semua agama benar, padahal Allah taala sudah tetapkan dalam Al-Qur'an bahwa Agama yang Allah taala ridhoi hanyalah islam.

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱدۡخُلُوا۟ فِی ٱلسِّلۡمِ كَاۤفَّةࣰ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَ ٰ⁠تِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِینࣱ
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. [Surat Al-Baqarah: 208]

إِنَّ ٱلدِّینَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَـٰمُۗ وَمَا ٱخۡتَلَفَ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَـٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَاۤءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡیَۢا بَیۡنَهُمۡۗ وَمَن یَكۡفُرۡ بِـَٔایَـٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِیعُ ٱلۡحِسَابِ
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. [Surat Ali 'Imran: 19]
Kata kafir adalah bahasa arab yang harus dikembalikan ke makna aslinya bukan diterjemahkan berdasarkan cocokologi sehingga rancu dalam memahami maknanya sehingga orang yang di katakan kafir merasa tersinggung,  padahal disampaikan dengan cara yang sopan bukan dengan intonasi yang tinggi dan membentak untuk menghina.

Kafir terbagi 2:

1. Kafir akbar (besar): orang yang tidak beragama islam atau perbuatan kekafiran yang menyebabkan orang tersebut keluar dari agama islam, jika mati dalam keadaan ini maka kekal di neraka, oleh karena itu setiap muslim harus tahu bukan hanya bab fiqh seperti pembatal sholat, puasa, wudhu dll tapi juga harus tahu apa saja yang dapat membatalkan keislaman seorang muslim atau dikenal dengan istilah nawaqidul islam.


Sepuluh Pembatal Keislaman itu ialah:
1. Syirik
2. Murtad
3. Tidak mengkafirkan orang kafir
4. Meyakini kebenaran hukum thaghut
5. Membenci sunnah Rasul, meskipun diamalkan
6. Mengolok-ngolok agama
7. Sihir
8. Menolong orang kafir untuk memerangi kaum muslimin
9. Meyakini bolehnya keluar dari syariat Allah
10.Tidak mau mempelajari dan mengamalkan agama

Inilah 10 pembatal keislaman, hanya 1 yang bisa saya tulis di artikel ini yaitu tentang kafir secara singkat. Untuk wawasan lebih dalam, silahkan baca buku nawaqidul islam karya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang sudah diterjemahkan.

Atau baca secara global perinciannya disini

Manhaj salaf sangat berhati hati dalam mengkafirkan secara individu seorang muslim sebelum ditegakkan hujjah kepadanya dan terang kepadanya kebenaran karna konsekuensinya berat jika serampangan, sebagaimana sabda nabi shalallahu alaihi wa sallam.

 إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِصَاحِبِهِ يَا كَافِرُ فَإِنَّهَا تَجِبُ عَلَى أَحَدِهِمَا فَإِنْ كَانَ الَّذِي قِيلَ لَهُ كَافِرٌ فَهُوَ كَافِرٌ وَإِلَّا رَجَعَ إِلَيْهِ مَا قَالَ
 "Jika seorang laki-laki berkata kepada saudaranya, 'Hai Kafir!' maka kalimat itu wajib mengenai salah seorang dari keduanya. Jika orang yang dipanggil dengan ucapan itu benar, berarti ia benar-benar kafir. Jika tidak, ucapan itu berbalik mengenai orang yang mengucapkan." HR. Ahmad 5561

Apakah orang kafir (non muslim) halal darah mereka dan boleh dibunuh ?

Orang Kafir dalam hal ini dibagi 3

1. Kafir dzimmi, orang kafir yang tinggal di negeri mayoritas orang islam dan melakukan perjanjian damai. mereka tak boleh dizholimi, diperangi dan dibunuh tanpa hak.

2. Kafir muahad, orang kafir yang tinggal di negeri yang mayoritas Kristen dan melakukan perjanjian dama dengan negeri yang mayoritas islam. mereka pun tak boleh dizholimi, diperangi dan dibunuh tanpa hak.

3. Kafir harbi, orang/kelompok/negara kafir yang memerangi dan membunuh umat islam. Mereka boleh diperangi dan tidak boleh kaum muslimin melampaui batas dalam memerangi mereka dan membunuh, tidak boleh juga memperkosa, menyiksa, menzolimi, membakar pepohonan dan lainnya dalam memerangi orang kafir harbi.

وَقَـٰتِلُوا۟ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِینَ یُقَـٰتِلُونَكُمۡ وَلَا تَعۡتَدُوۤا۟ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِینَ
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampaui batas Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [Surat Al-Baqarah: 190]

Ini gambaran ringkas perihal memerangi orang kafir.

Apakah Islam agama haus darah dan suka menebar teror ?
islam adalah agama yang tidak haus darah sebagaimana dituduhkan, negeri mayoritas islam pada umumnya aman dan damai apalagi yang berpegang teguh terhadap manhaj salaf, sangat berhati-hati dalam bertindak, menyembunyikan barang saudaranya saja untuk bercanda bukan tujuan menteror apalagi tujuannua menumpahkan darah dengan cara yang bathil, ini bukan ajaran islam.

لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا وَقَالَ سُلَيْمَانُ لَعِبًا وَلَا جِدًّا وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا
"Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik untuk bercanda atau sungguhan." Sulaiman berkata, "Untuk bercanda atau sungguhan. Maka barang siapa mengambil tongkat milik saudaranya hendaklah ia kembalikan." HR. Abu daud 4350

وَلَا تَقۡتُلُوا۟ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِی حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۗ وَمَن قُتِلَ مَظۡلُومࣰا فَقَدۡ جَعَلۡنَا لِوَلِیِّهِۦ سُلۡطَـٰنࣰا فَلَا یُسۡرِف فِّی ٱلۡقَتۡلِۖ إِنَّهُۥ كَانَ مَنصُورࣰا
Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar.Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan. [Surat Al-Isra': 33]

وَمَن یَقۡتُلۡ مُؤۡمِنࣰا مُّتَعَمِّدࣰا فَجَزَاۤؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَـٰلِدࣰا فِیهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِیمࣰا
Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya. [Surat An-Nisa': 93]

Ini sekian banyak dalil tentang indahnya islam dalam penjagaan jiwa manusia yang kafir terlebih kepada saudara muslimnya.


2. kafir ashqar (kecil): kekafiran yang tidak menyebabkan seorang muslim keluar dari agama islam, jika dia termasuk penghuni neraka maka in sya Allah tidak kekal di dalamnya, lama atau sebentarnya, atau diampuni sehingga masuk surga, itu semua atas kehendak Allah taala, diantara dalilnya

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur” (QS. Al Baqarah: 152)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah), tatkala Rabb kalian memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Ibrahim: 7)

Kufur nikmat termasuk dalam kufur ashqar dan pelakunya terancam akan mendapatkan azab yang pedih. 

Pelaku tidak mensyukuri nikmat yang Allah taala berikan, selalu merasa kurang yang timbul dari hati lalu diungkapkan dengan perkataan atau tingkah laku, seperti berkata sambil menggerutu "makan tempe lagi?" Dan lainnya. 

Seharusnya mengatakan"Alhamdulillah makan tempe lagi, semoga esok diberi rezeki bisa makan ayam". In sya allah makanannya menjad nikmat dan rezeki bertambah.

Contoh lain kufur kecil adalah istri yang tak pandai mensyukuri pemberian suami.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
Nabi ﷺ bersabda: "Aku pernah diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah para wanita, karena mereka sering berbuat kufur." Beliau ditanya: "Apakah mereka berbuat kufur kepada Allah?" Beliau menjawab: "Mereka mengingkari pemberian dan kebaikan (suami). Bilamana engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, sementara ia hanya melihat satu kesalahan saja darimu, ia akan mengatakan: "Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu". HR. Bukhari 28.

tidak mensyukuri kebaikan suami juga termasuk dosa besar karna berisi ancama neraka. ini menunjukkan besarnya kedudukan dan hak suami yang harus diperhatikan para wanita muslimah, jika dia langgar dan tidak taubat maka kecelakaan baginya namun sebaliknya, jika sang istri tunaikan hak suaminya maka keberuntungan dunia dan akhirat yang akan dia peroleh.

Anjuran mensyukuri kebaikan orang lain sebagai bukti mensyukuri nikmat Allah taala yg mana Allah taala berikan rezeki tersebut melalui perantara si fulan.

 لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ
 "Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia." HR. Ahmad 7598

Wikipedia menyebutkan Kata kafir Menurut yahudi adalah bangsa-bangsa selain israel
Dalam injil terdapat kata yang diterjemahkan menjadi kata kafir 

teks dalam injil "Siapa memaki saudaranya dengan berkata, ‘Hai kafir,’

Padahal terjemahan kata rakha seharus bodoh goblok bahlul namun oleh lembaga penerjemah injil kata rakha dalam bahasa aslinya menjadi kata kafir, yang seharusnya bermakna bodoh dan goblok makanya banyak orang kristen tersinggung dengan kata kafir, karna bermakna bodoh goblok dan jahil

padahal makna kafir yang benar adalah tertutup/ingkar/tidak beriman kepada kebenaran Al-Qur'an, ajaran islam dan enggan masuk agama islam. bukan bermakna bodoh, goblok dan bahlul.

kata kafir bukanlah kata yang menyakitkan jika disematkan kepada orang yang bukan beragama islam, karna kata kafir adalah berasal dari kalamullah dalam Al-Qur'an yang jika dipahami dengan benar maknanya maka artinya tidaklah menyakitkan dan tidak kasar.


Penggunaan istilah kafir adalah haknya Allah taala karna 

1. Allah taala yang mengutus para nabi dan rasul untuk mendakwahkan kaum mereka untuk beribadah kepada Allah taala semata dengan syariat yang sudah Allah taala tentukan, diantara mereka ada yang diberi kitab seperti zabur, taurat, injil dan yang terakhir adalah Al-Qur'an. 

Setiap muslim wajib mengimani kitab-kitab yang Allah taala turunkan kepada para rasul sebelum nabi Muhammad shalallahu alahi wa sallam namun umat islam hanya wajib mengimani dan mengamalkan isi Alquran termasuk istilah kafir yang tak boleh dihapus dan jangan disalah artikan.

2. Dialah yang Sang pencipta dan pemilik alam semesta ini beserta isinya, Allah taala tidak seperti makhlukNya yang butuh dengan anak karna hanya makhluk saja yang butuh anak yang kelak akan membantu urusannya makanya Allah taala murka kepada mereka yang mengatakan Allah taala punya anak.

لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِینَ قَالُوۤا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِیحُ ٱبۡنُ مَرۡیَمَۚ قُلۡ فَمَن یَمۡلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَیۡـًٔا إِنۡ أَرَادَ أَن یُهۡلِكَ ٱلۡمَسِیحَ ٱبۡنَ مَرۡیَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِی ٱلۡأَرۡضِ جَمِیعࣰاۗ وَلِلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَیۡنَهُمَاۚ یَخۡلُقُ مَا یَشَاۤءُۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ
Sungguh, telah kafir orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi?” dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. [Surat Al-Ma'idah: 17]

3. Allah taala mengutus nabi Muhammad shalallahu alahi wa sallam sebagai penutup para nabi setelahnya (tidak ada setelahnya nabi) dan diutus kepada seluruh manusia, namun mereka memilih kekafiran (menutup diri dari kebenaran ajaran islam yang dibawa nabi Muhammad shalallahu alahi wa sallam), jika mereka tetap kepada kekafirannya hingga ajal menjemput maka mereka rugi besar.

إِنَّ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِینَ فِی نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۤۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِیَّةِ
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk. [Surat Al-Bayyinah: 6]

إِنَّ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمۡ كُفَّارٌ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ عَلَیۡهِمۡ لَعۡنَةُ ٱللَّهِ وَٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِینَ (161) خَـٰلِدِینَ فِیهَا لَا یُخَفَّفُ عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابُ وَلَا هُمۡ یُنظَرُونَ (162)
Sungguh, orang-orang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan seluruh manusia, Mereka kekal di dalamnya (laknat), tidak akan diringankan azabnya dan tidak diberi penangguhan.[Surat Al-Baqarah: 161-162]

Bentuk kasih sayang Allah taala, mereka yang masih hidup, tahu akan kebenaran islam maka hendaklah dia tidak menyembunyikan kebenaran islam hanya karna perkataan manusia, takut dikucilkan, takut hilang dunia dan alasan lainnya, hendaklah mereka menerima kebenaran islam, menyampaikan kebenaran islam, bertaubat, kembali kepada agama islam yang sesuai fitrah manusia, beramal sholeh sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu alahi wa sallam dan istiqomah hingga tutup usia. In sya allah masuk syurga.

إِنَّ ٱلَّذِینَ یَكۡتُمُونَ مَاۤ أَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡبَیِّنَـٰتِ وَٱلۡهُدَىٰ مِنۢ بَعۡدِ مَا بَیَّنَّـٰهُ لِلنَّاسِ فِی ٱلۡكِتَـٰبِ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ یَلۡعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَیَلۡعَنُهُمُ ٱللَّـٰعِنُونَ (159) إِلَّا ٱلَّذِینَ تَابُوا۟ وَأَصۡلَحُوا۟ وَبَیَّنُوا۟ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَتُوبُ عَلَیۡهِمۡ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِیمُ (160)
Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al Qur’an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat. Kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya),mereka itulah yang Aku terima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat, Maha Penyayang. [Surat Al-Baqarah: 159-160]

Kesimpulan: istilah kafir jika paham makna sebenarnya maka tidak akan mudah baper, jika ternyata jatuh kepada perbuatan kufur maka bertaubatlah dan kembalilah kepada jalan yang benar yaitu masuk ke dalam agama islam dan semakin baik Islamnya maka orang tersebut dosanya diampuni yang telah lalu dan selamat dari kekalnya azab neraka.

قُل لِّلَّذِینَ كَفَرُوۤا۟ إِن یَنتَهُوا۟ یُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ وَإِن یَعُودُوا۟ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِینَ
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh, berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan).” [Surat Al-Anfal: 38]

Adapun umat islam pada umumnya tidak tersinggung disebut istilah domba tersesat atau istilah buruk lainnya karna umat islam yang benar tauhidnya telah paham bahwa mereka bukanlah domba tersesat sebagaimana dituduhkan karna agama islam adalah agama yang sesuai fitrah manusia, masuk akal dan satu satunya agama yang Allah ridhoi.

Semoga Allah taala beri saya dan para pembaca nikmat husnul khatimah. Amin ya rabbana

Ditulis dan disusun oleh Atri Yuanda ibnu Mahyudin Elbariamany 
selengkapnya »
Beranda