.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Pengalaman Pertama cabut gigi di RSUD KOTA DUMAI bagian Poli Bedah Mulut, gratis pakai KIS


باسم الله، الصلاة و السلام على رسول الله. أما بعد
ini pengalaman pertama berobat sendirian ke RSUD KOTA DUMAI atas rujukan dokter di puskesmas dekat saya tinggal. ini perdana ngurus sendiri dan cukup canggung, saya berbagi disini agar Bermanfaat untuk saya dan pembaca.

dulu sebelumnya pernah ke RSUD hanya menemani ibu sakit dan terakhir adik kandung Melki rahimullah tahun 2019. semoga Allah arrahman mengampuni dosa dosanya.


keluhan saya gigi geraham paling belakang bolong, jadi solusinya harus dicabut karena sempat sakit yg tak bisa dibayangkan sakitnya, tak bisa tidur malam, sering kumur kumur dengan air, gosok gigi sering sering, makan 1 suing bawang putih dikunyah kunyah, minum obat. Rasa sakit ini baru di dunia, semoga di akhirat diselamatkan dari azab neraka. amin ya rabb

untuk bagian gigi ada 3 di RSUD
  1. spesialis konservasi Gigi
  2. bedah mulut
  3. poliklinik gigi

saya pergi ke RSUD KOTA DUMAI bagian bedah mulut karena mau cabut gigi, berkas yang saya bawa

  1. KTP
  2. bpjs kis
  3. surat rujukan dari puskesmas jayamukti poli bedah gigi

saya hanya bawa KTP dan BPJS asli, Alhamdulillah di pintu masuk di bagian informasi terdapat jasa fotocopy. serahkan saja ke petugas nanti tinggal bayar, saya bayar 2 ribu untuk 2 rangkap KTP dan BPJS.

tahap awal tanyakan dulu ke bagian poli bedah gigi (karna dibagian ini rujukan saya dari puskesmas) jika ada dokter atau bisa di bedah hari ini maka ambil no antri di pintu masuk. no antri dapat diambil dari mesin mirip ATM, saya pilih BPJS lalu tekan dan keluar no antrian.

isi formulir pendaftaran sesuai data diri dan lainnya, lalu tunggu diloket pendaftaran. saya pilih bagian BPJS. nanti dipanggil no antrian untuk di data, hari itu antrian tidak terlalu panjang jadi tak tunggu terlalu berkisar 5 menit lalu dipanggil nama.

kemudian ke lantai 2 ke poli Bedah gigi untuk tindak lanjut. setelah di cek. dokter menyuruh saya ke bagian rontgen untuk di cek.
di rujuk ke bagian rontsen dekat bagian instalasi radiologi. serahkan berkas ke loket untuk menunggu panggilan di ronsen.

jika antrian tidak panjang maka proses nya cepat. saya dirontsen bagian kepala dan proses tidak lama. melepaskan peci, masker dan jaket. oleh petugas disuruh memakai pakaian khusus untuk ronsen mirip jaket yg panjang sampai ke lutut dan cukup berat 3-5 kilo perkiraan.

ini pertama kali di rontgen dan tentunya muncul perasaan cemas yg harus ditepis untuk tetap tenang. setelah selesai rontsen maka dibawa kembali ke bagian poli bedah mulut dan tunggu antrian.

nama saya dipanggil dan dokter beri Sedikit arahan lalu dibawa ke kursi bedah, minum cairan khusus pembunuh kuman kayaknya dan diperiksa dokter gigi yang mau dicabut sesuai data masuk dari puskesmas asal rujukan saya.

setelah di cek, ternyata tidak hari itu juga di bedah. dokter mengabarkan bahwa bedah dilakukan Jumat depan lalu diberi resep yang dirujuk ke instalasi farmasi untuk ambil resep, tentu menunggu lagi dengan meletakkan resep dokter ke tempat yang sudah ditentukan petugas. proses nunggu relatif, bisa lama dan cepat, tapi biasanya agak lama, karena hampir semua poli mengarah ke apotek untuk ambil obat dari resep dokter.

resep untuk saya berupa obat yang dimakan pada Jumat pagi depan sebelum dibedah dan disarankan makan terlebih dahulu karena pasca bedah, tidak boleh makan berat hingga sore hari.

Jumat depan datang, langsung ke poli bedah mulut, lakukan rapid, menunggu hasil cukup lama, sekitar 1 jam kemudian serahkan ke petugas poli bedah mulut, menunggu giliran, ternyata sudah dekat Jumat, akhirnya pilih tunda Selasa depan.

Selasa depannya saya tak bisa hadir, dikarenakan menyelesaikan nilai ujian santriwati dan terus molor waktu karna sebab lainnya. Akhirnya 2 pekan berlalu, di hari Jumat saya datangi lagi namun waktu tak sempat. Akhirnya Kamis ini 15 Juli 2021 saya datang pagi hari, ulangi lagi daftar ke loket pendaftaran di loket BPJS bawa rujukan dari poli bedah mulut, lalu dibawa kebali ke poli belah mulut dan diarahkan kembali ke laboratorium untuk rapid tes. Sambil tunggu hasil, sarapan lontong di rumah sakit plus teh panas, total harga 15 ribu. Lalu nunggu lagi di laboratorium, perkiraan tak sampai 1 jam hasil keluar, mungkin dikarenakan tidak terlalu ramai hari ini.

Hasil rapid dibawa untuk di cek petugas poli bedah mulut dan ternyata hasilnya negatif, berarti bisa bedah mulut untuk cabut gigi hari ini. Menunggu giliran sekitar 1 jam lebih, sudah masuk waktu sholat zhuhur, akhirnya nama saya dipanggil.

Cukup deg degan jantung karna baru pertama kali. Dihadapan dokter, tandatangani surat pernyataan kesiapan operasi kemudian naik ke kursi bedah. Disuruh susternya kumur-kumur cairan pembersih mulut, disuntik bius 2 kali, nunggu sejenak, dioleh cairan merah untuk pereda sakit kayaknya. Lalu dicabut pake alat khusus, karna terasa sakit, akhirnya disuntik ke 3 kalinya. Dan dicabut lagi. Saya menahan rasa sakit yang tak terbayangkan, sampai keluar sendiri air mata. jadi teringat perjuangan istri melahirkan 2 kali bagaimana sakitnya, tentunya lebih sakit dari yang saya rasakan.

Semoga menjadi penggugur dosa dan semoga tidak di azab di kubur dan di neraka. Ya Allah ampuni hamba yang banyak lalai dan berbuat dosa.

catatan dari saya.
ada 2 nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia, nabi bersabda

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة و الفراغ
ada 2 nikmat yang banyak manusia tertipu/lalai olehnya yaitu kesehatan dan waktu lapang. HR. Bukhari

nasehat untuk saya dan kita semua untuk memaksimalkan jaga kesehatan diri dan perbanyak bersyukur kepada Allah taala yg telah memberikan banyak nikmat, Salah satu nya nikmat sehat. bentuk bersyukur dengan nikmat sehat adalah menjaga kesehatan tubuh dan menggunakan amanah tubuh titipan Allah ini untuk ketaatan kepada Allah jalla wa ala.

melihat orang sakit, maka kita akan merasa lebih bersyukur dan tentunya jika kita yang alami sendiri, ras syukur ketika sembuh dari sakit akan lebih besar. 

jika qaddarullah harus sakit setelah memaksimalkan iktiar maka bersabarlah agar sakit yg kita rasakan, semoga menjadi penggugur dosa kita. amin

Selesai ditulis bada isya hari Kamis 15 Juli 2021 | 6 Dzulhijjah 1442 di rumah kontrakan jayamukti Dumai kota

Ditulis oleh Atri Yuanda Ibnu Mahyudin Elbariamany
Baca Juga
    mohon perhatiannya:
    Berapapun Infak anda, sangat membantu kelangsungan dakwah online dan pembebasan lahan markas dakwah wat talim di kota dumai riau. transfer ke (451) 7131 9864 61 Bank Syariah Indonesia (BSI) a/n Atri Yuanda | konfirmasi dan saran, chat via whatsapp ke 0853 6237 7198. | Jazakumullahu Khairan

    Tidak ada komentar: