.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

stop, Janganlah biasakan lisan anda menghina ulama yang menyeru kejalan Allah ta'ala

Janganlah biasakan lisan anda menghina ulama

bismillah, alhamdulillah wa sholatu wa salam ala nabiyina muhammad

pada artikel singkat ini, saya menasehati diri sendiri dan kita semua untuk Janganlah sekali-kali mencela/menfitnah/merendahkan salah seorang ulama yang dikenal konsisten dakwahnya memurnikan tahun dan beralamal sesuai tuntutan Rasulullah shallallahu alahi wa salam tanpa ilmu dan bukti. jika dia salah, kalau anda tidak kompeten dalam membantah secara ilmiah maka tahanlah lidah anda mengolok-oloknya sehingga jatuhlah kehormatannya.

Janganlah sekali-kali menggibah salah seorang ulama dan dai yang menyeru kepada jalan Allah azza wa jalla sesuai manhaj salaf kecuali dengan ilmu atau bukti

Janganlah sekali-kali mengorek-ngorek untuk merusak kehormatan kaum muslimin secara umum dan wali Allah dari kalangan penuntut ilmu dan ulama secara khusus

Maka sesungguhnya barang siapa memerangi wali Allah sungguh dia telah terang-terangan memerangi Allah Azza wa jalla dan Dia yang akan menolong mereka, Karena allah azza wa jallah berfirman 

إِنَّ ٱللَّهَ يُدَٲفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ۬ كَفُورٍ (٣٨)
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari ni’mat. QS. Al-hajj: 38

Dan sesungguhnya saya tunduk kepada Allah azza wa jalla dan rasul-Nya muhammad shallallahu alahi wa salam, saya mewasiatkan kepada kita semua dengan nasihat ini selama saya hidup dan setelah wafat Untuk tidak membiasakan lisan anda menghina dan mencela ahlul ilmi semaksimal mungkin tidak dilakukan

Agar anda memperoleh keberkahan ilmu yang anda pelajari, hafalan anda, karya ilmiah anda, pergaulan anda dan murid yang anda didik karena mereka kelak tamat akan beri manfaat terhadap umat

Karena mereka para penuntut ilmu tidak pernah mendengar dari guru-gurunya suatu haripun menjatuhkan kehormatan seorang ulama yang menyeru kejalan tauhid dan menghidupkan sunnah nabi shallallahu alahi wa salam

Para Murid Akan selalu tergambar tentang para ulama di hati para murid kecintaan membaca buku-buku mereka, menghadiri majlis para ulama lainnya yang berdiri diatas manhaj salaf

mirisnya kita dapati sebagian orang menutup kebaikan pada dirinya dan para muridnya sehingga berada diantara kesulitan tak ada jalan keluar akibat taasub buta.

Baiknya kita belajar kepada siapa ?

Jika hampir rata semua ulama tercela pada diri mereka dan tak layak diambil ilmu dari mereka dan tidak pula membaca karya mereka, kalau begitu kemana kita akan pergi menuntut ilmu ?

Maka beruntunglah seorang murid jika cocok dengan seorang syaikh dalam menuntut ilmu untuk menjaga lisannya mengata-ngatai ulama lain tanpa adab dan ilmiah

Karena pintu kebaikan menjadi terbuka, hadir di majlis ulama dan membaca apa saja kitab-kitab mereka untuk mengambil faedah dengan catatan selama tidak ada penyimpangan aqidah dan menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu alahi wa salam

Adapun menjadi seorang insan yang menutup pintu kebaikan, Ini demi Allah telah memasang penghalang besar bagi dirinya dan terhadap murid-muridnya untuk menimba ilmu dari ulama lain yang kompeten dalam hal aqidah, fiqh, hadist dan disiplin ilmu lainnya. Allahu a'lam

ditulis oleh atri yuanda elpariamany bin mahyudin
Baca Juga
    mohon perhatiannya:
    Berapapun Infak anda, sangat membantu kelangsungan dakwah online dan offline yang saya kelola. transfer ke (451) 7131 9864 61 Bank Mandiri Syariah a/n Atri Yuanda | konfirmasi dan saran, chat via whatsapp ke 0853 6237 7198. | Jazakumullahu Khairan

    Tidak ada komentar: