.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Nyamannya Shalat berjamaah di masjid pada masa ini dibandingkan masa dahulu

Bismillah, sholatu wa salam Ala rasulullillah.

Alhamdulillah, nikmatnya ibadah di masa ini walau tidak dipungkiri beberapa tempat atau negara masih kita dapati untuk ibadah saja masih serba kekurangan dan penuh rintangan seperti di Palestina, Afrika dan tempat lainnya. Namun mereka tetap bersyukur dan beribadah kepada Allah taala.

Semoga keadaan kaum muslimin di Indonesia dan dibelahan bumi lainnya diperbaiki Allah taala keadaannya menjadi lebih baik lagi. Amin

Alhamdulillah, mesjid dan musholla yang dikelola oleh pengurus, mereka berusaha memaksimalkan pelayanan untuk membantu kenyamanan shalat jamaah seperti memasang kipas angin dan jika kantong keuangan masjid lumayan banyak, mereka akan pasang AC serta fasilitas penunjang lainnya, Tak lain tujuan mereka adalah untuk mendapatkan ganjaran pahala yang besar disisi Allah taala.

من بنى مسجدا يبتغي به وجه الله بنى الله له بيتا في الجنة
Barangsiapa membangun mesjid mengharapkan wajah Allah maka Allah bangunkan rumah untuknya di syurga. HR. Bukhari Muslim


walau hanya 1 batu bata andilnya maka Allah bangunkan rumah di syurga apalagi jika andilnya lebih dari 1 batu bata maka tentunya ganjaran yang dibalas Allah lebih besar lagi. Keutamaan ini hanya menggugah orang yang punya iman saja, semoga Allah taala ketuk hati kita untuk membangun rumah Allah dan memakmurkan juga.

Saya sangat suka kalau shalat berjamaah cari mesjid yang ada AC nya, karpet lembut, suasananya adem dll. apalagi waktu siang yang lagi panas terik, pulang dari beraktivitas harian, saya memilih singgah ke masjid yang ada AC nya untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba Allah agar ibadah lebih khusu, selesai shalat Jika masih terasa lelah maka saya rehat sejenak untuk menstabilkan suhu badan dan terkadang sampai tertidur beberapa menit hehe.

Apakah mesjid yang ber- AC punya keutamaan dibandingkan mesjid tak ber-AC ?

Tentunya tidak ada perbedaan antara satu masjid dan mesjid lain, kecuali hanya 3 yaitu masjidil haram, masjid Nabawi dan mesjid Al-aqsha. Adapun mesjid ber-AC menurut saya lebih nyaman saja untuk saya, ditambah dengan karpet yang empuk dan fasilitas penunjang lainnya sehingga menambang kenyamanan dan kekhusukan jamaah shalat.

Semoga harta yang dikeluarkan dijalan Allah oleh Muhsinin untuk membuat ibadah jamaah sholat semakin nyaman dibalas Allah taala dengan sebaik-baiknya balasan. Amin

Lanjut, Jika kita melihat diawal perjuangan Islam di Mekkah, sungguh luar biasa perjuangan mereka untuk dapat beribadah saja mereka harus sembunyi sembunyi dan seadanya.

Ketika periode Madinah, masjid Nabawi sudah terbangun. Beralaskan tanah, ketika sujud butiran pasir lengket di kening, beratapkan ranting dan dedaunan pohon kurma yang tentunya ketika siang hari panas matahari bisa tetap masuk dicelah celahnya. Dumai saja panasnya, bagaimana di Arab Saudi, apalagi di neraka? Nauzubillah, semoga saya dan sahabat tidak singgah dulu ke neraka, amin.


Dimasa itu, Ketika panas siang sangat menyengat kulit, waktu shalat zhuhur diundurkan sedikit agar shalat berjamaah bisa lebih khusu. Kalau sekarang tidak perlu ulur waktu sedikit, tinggal hidupkan kipas atau AC maka ruangan sudah dingin sehingga bisa nyaman beribadah.

Dimasa itu, Hanya dorongan iman yang kuat membuat mereka tetap beribadah kepada Allah taala mengikuti tuntunan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam disaat kebanyakan manusia lebih memilih ingkar dan memerangi ajaran Islam yang dibawa oleh rasul yang mulia, nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam.

Maka, Pantaslah Allah taala memuji Rasulullah dan sahabatnya.

مُّحَمَّدࣱ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِینَ مَعَهُۥۤ أَشِدَّاۤءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَیۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعࣰا سُجَّدࣰا یَبۡتَغُونَ فَضۡلࣰا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَ ٰ⁠نࣰاۖ سِیمَاهُمۡ فِی وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ ذَ ٰ⁠لِكَ مَثَلُهُمۡ فِی ٱلتَّوۡرَىٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِی ٱلۡإِنجِیلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ یُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِیَغِیظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِنۡهُم مَّغۡفِرَةࣰ وَأَجۡرًا عَظِیمَۢا
Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar. [Surat Al-Fath 29]

وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَـٰجِرِینَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِینَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَـٰنࣲ رَّضِیَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوا۟ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۤ أَبَدࣰاۚ ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِیمُ
Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. [Surat At-Taubah 100]

Maka pantaslah dimasa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam disebut sebaik baik generasi dan nabi melarang umat Islam mencela sahabat Radhiyallahu Anhum.

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
Sebaik-baiknya generasi di masaku (Rasulullah dan sahabatnya), kemudian generasi setelahnya (tabiin) kemudian sesudahnya (tabiut tabiin). HR. Bukhari Muslim

لا تسبوا أصحابي، فوالذي نفسي بيده لو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهباً ما أدرك مد أحدهم ولا نصيفه
Jangan kalian mencela sahabat-sahabatku (tanpa terkecuali), maka demk jiwaku ditangannya (Allah taala), seandainya salah seorang dari kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, tidaklah sebanding dengan 1 genggaman tangan salah seorang dari mereka dan tidak pula setengah genggaman. HR. Bukhari Muslim

Pelajaran bisa kita ambil sahabatku, pentingnya mempelajari sejarah awal Islam dan mempelajari kemulian ajaran Islam agar tumbuh kecintaan kita terhadap Islam dan mengamalkan syariat Islam, terutama memurnikan tauhid dan beribadah sesuai Sunnah nabi shalallahu alaihi wa salam.


Dahulu apapun keadaan nya mereka, baik di masa Rasulullah hingga di masa penjajahan mereka tetap berusaha lakukan ketaatan kepada Allah taala semaksimal mungkin namun sekarang, sudah banyak fasilitas dan kenyamanan disediakan oleh pengurus masjid namun masih kita dapati tetap saja didapati masjid sepi dari jamaah shalat. padahal daerah tersebut padat dengan penduduk, hal tersebut bisa dilihat ketika hari Jumat penuh masjid bahkan berdesakan.

Diantara penyebabnya adalah fitnah dunia telah merasuki sebagian kaum muslimin sehingga lalai dari tujuan utama untuk mempersiapkan bekal untuk kampung akhirat yang kekal.

Apakah shalat wajib di tunaikan ketika shalat Jumat saja?

Tentunya tidak, shalat diwajibkan 5 waktu setiap hari dan selayaknya bagi muslim pria baligh shalat berjamaah di masjid.

وَأَقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّ ٰ⁠كِعِینَ
Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk. [Surat Al-Baqarah 43]

صلاة الجماعة أفضلُ مِن صلاة الفذِّ بسبعٍ وعشرين درجةً. متفق عليه.
Shalat berjamaah lebih utama dibanding shalat sendirian, 25 derajat. Muttafaqun alaihi

أفضل صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة. متفق عليه.
Sebaik-baiknya shalat seseorang (pria) di rumahnya kecuali shalat fardhu (di Masjid berjamaah). Muttafaqun alaihi.

Yuk, shalat berjamaah di masjid, mau ada AC atau tidak tapi jangan sampai tak shalat hanya alasan masjidnya tak ada AC, tentunya ini tidak benar. Tetap laksanakan shalat, apalagi jika waktu sudah masuk maka shalatlah di mesjid/mushalla tersebut agar tidak tertinggal keutamaan shalat berjamaah apapun keadaannya selama tidak ada pelanggaran syar'i di mesjid tersebut.

Jika terluput shalat berjamaah seperti ketiduran maka tetaplah laksana shalat diiringi rasa rugi karna terluput keutamaan shalat berjamaah.

Semoga nasehat ini dapat membuat saya tetap berusaha Istiqomah dan lebih baik serta bermanfaat untuk pembaca.

Ditulis oleh Atri Yuanda Ibnu Mahyudin Elbariamany pada siang hari di rumah kontrakan pada Ahad 15 Agustus 2021 M| 6 Muharram 1443 H
Baca Juga
    mohon perhatiannya:
    Berapapun Infak anda, sangat membantu kelangsungan dakwah online dan pembebasan lahan markas dakwah wat talim di kota dumai riau. transfer ke (451) 7131 9864 61 Bank Syariah Indonesia (BSI) a/n Atri Yuanda | konfirmasi dan saran, chat via whatsapp ke 0853 6237 7198. | Jazakumullahu Khairan

    Tidak ada komentar: