.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Tata Cara Wudhu sesuai Tuntunan Rasulullah dan perkara yang harus diperhatikan

 


Bismillah, sholatu wa salam ala rasulillah. amma badu

Pada artikel singkat ini, saya membahas tentang wudhu sesuai sunnah nabi shallallahu alahi wa sallam. namun sebelum berwudhu, ada beberapa perkara yang dianjurkan untuk diperhatikan dan dilakukan.

1. Disunnahkan bersiwak, jika tidak ada maka boleh digantikan dengan gosok gigi.

لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك مع كل وضوء - أخرجه مالك, وأحمد, والنسائي, وصححه ابن خزيمة.
seandainya tidak memberatkan kepada umatku maka saya akan benar-benar memerintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak berwudhu. HR. Ahmad, malik, nasa'i dan dishahihkan oleh ibnu khuzaimah

Baca juga adab masuk wc

2. Hendaklah qadha hajat ke toilet jika terasa mau BAB atau BAK
, karena menahan kentut/kencing/BAB adalah makruh ketika shalat karena dapat memecah kekhusukan.

hindari kentut ketika shalat berjamaah karena suara kentut atau baunya dapat mengganggu kekhusukan jamaah shalat, kecuali tidak sengaja. semoga Allah alqafur ampuni.

Baca juga Apakah batal wudhu, jika seorang suami melihat aurat isterinya?

3. dilarang boros dalam penggunaan air ketika wudhu
, seperti membuka kran lebar sehingga air keluar sangat kencang.

وَءَاتِ ذَا ٱلۡقُرۡبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلۡمِسۡكِینَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِیلِ وَلَا تُبَذِّرۡ تَبۡذِیرًا o إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِینَ كَانُوۤا۟ إِخۡوَ ٰ⁠نَ ٱلشَّیَـٰطِینِۖ وَكَانَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورࣰا
Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. [Surat Al-Isra' 26- 27]

Baca juga Apakah menyentuh istri membatalkan wudhu ?

4. setiap anggota wudhu yang dibasuh, dilakukan 1 kali dan maksimal 3 kali
. adapun mengusap kepala dan telinga hanya sekali saja.

Simak juga bolehkah wudhu pada setiap anggota wudhu hanya 1 kali saja

5. membasuh anggota wudhu didahulukan yang kanan lalu yang kiri.

عن عائشة رضي الله عنها قالت: (كان النبي صلى الله عليه وسلم يُعجِبه التيمُّن في تنعُّله وترجُّله وطهوره، وفي شأنه كلِّه)؛ متفق عليه.
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha berkata : dahulu nabi shalallahu alaihi wa salam beliau sangat senang mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, turun dari kendaraan/berjalan, mensucikan diri dan seluruh kegiatannya yang baik. HR. Muttafaqun alahi

6. memotong kuku yang telah panjang

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: "الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ".
Dari abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dari nabi shalallahu alaihi wa salam : fitrah (dalam hal kebersihan) ada 5 yaitu khitan kemaluan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menipiskan kumis. HR. Bukhari-muslim

Baca juga Hukum Makan atau minum setelah wudhu ?

7. sebelum berwudhu membersihkan anggota badan jika terkena najis atau cat atau lainnya
yang dapat menghalangi tercapainya air ke pori kulit.

8. Shalat tidak sah jika tidak berwudhu terlebih dahulu

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُوا۟ وُجُوهَكُمۡ وَأَیۡدِیَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَیۡنِۚ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki....... QS. Almaidah: 6

لا تُقبَلُ صلاةُ مَن أَحدَثَ حتَّى يَتوضَّأَ
Tidak diterima shalat salah seorang kalian jika berhadast hingga dia berwudhu. HR. Muslim

9. Tidak tergesa-gesa dalam berwudhu, karena dikhawatirkan bagian wudhu yang wajib dibersihkan tidak tercapai dengan maksimal dan sempurna

(فَتَعَـٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن یُقۡضَىٰۤ إِلَیۡكَ وَحۡیُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِی عِلۡمࣰا)
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur`ān sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” Surat Tha-Ha 114

Tahapan wudhu sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alahi wa salam

1. Berniat

semua amalan harus didahului oleh niat, tujuannya untuk membedakan niat karena allah taala atau selain Allah dan unttuk membedakan amalan satu dengan lainnya dan niat amalan hati bukan lisan, cukup dihati saja dan tidak ada lafadz khusus niat wudhu

untuk pembahasan lengkap tentang niat, silahkan baca artikel Penjelasan Ringkas Tentang Niat | Syarah Umdatul Ahkam

2. Membaca Bismillah

قول النبي صلى الله عليه وسلم : ( لا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ) روه الترمذي (25)
Sabda nabi shalallahu alaihi wa salam "tidak ada wudhu kepada orang yang belum mengucapkan bismillah". HR. Ahmad

3. membasuh kedua telapak Tangan.
dimulai dari ujung jari hingga pergelangan tangan

4. air dimasukkan ke dalam mulut dan hidung bersamaan. berkumur lalu dibuang airnya dan membersihkan lubang hidung dengan jari sambil didorong dengan tiupan udara keluar dari hidung

Baca juga Mandi tidak wudhu kemudian sholat, bolehkah ?

5. membasuh wajah dan menyela jenggot jika tumbuh. batas wajah dari pinggir rambut hingga dagu

6. membasuh kedua tangan dari siku hingga pergelangan tangan

7. mengusap rambut kepala dan telinga dengan sedikit air dari atas kepala sampai pundak leher belakang lalu dikembalikan ke kepala atas kemudian memasukkan jari ke 2 telinga sambil memutari kelopak telinga untuk dibersihkan dengan lembut.

8. membasuh kedua kaki dengan menyela-nyela jari hingga lewat mata kaki

Dalil tatacara wudhu terdapat dalam riwayat muslim

عن حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رضي الله عنه دَعَا بوَضُوءٍ. فَتَوَضَّأَ. فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ. ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذلِكَ. ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ. ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذٰلِكَ. ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هذَا. ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: "مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هذَا، ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ، لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ".
Dari humran budak Utsman bahwasanya Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu mengambil air untuk berwudhu maka berwudhu, membasuh telapak tangan 3 kali kemudian berkumur kumur dan memasukkan air 3 kali kemudian membasuh tangan kanan hingga siku dan dilanjutkan ke tangan kiri seperti itu 3 kali kemudian mengusap kepalanya sekali (hingga ke telinga hanya sekali) kemudian membasuh kaki kanan hingga mata kaki 3 kali kemudian kaki kiri begitu juga. Kemudian Utsman berkata : aku telah melihat Rasulullah shalallahu alaihi wa salam "barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian berdiri melakukan shalat Sunnah 2 rakaat (shalat wudhu), tidak berbicara diantara keduanya tentang dunia. Dia diampuni dosa (kecil) yg akan datang.


9. Membaca Doa selesai wudhu

روى مسلم (234) عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ( مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، إِلا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ ) رواه مسلم (234) .
Dalam riwayat Muslim dari Umar Ibnu Khattab Radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda : tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu maka menyempurnakan wudhunya kemudian mengucapkan

أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Melainkan dibukakan baginya 8 pintu syurga, dia memasukinya yang mana dia kehendaki.

Dalam riwayat At-Tirmidzi terdapat tambahan dan di komentari lemah oleh alhafidz Ibnu Hajar rahimahullah namun di oleh Syaikh Albani rahimahullah di shahihkan. Dalam hal ini ada khilaf ulama hadits dan perkara ini kembali kepada pembaca mau mencukupkan dengan riwayat Muslim atau disertai tambahan dari riwayat At-Tirmidzi.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ

Disusun oleh Atri Yuanda bin Mahyudin elbariamany dari berbagai referensi bacaan
Baca Juga
    mohon perhatiannya:
    Berapapun Infak anda, sangat membantu kelangsungan dakwah online dan pembebasan lahan markas dakwah wat talim di kota dumai riau. transfer ke (451) 7131 9864 61 Bank Syariah Indonesia (BSI) a/n Atri Yuanda | konfirmasi dan saran, chat via whatsapp ke 0853 6237 7198. | Jazakumullahu Khairan

    Tidak ada komentar: