.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Bertahun-tahun Tidak Tunaikan Zakat Harta, apa yang harus dilakukan ?

Tunaikan Zakat Harta

zakat adalah bagian dari rukun islam, oleh karnanya wajib menunaikan zakat harta jika telah mencapai nisab (batas minimal harta wajib zakat) dan haul (kepemilikan selama 1 tahun bukan perbulan). nisab harta seperti uang setara nilainya dengan 85 gram emas atau 597 gram perak.

tidak boleh menunda dalam menunaikannya untuk diberikan kepada yang berhak menerima zakat harta, adapun dia sengaja melambat-lambatkan (menunda dalam waktu yang lama bahkan lewat 1 tahun kemudian atau lebih) maka pelaku haru bertaubat dan perbanyak istiqfar dari penundaan tersebut dan wajib baginya mengeluarkan zakat harta tahun-tahun sebelumnya yang telah melewati batas nisab wajib zakat yaitu dengan menghitung setiap tahun kepemilikan harta tersebut kemudian dikalikan 2,5%

apabila harta berkurang pada salah satu tahun nisab wajib zakat maka tidak wajib baginya mengeluarkan zakat pada tahun tersebut sampai harta tersebut telah mencapai batas minimal nisab pada tahun berikutnya maka baru di hitung di tahun berikutnya

contoh

tahun 1 : 100 gram emas x 2,5 % = 2,5   gram
tahun 2 : 120 gram emas x 2,5 % = 3      gram
tahun 3 :   80 gram emas x 2,5 % = 2      gram 
tahun 4 :   90 gram emas x 2,5 % = 2,25 gram
_____________________________________
Total                                              = 7, 75 gram


catatan : 


  • tahun ke 3 tidak di hitung karena tidak mencapai batas minimal wajib mengeluarkan zakat harta
  • jika 1 gram dirupiahkan seharga 600.000 maka 600.000 x 7,75 = 4.650.000 rupiah
  • wajib nisab 85 gram x 600.000 rupiah = 51.000.000 rupiah
  • 600.000 rupiah harga emas ini hanya contoh, harga emas per gramnya harap dicek setiap tahun agar tahu apakah sudah wajib zakat atau belum harta yang dimiliki.
  • Patokan zakat harta sudah ditetapkan syariat jenisnya bukan nominal uang kertas.

سئل الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله : شخص لم يخرج زكاة أربع سنين ، ماذا يلزمه ؟
syeikh muhammad bin shalih al-utsaimin rahimahullah pernah ditanya perihal seseorang yang tidak mengeluarkan zakat 4 tahun berlalu, maka apa yang harus dia lakukan ?

فأجاب :

" هذا الشخص آثم في تأخير الزكاة ؛ لأن الواجب على المرء أن يؤدي الزكاة فور وجوبها ولا يؤخرها ؛ لأن الواجبات الأصل وجوب القيام بها فوراً ، وعلى هذا الشخص أن يتوب إلى الله عز وجل من هذه المعصية ، وعليه أن يبادر إلى إخراج الزكاة عن كل ما مضى من السنوات ، ولا يسقط شيء من تلك الزكاة ، بل عليه أن يتوب ويبادر بالإخراج حتى لا يزداد إثماً بالتأخير " انتهى .

"مجموع فتاوى الشيخ ابن عثيمين" (18/السؤال رقم 211) .
maka beliau menjawab:

pria tersebut telah berdosa karena menunda menunaikan zakat, padahal dia telah wajib zakat dan harus segera mengeluarkan tanpa di tunda-tunda, karena hukum asal pelaksanaannya segera dikerjakan. adapun yang harus dilakukannya adalah segera bertaubat kepada Allah azza wa jalla atas maksiat tersebut dan segera mengeluarkan zakat harta setiap tahun yang telah berlalu, tidak gugur baginya wajib zakat. diharuskan baginya taubat dan segera mengeluarkan agar tidak terus bertambah dosanya karna terus menunda dan menunda. (majmu fatawa as-syaikh ibnu utsaimin 18/soal no 211)

وقال الشيخ أيضاً :

" الزكاة عبادة لله عز وجل ، وحق لأهل الزكاة ، فإذا منعها الإنسان كان منتهكاً لحقين : حق الله تعالى ، وحق أهل الزكاة ، فإذا تاب بعد خمس سنوات - كما جاء في السؤال - سقط عنه حق الله عز وجل ؛ لأن الله تعالى قال : ( وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ ) ويبقى الحق الثاني وهو حق المستحقين للزكاة من الفقراء وغيرهم ، فيجب عليه تسليم الزكاة لهؤلاء ، وربما ينال ثواب الزكاة مع صحة توبته ؛ لأن فضل الله واسع .

أما تقدير الزكاة فليتحر ما هو مقدار الزكاة بقدر ما يستطيع ، ولا يكلف الله نفساً إلا وسعها ، فعشرة آلاف - مثلاً - زكاتها في السنة مائتان وخمسون ، فإذا كان مقدار الزكاة مائتين وخمسين ، فليخرج مائتين وخمسين عن السنوات الماضية عن كل سنة ، إلا إذا كان في بعض السنوات قد زاد عن العشرة فليخرج مقدار هذه الزيادة ، وإن نقص في بعض السنوات سقطت عنه زكاة النقص " انتهى .

"مجموع فتاوى الشيخ ابن عثيمين" (18/السؤال رقم 214) .
syaikh utsaimin juga berkata:

zakat adalah ibadah kepada Allah azza wa jalla dan hak bagi yang menerima zakat, jika seseorang menahan hartanya untuk di zakatkan maka dia telah menghilangkan 2 hak yaitu hak Allah ta'ala dan hak yang menerima zakat, maka jika dia telah bertaubat 5 tahun kemudian maka gugurlah hak Allah azza wa jalla karen Allah ta'ala telah berfirman :

وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
dan Dialah (Allah) yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Asy-syura: 25)

dan tinggal hak yang kedua yaitu haknya orang yang berhak menerima zakat dari orang fakir dan lainnya (bisa di cek di surat at-taubah: 60) maka wajib baginya menyerahkan zakat kepada mereka dan semoga dia memperoleh pahala zakat berbarengan dengan kesohihan taubatnya karna keutamaan yang Allah miliki sangat luas.

adapun takaran zakat maka hendaklah dia periksa dengan detail semampunya karna Allah tidakllah membebani hamba-Nya melainkan sesuai kemampuannya. misalnya 10.000 gram maka zakatnya dalam setahun 250 gram yang harus dikeluarkan maka jika setiap tahun diperoleh 250 gram juga maka wajib dikeluarkan jumlahnya segitu kecuali jika ada salah satu atau lebih dari 2 tahun dari tahun-tahun sebelumnya terdapat penambahan lebih dari 10.000 maka dikeluarkan takaran tambahan tersebut dan jika berkurang dari 10.000 gram maka berkurang dari 250 gram (jika kurang dari wajib nishob maka gugur zakat pada tahun tersebut)

(majmu fatawa as-syaikh ibnu utsaimin 18/soal no 214)

allahu a'lam

Ditulis oleh Atri Yuanda El-Pariamany
referensi bacaan islamqa.info
Disclaimer:
jika Terdapat kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 085362377198 untuk diperbaiki.

No comments: