sholat tarawih kencang tanpa tuma'ninah, sah kah ?

sholat tarawih kencang tanpa tuma'ninah

Di sebagian kecil dari masyarakat kita ada tradisi di bulan ramadhan melakukan sholat tarawihnya kencang alias ngebut. kalau di dunia transportasi jika mau cepat maka naik travel atau bus patas.

mirisnya ada juga di lakukan dalam lingkungan pesantren, dan saya juga alami sendiri kalau tak salah 5 tahun lalu, ketika itu berada sebuah kampung dalam perjalanan menuju kota padang sidempuan. jadi milih singgah sholat isya kemudian dilanjutkan dengan sholat tarawih namun dilakukan dengan kencang. 2 rakaat pertama saja di ikuti kemudian pilih pergi cari tempat lain.

normalnya kalau sholat tarawih 11 rakaat, jika pake surat pendek atau setengah halaman maka membutuhkan waktu sekitar 30 menit. nah, sholat yang bisa tembus 7 menit untuk sholat tarawih 21 rakaat maka ada yang hilang disini, yaitu tuma'ninah.

tumaninah dalam bahasa ringannya yaitu pada setiap bagian rakaat sholat yang dilewati harus duduk dulu posisinya, tenang dan stabil

tumaninah termasuk bagian dari rukun sholat dan juga didapati ketika membaca alfatihan tidak tartil alias buru-buru. oleh karnanya jika salah satu saja rukun sholat hilang maka sholatnya tidak sah alias batal.

perbuatan ini termasuk dalam ancaman Allah dalam alquran di surat al-maun 4-5

فَوَيۡلٌ۬ لِّلۡمُصَلِّينَ (٤) ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِہِمۡ سَاهُونَ (٥)
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (4) [yaitu] orang-orang yang lalai dari shalatnya, (5)


 إن أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته . قالوا : يا رسول الله وكيف يسرق من صلاته ؟ . قال : لا يتم ركوعها ولا سجودها 
sesungguhnya seburuk-buruk manusia yang mencuri sholatnya. mereka para sahabat bertanya: wahai Rasulullah, bagaimana dia mencuri shalatnya? nabi menjawab: dia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. hr. Ahmad

dalam shahih bukhari muslim disebutkan

بينما نحن جلوس عند النبي إذ دخل رجل فصلى فسلم على النبي فقال: ارجع فصل فإنك لم تصل، فعلها ثلاثا ثم قال: والذي بعثك بالحق نبيا لا أحسن غير هذا فعلمني، فقال له النبي : إذا قمت إلى الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن ثم اركع حتى تطمئن راكعا ثم ارفع حتى تعتدل قائما ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ثم ارفع حتى تطمئن جالسا ثم افعل ذلك في صلاتك كلها »
ketika kami duduk dekat nabi, ada seorang pria masuk melaksanakan shalat kemudian mengucapkan salam kepada nabi, lalu nabi berkata: ulangi shalat karna kamu belum sholat, lalu pria itu lakukan 3 kali kemudian pria tersebut berkata: dan atas diutusnya engkau membawa kebenaran, aku tak bisa lakukan lebih baik dari ini maka ajarkan aku, maka nabi mengatakan kepadanya: jika kamu berdiri melaksanakan sholat maka bertakbirlah kemudian (setelah baca alfatihah) bacalah yang mudah bagimu dari ayat alquran kemudian ruku hingga tumaninah (tenang dan lurus) kemudian berdiri hingga tegak datar kemudian sujud dengan tumaninah (lurus, rapat dan tenang) kemudian duduk thumaninah kemudian lakukan seperti itu dalam sholatmu keseluruhannya.

wajibnya mengikuti cara sholatnya nabi, sebagaimana nabi mengatakan

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاةُ ، فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ ، وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ " . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِي الصَّحِيحِ
Rasulullah shallallahu alahi wa salam telah berkata kepada kami: sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat, maka apabila menghadiri sholat maka salah seorang kalian kumandangkan azan dan hendaklah paling besar (tua/dewasa) dari kalian mengimami sholat. HR. Al-Bukhari

manis dan nikmatnya sholat akan membuat yang mengerjakannya akan merasakan kenyamanan dan rehat didalamnya, sebagaimana nabi dan para sahabatnya rasakan. lelahnya aktifitas kehidupan ini mereka rehatkan dengan sholat.

يا بلال أرحنا بالصلاة
wahai bilal istiratkan kami dengan shalat. Shahih abu daud

فاحرص- يا رعاك الله- على إكمال صلاتك، وإتمام خشوعها، حتى تجد فيها الراحة والطمأنينة، فلن تكون الصلاة راحة لك، إلا إذا أقمتها كما أمرت، بطمأنينة وخشوع وحضور قلب 
maka hendaklah terus semangat wahai anda yang semoga di lindungi Allah untuk menyempurnakan sholat dan kekhusyukan sehingga memperolah rehat dan ketenangan dalam melakukannya. maka tidak akan memperoleh rehat sholat anda kecuali jika anda telah laksanakan apa yang telah dia perintahkan dengan berusaha tumaninah, khusu dan menghadirkan hati (dan (sholat) 

{ وإنَّها لكَبِيرَةٌ إلاَّ عَلَى الْخاشِعِينَ } [البقرة:45]
sesungguhnya perkara besar (berat) kecuali bagi mereka yang khusu. QS. Al-Baqoroh: 45)

فالخاشع الصلاة خفيفة عليه، محببة إليه، أما غير الخاشع فالصلاة عليه ثقيلة، لا يجد فيها راحة ولا سروراً. اللهم ارزقنا الخشوع في الصلاة، واجعلها قرة عين لنا، يا رب العالمين.
maka bagi mereka yang khusu sholatnya akan terasa ringan dan sangat ia cintai adapun yang tidak khusu maka sholat baginya sangatlah berat, dia tidak merasakan rehat dan kebahagian dalam melakukannya. ya Allah berikan kepada kami kekhusukan dalam sholat dan jadikanlah sholat penyejuk mata hati bagi kami wahai pemilik alam semesta.

semoga kita semua bisa merasakan nikmatnya sholat setelah memaksimalkan keikhlasan dan mencontoh nabi dalam pelaksanaan sholat. amin ya rabby


ditulis oleh Atri Yuanda elpariamany
sumber bacaan alquran | islamqa.info | ar.islamway.net

Tidak ada komentar: