.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

taklid dan taasub diantara sebab menolak kebenaran

sebab menolak kebenaran

من أهم أسباب عدم قبول الحق : التقليد والتعصب ..
diantara sebab-sebab paling utama menolak menerima kebenaran :taklid (ngekor/jiplak/tiru) dan taasub (fanatik)

ومما ابتليت به هذه الأمة التعصب لأصحاب المذاهب وأئمة الفرق والجماعات والتنظيمات، الأمر الذي فرّق الأمة شيعاً وأحزاباً ..
dan diantara ujian yang dihadapi umat ini adalah taasub kepada imam mazhab (fiqh) dan pentolan kelompok, jamaah dan organisasi, perkara ini telah memecah umat menjadi berkelompok-kelompok.

وبقدر ما يكون لدى الإنسان من تعصب وحمية لعشيرته وآبائه بغير الحق، يكون فيه من الانحراف والبعد عن الصراط المستقيم .. والناس في ذلك بين مُقلّ ومستكثر ..
dan juga didapati diantara manusia, yang mana mereka taasub dan bersemangat kepada keluarganya dan nenek moyangnya dengan cara yang tidak benar, sehingga hal ini menjadikan mereka menyimpang dan jauh dari jalan yang lurus.

إن التخلص من هذه الركيزة الجاهلية يحتاج إلى قوة إيمان، وصدق عزيمة، ومجاهدة للنفس، وتربية على الهدي النبوي، مع التيقظ والحذر الدائمين ..
sesungguhnya untuk berlepas diri dari fanatik jahiliyah ini, dibutuhkan kepada kekuatan iman, tekad yang benar, bersungguh-sungguh melakukan, berpedoman kepada petunjuk nabi, terus waspada (terjaga) dan selalu perhatian/berhati-hati.
فالحذر الحذر .. والنجاة النجاة .. والعدل العدل .
maka memberi peringatan agar waspada, dan memberi tahu jalan keselamatan adalah keselamatan bagi yang yang mengikutinya dan meletakkan sesuatu dengan tepat dan sesuai porsinya adalah bentuk keadilan.
oleh doktor nashirul amar (د/ ناصر العمر) ..

diterjemahkan oleh Atri Yuanda Elpariamany
______________________________
support channel youtube Abu Nauroh Elpariamany dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
mohon perhatiannya:
bantu admin dengan klik share, jika ada kesalahan dan masukan, koment aja. bagi yang mau bantu operasional dan pengembangan dakwah online transfer ke rekening 7131986461 bank mandiri syariah a/n Atri Yuanda

No comments: