.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Meluruskan kisah populer tentang tsa'labah bin Ha'thib radhiallahu anhu


Bismillah, artikel ini membahas tentang kisah tsalabah bin ha'thib (ثعلبة بن حاطب) radhiallahu anhu yang saya simak dari video ceramah ustadz kondang rahimahullah di masa saya kecil dahulu. ada catatan tentang kisah ini yang saya bagikan kepada pembaca, namun sebelumnya. saya tulis video ceramah tersebut agar mengetahui kisahnya dan cacatan perihal keshohihan kisahnya.

tsalabah bin hathib al-ashory radhiallahu anhu berasal dari bani umayyah bin zaid dari suku al-ausy, beliau adalah salah seorang sahabat nabi, sering terlihat bersama nabi. namun beliau sering pulang lebih dahulu ke rumah disaat para sahabat nabi sedang zikir badah shalat, lalu suatu hari nabi bertanya perihal pulangnya selalu lebih dahulu ?

tambahan faedah
orang mukmin itu jika di mesjid seperti ikan dalam air, apa ada ikan yang tidak betah di air ?, ada, ikan yang mau mati.
adapun orang munafik, seperti burung dalam sangkar, tak ada burung yang betah dikurung, jika pintunya dibuka maka dia akan terbang. orang munafik seperti itu, kepanasan dan tidak betahan jika lama-lama di masjid.
kalau ada orang mukmin tidak betahan di masjid, maka ini tanda jiwanya mau mati

tsalabah: saya orang miskin, sarung hanya 1 yang digunakan untuk sholat, maka selesai sholat saya harus pulang agar istri bisa pakai sarung untuk sholat.

tsalabah: wahai rasulullah, mintalah kepada Allah taala agar saya dilapangkan rezeki agar menjadi orang kaya

nabi: 
قليل تؤدي شكره خير من كثير لا تطيقه
sedikit kamu syukuri itu lebih baik daripada banyak namun tak sanggup menanggungnya.

tsalabah datang kedua kali namun nabi nasehati agar bersabar dan ketika kalinya, tsalabah ingin didoakan agar jadi orang kaya, dan dia akan tetap menjadi orang yang sholeh dan berbagi kepada orang yang membutuhkan.

maka nabi beri dia seekor kambing betina yang sedang bunting, yang di kemudian hari semakin banyak. namun hal itu telah membuat tsalabah lalai dari ibadah.

suatu hari nabi bertanya dimana tsalabah, dan salah seorang sahabat nabi menjawab bahwa dia sekarang telah sibuk mengurusi kambingnya sehingga jarang ke masjid.

tsalabah telah layak mengeluarkan zakat, datang utusan nabi untuk meminta tsalabah keluarkan zakat namun dia tidak mau mengeluarkan karna alasan tidak wajib zakat hingga 3 kali akhirnya nabi tidak meminta lagi.

lalu turun ayat

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ
Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh. at-taubah 75

turunnya ayat ini sampai kepada telinga tsalabah dan dia merasa ini tentang dirinya, lalu menemui nabi dan bawa uangnya untuk zakat namun nabi enggan menerima hingga nabi wafat. tsalabah tetap hidup hingga di masa kekhalifahan utsman bin affan, dimasa itu dia bangkrut.

catatan
asbabun nuzul surat attaubah ayat 75 tidak membahas tentang tsalabah dan tidak shohih sanadnya, tsalabah sahabat nabi yang mulia, beliau tidak cinta dengan dunia, beliau termasuk yang ikut perang badr dan syahid di perang uhud pada tahun ke 3 hijriah, hal ini juga disebutkan oleh al-hafidz ibnu Hajar rahimahullah

syeikh ibnu utsaimin rahimahullah menjelaskan sebab turunnya surat attaubah: 75 adalah penjelasan tentang keadaan sebagian orang munafik adapun kisah mashyur tentang tsalabah yang berkaitan dengan turunya ayat attaubah 75 yang banyak berisi teguran/peringatan maka telah banyak ulama tafsir jelaskan bahwa riwayatna lemah dan tidak shahih. allahu alam

referensi shamela.ws | ar.wikipedia.org dll
Baca Juga
    kotak infak
    infak pengembangan dakwah online dan markaz tahfidz. transfer ke (451) 7131 9864 61 BSI a/n Atri Yuanda | yuk berteman, langganan artikel dan konfirmasi via WhatsApp ke 0853 6237 7198. | Jazakumullahu Khairan

    Tidak ada komentar: