.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Jika ada khilaf, maka ini yang harus dilakukan penuntut ilmu dan orang awam

Selama ada khilaf maka semua boleh diikuti, benarkah ? Tentu saja, Tidak benar

yang benar adalah para ulama menjelaskan jika ada khilaf maka lihat dalilnya.

Ada yang mengatakan, Kalau ada khilaf maka boleh yang mana saja kita pilih, berarti kebenaran banyak?, tidak seperti itu kita beragama.

Seharusnya, Jika ada 2 atau 3 pendapat maka pilih yang ada dalilnya, tidak boleh semuanya kita amalkan karena kebenaran hanya 1, yang kita teliti maka itu yang benar.

Ada ungkapan “ini perkara khilaf, tidak boleh saling menyalahkan, apa yang kita sepakati, kita amalkan dan jika terdapat khilaf maka kita saling memaafkan”, ini mirip perkataan ikhwanul muslimin, tentunya ini syubhat.

Yang harus dilakukan

1. Bagi penuntut ilmu
Jika ada khilaf maka kita pilih yang paling kuat, jika kita bisa mencari dan memeriksa dalil dari setiap pendapat maka itu yang wajib dilakukan.
Setelah dilihat pendalilan dari setiap pendapat maka pilih yang lebih kuat pendalilannya, jangan yang lemah.

2. Bagi orang awam
Tidak ada basic bahasa arab dan tidak bisa meneliti dalil maka lihatlah :
- yang lebih bertaqwa
- menjaga kemurnian tauhid
- mana yang lebih alim
- mengamalkan sunnah nabi
- jika menyampaikan ilmu dan tegak di atas dalil memang murni tujuannya menyampaikan kebenaran bukan karena sikap lembek, bermanis muka/cari simpati atau tak enakan dengan si fulan atau kelompok.

maka orang awam boleh bertaqlid mengambil pendapat dan mengamalkan berdasarkan kriteria yang dijelaskan diatas

Ditulis oleh Atri Yuanda ibnu Mahyudin Elbariamany
Faedah ilmu dari ceramah ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima
Baca Juga
    kotak infak
    infak pengembangan dakwah online dan markaz tahfidz. transfer ke (451) 7131 9864 61 BSI a/n Atri Yuanda | yuk berteman, langganan artikel dan konfirmasi via WhatsApp ke 0853 6237 7198. | Jazakumullahu Khairan

    Tidak ada komentar: