.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Hukum konsumsi obat pencegah haid | syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah

‏‎
سئل فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين -رحمه الله- : ما رأيك في تناول حبوب منع الدورة الشهرية من أجل الصيام مع الناس؟ 
Yang dimuliakan syeikh Muhammad ibnu Utsaimin rahimahullah pernah di tanya: apa pendapat anda tentang konsumsi obat penghalang (mencegah) rutinitas bulanan muslimah (haid) agar bisa berpuasa bersama manusia (kaum muslimin) ?

‎#الاجابة : أنا أحذر من هذا، وذلك، لأن هذه الحبوب فيها مضرة عظيمة، ثبت عندي ذلك عن طريق الأطباء، ‏‎ويقال للمرأة هذا شيء كتبه الله على بنات آدم فاقنعي بما كتب عز وجل وصومي حيث لا مانع، وإذا وجد المانع فافطري رضاءً بما قدر الله عز وجل. 

"52 سؤالاً عن أحكام الحيض ص19"
Jawaban: Saya peringatkan untuk tidak konsumsi obat ini. alasannya, karena obat ini terdapat di dalamnya Mudhorot yang berbahaya. Saya telah memperoleh penjelasan akan hal tersebut melalui banyak dokter.

Dan dikatakan kepada wanita, Rutinitas ini telah Allah taala tetapkan kepada anak perempuan keturunan adam maka Hendaklah dia rela (merasa cukup) atas apa yang telah Allah azza wa jalla takdirkan.

Dan berpuasalah tatkala tidak ada penghalang (belum datang bulan), ketika datang bulan (keluar darah haid) maka berbukalah. Hendaklah dia ridho atas apa yang telah Allah azza wa jalla takdirkan untuknya.

Referensi: 
"52 سؤالاً عن أحكام الحيض ص19"
52 pertanyaan tentang hukum seputar haid, hal. 19

Maksud berbukalah

- jika sedang berpuasa, lalu keluar darah haid jam 1 siang maka otomatis puasanya langsung batal sehingga boleh baginya berbuka,.in.sya allah tetap mendapat pahala. namun tetap hindari makan/minum dihadapan orang yang berpuasa

- jika besok masih keluar darah haid maka tidak berpuasa, namun dianjurkan tetap bangun ketika sahur untuk menyiapkan makanan untuk suami/keluarga yang berpuasa dan ketika hendak berbuka puasa agar dia tetap mendapatkan ganjaran pahala.

- jika telah suci maka hendaklah berpuasa dan mengqodho puasa ramadhan yang ditinggal karena halangan pada bulan syawal atau sesudahnya.

Akhukum fillah Atri yuanda ibnu mahyudin
Baca Juga
    kotak infak
    infak pengembangan dakwah online dan markaz tahfidz. transfer ke (451) 7131 9864 61 BSI a/n Atri Yuanda | yuk berteman, langganan artikel dan konfirmasi via WhatsApp ke 0853 6237 7198. | Jazakumullahu Khairan

    Tidak ada komentar: