.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Melihat Hilal dari Mimpi, cukupkah ?

Melihat Hilal dari Mimpi, cukupkah ?

حكي عن القاضي حسين الشافعي أن شخصا قال له ليلة الشك ولم يكن قد رئي الهلال:
telah menceritakan dari hakim husain assyafii bahwasanya ada seseorang berkata kepadanya pada malam yang diragukan dan dia belum melihat hilal langsung.

رأيت النبي - صلى الله عليه وسلم - في المنام وقال لي: صم غدا.
aku bermimpi jumpa nabi shallallahu alahi wa salam dan dia berkata kepadaku: besok puasa

فقال له القاضي: قد قال لنا في اليقظة: (لا تصوموا غدا) فنحن نعتمد ذلك. (ينظر: طرح التثريب 215/8)
maka hakim berkata kepadanya: sungguh nabi telah menyampaikan kepada kita dalam keadaan sadar: jangan puasa besok (hari yang diragukan sampai nampak hilal) maka kita berpatokan dengan itu. (lihat: shorhut tastrib 8/215)

لأحكام الشرعية لا تبنى على رؤيا المنام وتعبيرها، وإنما يستأنس بها ولا يعتمد عليها، وهي كما قال الإمام أحمد: (الرؤيا تسر المؤمن ولا تغره). (الآداب الشرعية 453/3)
dalam hal hukum syar'i tidak dibangun diatas mimpi dan penjelasannya, oleh karnanya diperintahkan untuk ditinggalkan dan tidak bersandar atasnya, sebagaimana dikatakan imam ahmad: mimpi membahagiakan mukmin dan janganlah sampai dia tertipu/terpedaya. (al-adabus syar'iyyah 3/453)

خدمة "فوائد فقهية" للاشتراك عبر التلقرام: http://cutt.us/Fn5J8

diterjemahkan oleh Atri Yuanda Elpariamany
______________________________
support channel youtube Abu Nauroh Elpariamany dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
mohon perhatiannya:
bantu admin dengan klik share, jika ada kesalahan dan masukan, koment aja. bagi yang mau bantu operasional dan pengembangan dakwah online transfer ke rekening 7131986461 bank mandiri syariah a/n Atri Yuanda

No comments: