.widget img{ max-width:100%; height:auto;}

Sunnah Nabi, sumber Rujukan Kedua Umat Islam setelah Al-Qur'an

Sunnah Nabi, sumber Rujukan Kedua

sesungguhnya sunnah nabi atau dikenal dengan istilah hadist merupakan sumber rujukan kedua dari berbagai sumber rujukan bagi umat islam sebagaimana Allah tabaraka wa ta'ala telah sifatkan nabinya shallallahu alahi wa salam bahwasanya

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
dialah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Al- Jumu'ah: 2)

وقوله تعالى : ( هو الذي بعث في الأميين رسولا منهم ) الأميون هم : العرب كما قال تعالى : ( وقل للذين أوتوا الكتاب والأميين أأسلمتم فإن أسلموا فقد اهتدوا وإن تولوا فإنما عليك البلاغ والله بصير بالعباد ) [ آل عمران : 314 ] وتخصيص الأميين بالذكر لا ينفي من عداهم ، ولكن المنة عليهم أبلغ وآكد
berkata ibnu katsir dalam tafsirnya
dan perkataan Allah ta'ala: ( هو الذي بعث في الأميين رسولا منهم ) al-ummiyun mereka adalah : bangsa arab pada zaman tersebut sebagaimana perkataan Allah ta'ala 

وقل للذين أوتوا الكتاب والأميين أأسلمتم فإن أسلموا فقد اهتدوا وإن تولوا فإنما عليك البلاغ والله بصير بالعباد
dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi kitab dan kepada orang-orang yang buta huruf, "sudahkah kamu masuk islam?" jika mereka masuk islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. dan Allah maha melihat hamba-hamba-Nya. (QS. Ali- Imran: 314)

adapun pengkhususan al-ummiyin dalam penyebutan bukan maksudnya menafikan selain mereka akan tetapi berupa pemberian yang lebih pas dan penekanan

berkata assady 

الأميين مشركي العرب وغيرعم
alummiyiin mereka para musyrikin arab dan selain mereka

{ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ } أي: علم القرآن وعلم السنة
makna ayat adalah ilmu alquran dan ilmu hadist

dan nabi shallallahu alahi wa salam berkata

حدثنا عبد الوهاب بن نجدة حدثنا أبو عمرو بن كثير بن دينار عن حريز بن عثمان عن عبد الرحمن بن أبي عوف عن المقدام بن معدي كرب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال ألا إني أوتيت الكتاب ومثله معه أَلَا يُوشِكُ رَجُلٌ شَبْعَانُ عَلَى أَرِيكَتِهِ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْقُرْآنِ فَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَلَالٍ فَأَحِلُّوهُ وَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَرَامٍ فَحَرِّمُوهُ أَلَا لَا يَحِلُّ لَكُمْ لَحْمُ الْحِمَارِ الْأَهْلِيِّ وَلَا كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ السَّبُعِ وَلَا لُقَطَةُ مُعَاهِدٍ إِلَّا أَنْ يَسْتَغْنِيَ عَنْهَا صَاحِبُهَا وَمَنْ نَزَلَ بِقَوْمٍ فَعَلَيْهِمْ أَنْ يَقْرُوهُ فَإِنْ لَمْ يَقْرُوهُ فَلَهُ أَنْ يُعْقِبَهُمْ بِمِثْلِ قِرَاهُ  (أخرجه الترمذي وابن ماجه ، وقال الترمذي حسن غريب)
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab bin Najdah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Amru bin Katsir bin Dinar] dari [Hariz bin Utsman] dari ['Abdurrahman bin Abu Auf] dari [Al Miqdam bin Ma'di Karib] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

"Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al -Qur'an dan yang semisal bersamanya (As Sunnah). Lalu ada seorang laki-laki yang dalam keadaan kekenyangan duduk di atas kursinya berkata, "Hendaklah kalian berpegang teguh dengan Al-Qur'an! Apa yang kalian dapatkan dalam Al-Qur'an dari perkara halal maka halalkanlah. Dan apa yang kalian dapatkan dalam Al-Qur'an dari perkara haram maka haramkanlah. Ketahuilah! Tidak dihalalkan bagi kalian daging himar jinak, daging binatang buas yang bertaring dan barang temuan milik orang kafir mu'ahid (kafir dalam janji perlindungan penguasa Islam, dan barang temuan milik muslim lebih utama) kecuali pemiliknya tidak membutuhkannya. Dan barangsiapa singgah pada suatu kaum hendaklah mereka menyediakan tempat, jika tidak memberikan tempat hendaklah memberikan perlakukan sesuai dengan sikap jamuan mereka."

قال البيهقي : هذا الحديث يحتمل وجهين أحدهما : أنه أوتي من الوحي الباطن غير المتلو مثل ما أوتي من الظاهر المتلو ، والثاني أن معناه أنه أوتي الكتاب وحيا يتلى ، وأوتي مثله من البيان أي أذن له أن يبين ما في الكتاب فيعم ويخص وأن يزيد عليه فيشرع ما ليس في الكتاب له ذكر فيكون ذلك في وجوب الحكم ولزوم العمل به كالظاهر المتلو من القرآن .
berkata al-baihaqi: hadist ini kemungkinan mengandung 2 sudut pandang salah satunya: sesungguhnya aku telah diberikan wahyu yang bersifat bathin (tidak terlihat) selain yang dibacakan sebagaimana aku telah diberikan wahyu yang tampak dan dibaca, yang kedua maknanya bahwasanya aku telah diberi kitab wahyu yang dibaca dan diberikan yang semisalnya berupa penjelasan yaitu diizinkan memberikan penjelasan  atas apa yang ada dalam alqur'an yang dijadikan berlaku secara umum dan dikhususkan dan menambahkan sehingga menjadi syariat yang tidak terdapat dalam alquran sehingga wajib hukumnya dan harus diamalkan sebagaimana yang tampak dibaca dari alquran.

هذا حديث من الأحاديث الصحيحة الثابتة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ومعنى «ومثله معه» يعني أن الله أعطاه وحياً آخر وهو السنة التي تفسر وتبين معناه، كما قال الله عز وجل: {وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ} [النحل: 44]، فالله أوحى إليه القرآن وأيضاً السنة وهي الأحاديث التي ثبت عنه صلى الله عليه وسلم فيما يتعلق بالصلاة والزكاة والصيام والحج، وغير ذلك من أمور الدين والدنيا، فالسنة هي وحي ثان أوحاه الله إليه لإكمال الرسالة وتمام البلاغ، وهو صلى الله عليه وسلم يعبر عن ذلك بالأحاديث التي بينها للأمة قولاً وفعلاً وتقريراً
dan hadist ini diantara hadist-hadist shahih lainnya dan makna «ومثله معه» yaitu bahwa Allah memberinya (muhammad) wahyu lain yaitu sunnah yang mentafsirkan dan menjelaskan maknanya (alquran), sebagaimana perkataan Allah azza wa jalla: 

{وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ} [النحل: 44]
dan kami turunkan adz-zikr (alquran) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan. (QS. An-Nahl: 44)

maka Allah mewahyukan kepadanya al-qur'an dan juga sunnah yaitu hadist-hadist yang telah jelas kebenarannya dari Rasulullah shallallahu alahi wa salam yang berkaitan dengan sholat, zakat, haji dan selainnya yang berkaitan dengan perkara agama dan dunia dan sunnah juga merupakan wahyu kedua yang Allah wahyukan kepadanya (muhammad) untuk menyempurnakan risalah islam dan penyampaian, Rasulullah yang menjelaskan dengan hadist-hadistnya mengenai alquran kepada umat berupa perkataan, perbuatan dan penetapan.

munculnya ilmu mustalahul hadist dikarenakan semakin jauhnya umat dari zamannya Rasulullah shallallahu alahi wa salam dan para sahabatnya ridhwanullahi alaihim dan melemahnya penyebaran agama islam di masyarakat dan munculnya sekte dan kelompok yang semakin jauh dari dari petunjuk islam bahkan ada yang menyerang dan mencederai syariat islam dan beramal dengan hadist palsu sehingga tersebar di masyarakat bidah dan kesesatan, hal ini terjadi dikarenakan sebagian orang yang jahil namun semangat beragama membuat hadist palsu untuk memotivasi manusia melakukan kebaikan.

atas keprihatinan ini, maka para ulama mujtahid terdahulu berusaha menjaga hadist-hadist nabi dengan mempelajarinya dan menjelaskan kepada umat sehingga bisa dibedakan mana shahih dan cacat dengan membuat kaedah.

referensi
1. kitab mustahalul hadist li syaikh ibnu utsaimin rahimahullah
2. aplikasi mushaf alquran 
3. carihadis.com

Disusun dan diterjemahkan oleh Atri yuanda elpariamany
______________________________
support channel youtube Abu Nauroh Elpariamany dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
mohon perhatiannya:
yuk support admin dengan klik share, jika ada kesalahan dan masukan, koment aja. bagi yang mau bantu operasional dan pengembangan dakwah online klik disini

No comments: